Apakah Utang Luar Negeri Efektif Dalam Pembangunan Ekonomi Negara

Apakah Utang Luar Negeri Efektif Dalam Pembangunan Ekonomi Negara




Hutang luar negeri akan berdampak positif bagi perekonomian, jika dialokasikan dan dikelola dengan baik, dan sebaiknya akan berdampak buruk bagi perekonomian jika tidak dikelola dengan baik. Berkaca dari permasalahan di indonesia, hutang luar negeri tidak dialokasikan dengan baik. Di republic of indonesia sendiri salah satu menjadi signal permasalahan diakibatkan hutang dari luar negeri yang sudah sangat banyak yaitu kasus korupsi yang besar-besaran sehingga menimbulkan masalah yang cukup rumit dan mengakibatkan negara mengalami kerugian yang sangat besar. kasus-kasus korupsi yang terjadi ini mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi di indonesia semakin lambat dan mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi indonesia semakin mengalami kendalanya.
Sehingga dana-dana dari luar negeri yang didapatkan indonesia tersebut menjadi salah sasaran dan menjadi beban berat bagi negara. Hal ini mengakibatkan tidak tercapainya fungsi dan tujuan utama dari utang luar negeri.

Hutang luar negeri indonesian malah menjadi beban dan masalah baru bagi perekonomian, dengan adanya aliran dana yang terhambat mengakibatkan Sektor-sektor yang pembiayaannya berasal dari hutang luar negeri akan terpuruk dan tidak berjalan dengan semestinya. Seperti sektor keuangan negara, sistem anggaran belanja indonesia defisit atau anggaran belanja yang tidak seimbang, dengan terhambatnya aliran modal mengakibatkan belanja negara serta pembiayaan lain menjadi terhambat. Gaji pegawai yang termasuk dalam anggaran belanja negara akan terhambat, banyak pegawai yang tidak digaji. Ketika pegawai
menurtidak mempunyai pendapatan akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Ketika daya beli masyarakat menurun maka harga-harga barang akan rendah. Sehingga mengakibatkan para pedagang akan rugi dan gulung tikar. Sehingga dalam perekonomian tidak terjadi perