Analisis Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Pembangunan Ekonomi

Analisis Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Pembangunan Ekonomi

PERUBAHAN IKLIM DALAM PENGARUHNYA TERHAD

merupakan benua yang terletak di lintang tinggi, sehingga terletak di kawasan beriklim sedang hingga dingin, bahkan ada wilayahnya di bagian Utara yang telah masuk lingkaran Kutub Utara. Keadaan tersebut menyebabkan Eropa mempunyai kondisi
iklim
berikut ini. Di bagian pantai Barat dipengaruhi
iklim
laut dari Samudra Atlantik, arus hangat yang mengalir dari Samudra Atlantik menyebabkan kawasan pantai di daerah tersebut tidak membeku. Di bagian tengah terjadi peralihan
iklim
maritim yang basah ke
iklim
kontinen yang kering. Di bagian Selatan dipengaruhi
iklim
Laut Mediterania dan angin dari kawasan gurun yang panas, sehingga kondisi cuacanya menjadi lebih hangat.

Baca lebih lanjut


4 Baca lebih lajut

76572616 Perubahan Iklim Dan Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Haya

76572616 Perubahan Iklim Dan Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Haya

Strategi mitigasi dan adaptasi untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia yang harus diimplementasikan oleh semua pihak. Terkait dengan upaya untuk mengantisipasi meningkatnya laju kemerosotan keanekaragaman hayati akibat dari
perubahan
iklim. Kearifan manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan upaya ini. Kita perlu memelihara ekosistem asli, melindungi dan meningkatkan daya dukung ekosistem, mengelola habitat untuk species-species yang hampir punah, menciptakan tempat perlindungan dan daerah-daerah penyangga serta membentuk jejaring kawasan perlindungan darat, air dan laut dengan mempertimbangkan proyeksi
perubahan
iklim.

Baca lebih lanjut


24 Baca lebih lajut

Indikasi Perubahan Iklim dan pengaruhnya

Indikasi Perubahan Iklim dan pengaruhnya

Perubahan
iklim
merupakan isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat global, yang dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan dan suhu udara. Penelitian ini di lakukan di wilayah sungai Nasal-Padang Guci, dengan menganalisis trendline curah hujan dan suhu udara, selama kurun waktu 1910-2010, sehingga diketahui
pengaruhnya
terhadap neraca air. Penelitian ini menggunakan metode Mann Kendall Exam untuk mengetahui kecendrungan trendline nya, serta metode Neraca Surplus Deisit untuk menganalisis neraca airnya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa suhu rata-rata bulanan naik sebesar 0,80C selama 54 tahun, sedangkan kenaikan curah hujan pada tahun 1910-1978 sebesar 20 mm/69 tahun, dan meningkat selama tahun 1979-2010 sebesar 125 mm/30 tahun. Kenaikan curah hujan dan suhu udara mempengaruhi ketersediaan dan kebutuhan air di WS Nasal-Padang Guci, dalam hal ini ketersediaan air dipengaruhi oleh curah hujan dan evapotranspirasi yang merupakan fungsi dari suhu, sedangkan kebutuhan airnya dipengaruhi oleh tataguna lahan dan jumlah penduduk. Dari perhitungan neraca air diketahui bahwa ketersediaan air sungai pada tahun 2030 lebih kecil dibandingkan dengan 2010, hal ini disebabkan karena pengaruh peningkatan suhu udara, sehingga nilai evaporasinya semakin besar. Ketersediaan air pada tahun 2010 sebesar 3358,4 juta m3/tahun, sedangkan kebutuhan air untuk irigasi 669 juta m3/tahun (xx%), RKI (rumah tangga, perkotaan dan industri) sebesar 87,2 juta m3/tahun (3%), dan sisanya 2602,two juta m3/tahun (77%), tidak dapat dimanfaatkan. Ketersediaan air pada tahun 2030 menurun dibandingkan dengan 2010 yaitu sebesar 2498,9 juta m3/tahun, untuk irigasi sebesar 1133,7 juta m3/tahun (45%), RKI sebesar 136,5 juta m3/tahun (4%), sedangkan sisanya 1228,8 juta m3/tahun (51%) tidak dapat dimanfaatkan. Pada tahun 2010 air masih bisa mencukupi kebutuhannya dan terjadi deisit pada tahun 2030, yaitu pada bulan Agustus dan September, sehingga diperlukan bantuan waduk untuk menyimpan air pada saat surplus, yang nantinya bisa digunakan kembali pada saat deisit

Baca lebih lanjut


16 Baca lebih lajut

Perubahan iklim global merupakan

Perubahan iklim global merupakan

Memperhatikan kondisi
perubahan
iklim
yang telah terjadi di Kabupaten Bima, serta dalam rangka mendukung Program Aksi Nasional Penunuran Emisi Gas Rumah Kaca, maka seharusnya pemerintah Kabupaten Bima Provinsi NTB mendorong petani untuk melaksanakan kegiatan mitigasi terhadap
perubahan
iklim
dalam budidaya padi sawah. Berdasarkan uraian di atas, maka di rumuskan beberapa permasalahan penelitian sebagai berikut :


10 Baca lebih lajut

perubahan iklim

perubahan iklim

Pada bagian ini telah dijelaskah bahwa secara umum, cuaca akan mempengaruhi konduktivitas hidrolik pada permukaan tanah, hal ini lah yang menyebabkan terjadinya percepatan pergerakan pada tanah rawan longsor. Penjelasan juga dalam bentuk grafik pada figure 2. Keseluruh hubungan tersebut dipantau selama kurun waktu 7 tahun, dimana faktor faktor tersebut mempengaruhi level piezometric pada tanah miring sejak 2013. Untuk mendukung pengamatan terhadap peizometric level tersebut dikumpulkan data-data mengenai curah hujan, cuaca dan inetensitas hujan dalam beberaoa tahun terakhir ini. Berdasarkan
perubahan
dari cuaca, intensitas, curah hujan serta jumlah hari hujan kemudian hubungannya dengan
perubahan
permukaan tanah pada lahan yang aktid tersebut, dalam jurnal juga dijelaskan mengenai aktivitas tanah di orivietodi masa depan.

Baca :   Contoh Pembangunan Ekonomi Di Daerah Pegunungan

Baca lebih lanjut


3 Baca lebih lajut

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP USAHA TANI KENTANG DATARAN TINGGI TENGGER (Studi Kasus Di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo)

IKLIM dan PENGARUHNYA TERHADAP BANGUNAN

konferensi perubahan iklim

konferensi perubahan iklim

Republic of indonesia tradisional dan modern. Sesuai dengan tema utama: Indonesia, solutions for the world, pavilion dibangun dengan konsep sebagai solusi terhadap berbagai permasalahan
perubahan
iklim
yang dialami. Ada empat subtema yang dipilih Indonesia dalam Pavillion, yaitu Forest and Biodiversity Solution, Power and Energy Solutions, Inovation and Investment Solutions, dan Climate Resilience Solutions. Pada subtema Forest and Biodiversity Solution, dijelaskan tentang kenyataan bahwa Indonesia adalah negara nomor dua terbesar di dunia yang memiliki hutan tropis basah dan lahan gambut yang tersisa. Untuk itu, pada subtema ini akan diperlihatkan contoh- contoh “all-time practice” sebagai kontribusi Republic of indonesia terhadap mitigasi
perubahan
iklim. Upaya – upaya tersebut antara lain: studi sektor State Use, Land Use Modify and Forestry (LULUCF), upaya penghutanan kembali (reforestation), proyek kegiatan- kegiatan demonstrasi pelaksanaan “Reduction Emission from Deforestation and Deposition” (REDD), pelaksanaan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, inisiatif kebijakan pemerintah daerah, dan berbagai inisiatif dari dunia usaha.

Baca lebih lanjut


vii Baca lebih lajut

Perubahan Iklim Dapat di Kendalikan

Perubahan Iklim Dapat di Kendalikan

Pada KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992, Indonesia menjadi salah satu negara yang menyepakati Konvensi PBB tentang
Perubahan
Iklim
(United Nations Framework Convention on Climate Change). Sebagai tindak lanjut, Indonesia menerbitkan UU No. half dozen Tahun 1994 tentang Ratifikasi Konvensi
Perubahan
Iklim
yang berisikan 3 (tiga) hal utama, yakni: (1) tercapainya stabilitas konsensi emisi Gas Rumah Kaca pada tingkat yang aman; (ii) adanya tanggung jawab bersama sesuai kemampuan (common merely differentiated responsibilities); dan (3) negara maju akan membantu negara berkembang (pendanaan, asuransi dan alih teknologi). Lahirnya Bali Roadmap atau Bali Action Plan 2007, Copenhagen Accord 2009, dan Cancun Commitments 2010, yang merupakan kesepakatan global untuk menciptakan kondisi bumi yang lebih baik dari kecenderungan yang ada dalam jangka waktu panjang (bahkan setelah masa Protocol Kyoto, yaitu sampai 2012). Kesepakatan-kesepakatan ini, walaupun belum secara tegas menetapkan target kuantitatif dan jadual pelaksanaannya, mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung kebijakan pembangunan nasional, salah satunya adalah arahan kebijakan pembangunan infrastruktur bidang ke-PU-an. Komitmen pemerintah Republik Indonesia seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan Chiliad-20 di Pittsburgh adalah upaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% dari business equally usual dengan kemampuan sendiri, dan penurunan hingga 41% dengan bantuan donor dari negara luar. Hal ini memberikan kontribusi yang sangat berarti terhadap kebijakan pembangunan nasional pada berbagai sektor yang terkait dengan emisi GRK ini.

Baca lebih lanjut


4 Baca lebih lajut

PERSEPSI DAN MAKNA PERUBAHAN IKLIM TERHA

PERSEPSI DAN MAKNA PERUBAHAN IKLIM TERHA

Perubahan
iklim
yang terjadi dapat diketahui melalui parameter curah hujan, suhu, dan tinggi muka air. Menurut responden petani bahwa curah hujan, suhu udara, dan tinggi muka air telah mengalami
perubahan. Pada saat dahulu, curah hujan, suhu udara dan tinggi muka air mendukung usaha pertanian. Sekarang ini, ketiga parameter tersebut tidak stabil (tidak menentu), bahkan dapat berubah seketika dengan drastis. Ketidakstabilan kondisi lingkungan inilah yang berpengaruh negatif terhadap usaha pertanian pada saat sekarang. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Baca :   Tujuan Pembangunan Koperasi Ditinjau Secara Makro Ekonomi Adalah


nine Baca lebih lajut

Identifikasi Pengaruh Variabilitas Iklim Di Kota Bogor Terhadap Adaptasi dan Pengeluaran Masyarakat

Identifikasi Pengaruh Variabilitas Iklim Di Kota Bogor Terhadap Adaptasi dan Pengeluaran Masyarakat

Menurut Konvensi Kerja PBB tentang
Perubahan
Iklim
United Nation Framework Convention on Climate Modify (UNFCCC) dalam Trenberth et al. (1995) dalam Ndela (2011),
perubahan
iklim
dinyatakan sebagai
perubahan
pada
iklim
yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktifitas manusia yang mengubah komposisi atmosfer, yang akan memperbesar keragaman
iklim
teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Diposaptono et al. (2009), salah satu unsur
iklim
yang berfungsi sebagai pengendali cuaca adalah suhu udara.
Perubahan
iklim
dicirikan oleh berubahnya nilai rata-rata atau median dan keragaman dari unsur
iklim. Apabila dalam periode waktu yang panjang ada kecenderungan data suhu naik dari waktu ke waktu dan atau fluktuasinya (naik turunnya) semakin membesar atau kejadian anomali
iklim
semakin sering terjadi dibanding periode waktu sebelumnya, maka dapat dikatakan
perubahan
iklim
sudah terjadi.

Baca lebih lanjut


141 Baca lebih lajut

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektvitas Kerja Guru di SMP Negeri 3 Batang Angkola, Hurase

Aktivitas Manusia dan Pengaruhnya Terhad

Aktivitas Manusia dan Pengaruhnya Terhad

Burung berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, baik dalam proses penyerbukan maupun dalam mengendalikan ledakan populasi serangga, terutama serangga yang bersifat hama. Keanekaragaman jenis tumbuhan dan banyaknya jenis burung yang mendiami suatu tempat dengan kondisi suatu habitat yang baik sangat dipengaruhi oleh kondisi
iklim
alamnya yang baik. Habitat adalah suatu kawasan atau area yang terdiri dari beberapa komponen yang merupakan satu kesatuan fisik dan biotik yang dipergunakan sebagai tempat hidup serta berbiak suatu jenis hewan (Alikodra, 2000). Widodo (2009) memberikan pernyataan bahwa habitat yang kondisinya baik dan jauh dari gangguan manusia serta di dalamnya mengandung bermacam-macam sumber pakan, memungkinan memiliki jenis burung yang banyak.

Baca lebih lanjut


20 Baca lebih lajut

PENILAIAN KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN MODEL SPASIAL PROPAGASI OMBAK MENDEKATI PANTAI

PENILAIAN KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN MODEL SPASIAL PROPAGASI OMBAK MENDEKATI PANTAI

Keberhasilan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA) tidak terlepas dari tingkat keterlindungan lokasi dari aksi fisik peubah oseanografi fisik. Peubah oseanografi fisik yang paling utama menentukan tingkat keterlindungan lokasi adalah besar dan arah ombak yang datang ke pantai, karena selain berhubungan dengan tingkat kesesuaian lahan pada saat awal penyeleksian lokasi, juga dapat mempengaruhi aspek pengelolaan lebih lanjut setelah pelaksanaan dan pengembangan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk hubungan spasial antara
perubahan
iklim
dengan kondisi oseanografi fisik khususnya peubah ombak dalam penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis spasial ombak untuk berbagai
perubahan
arah dan kecepatan angin yang mungkin terjadi pada lokasi penelitian. Model spasial tersebut dianalisis dengan memadukan metode analisis spasial dalam SIG dan metode penyelesaian mild-slope untuk model ombak permukaan di perairan pantai (CGWAVE). Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan melihat pengaruh ombak terhadap kondisi perairan yang sedang dan kemungkinan akan diperuntukkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di wilayah pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Model spasial ombak yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
perubahan
iklim
yang mempengaruhi kondisi ombak akan secara signifikan langsung maupun tidak langsung mempengaruhi condition tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan dalam KJA di lokasi penelitian. Dari 9.939,0 ha full luas perairan yang layak menurut kriteria kedalaman di Kabupaten Barru, hanya tersisa sekitar 2,9% (296,8 ha) yang layak setelah aspek keterlindungan berdasarkan ketinggian ombak diintegrasikan dalam analisis. Hasil penelitian ini pada akhirnya menyarankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai
perubahan
pola propagasi spasial ombak yang datang ke pantai akibat
perubahan
iklim
dalam mengevaluasi metode pengelolaan budidaya ikan dan KJA yang ada serta mengembangkan metode pengelolaan yang tepat untuk masa yang akan datang.

Baca :   Pengaruh Positif Pma Terhadap Pembangunan Ekonomi

Baca lebih lanjut


16 Baca lebih lajut

Perubahan Iklim

Perubahan Iklim

Secara sederhana dapat kita gambarkan bahwa
perubahan
iklim
adalah kondisi saat Air conditioning (Air Conditioner) alamiah di bumi rusak. Secara alamiah bumi memiliki mekanisme untukmengatur iklimnya. Berbagai gas di atmosfer terutama CO2 yang memiliki kapasitas untuk mengabsorbsi radiasi inframerah (panas) dari permukaan bumi dan mere-radiasikan sebagian kecilnya kembali ke bumi. Mekanisme ini sangat penting untuk menjaga stabilitas suhu bumi.


iv Baca lebih lajut

PENGARUH PERUBAHAN STRUKTUR MODAL TERHAD (1)

Yudi strategi penerapan manajemen risiko (1)

Yudi strategi penerapan manajemen risiko (i)

e. Strategi jangka panjang manajemen risiko unit Eselon I difokuskan pada upaya untk membangun kesiapan internal unit of measurement Eselon I dalam mengantisipasi dan mengatasi risiko-risiko yang dihadapi serta membangun suatu budaya yang peka dan tanggap tehadap ketidakpastian dan
perubahan
serta berbagai risiko yang menyertainya. Berbagai pengambilan keputusan, prosedur operasi, program kerja, dan sikap dalam bekerja dipahami dan diukur dalam prespektif manajemen risiko.


2 Baca lebih lajut

Pengaruh Perubahan UUD Tahun 1945 Terhad

Pengaruh Perubahan UUD Tahun 1945 Terhad

Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Indonesia telah melakukan beberapa kali
perubahan
konstitusi, mulai dari UUD Tahun 1945 (Periode I), Konstitusi RIS 1949, UUDS Tahun 1950, kembali ke UUD Tahun 1945 melalui Dekrit Presiden (Periode II), dan terakhir UUD Tahun 1945 (1999-sekarang).
Perubahan
tersebut memberi pengaruh terhadap kekuasaan Presiden, yang mana sebelum amandemen UUD 1945, sistem pemerintahan yang otoriter membuat kekuasaan Presiden menjadi luas dan kuat sehingga tidak seimbang antara negara dan rakyat. Dalam hal ini dapat terjadi tindakan kesewenang- wenangan Presiden, dan memanipulasi kekuasaan demi kepentingan pribadi. Namun, setelah dilakukannya amandemen UUD Tahun 1945, kekuasaan Presiden menjadi berubah dan berkurang.
Perubahan
dan pengurangan dalam kekuasaan di bidang penyelenggaraan pemerintah, bidang legislatif, bidang yudikatif, bidang eksekutif, dalam hubungan luar negeri, di bidang militer, dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut


10 Baca lebih lajut

Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhad (1)

Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhad (1)

Berdasarkan analisis citra Landsat TM (1992) dan Aster VNIR (2003) secara digital, diperoleh peta penutup lahan tahun 1992 dan 2003. Analisis dikembangkan dengan mengkombinasikan beberapa metode, yaitu klasiifkasin multispektral dan indeks vegetasi dalam bentuk normalised difference vegetation alphabetize (NDVI). Untuk perbandingan NDVI dua tanggal, kedua citra terlebih dahulu dikalibrasi secara radiometrik untuk menghindari bias karena beda kepekaan sensor. Hasil pemetaan kondisi penutup lahan pada tahun 1992, 2003 dan
perubahan
yang terjadi tersaji pada Gambar ii dan 3. Peta penutup lahan hasil klasifikasi citra Landsat TM memberikan nilai akurasi ninety.57%; sementara hasil klasifikasi citra Aster memberikan nlai akurasi 92.45%. Perbedaan akurasi yang diperoleh perlu dicermati karena hal ini juga bisa disebabkan oleh selisih waktu antara perekaman dengan uji lapangan. Meskipun telah dicoba kontrol dengan cermat, uji lapangan (yang dilakukan tahun 2007) untuk kondisi penutup lahan 1992 lebih berisiko membawa bias dibandingkan uji lapangan tahun 2003 yanhg selisih waktunya lebih pendek. Dari Gambar 1, dapat dianalisis bahwa area yang tidak berubah selama kurun waktu 1992- 2003 adalah seluas 3059.95 ha atau 61.69%, dan terutama terletak di daerah hilir dari DAS.
Perubahan
penutup lahan terbesar terjadi di bagian atas DAS, dalam bentuk hutan menjadi perkebunan. Ada sekitar 555.51 ha atau 11.2% dari total wilayah yan 1000 mengalami
perubahan
seperti ini. Konversi penggunaan lahan ini terutama terjadi di area hutan rakyat, di mana tanaman yang sebelumnya dominan adalag buah-buhaan seperti durian, manggis, dan duku yang kemudian berubah menjadi cengkeh karena masyarakat setempat memandang bahwa cengkeh lebih menguntungkan secara ekonomis.
Perubahan
total di daerah penelitian yang bersifat negatif, yaitu kualitas penutup lahan mengalamai penurunan adaalh sebesar 1305.83 ha.

Baca lebih lanjut


13 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Pembangunan Ekonomi

Source: https://id.123dok.com/title/perubahan-iklim-dalam-pengaruhnya-terhad

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …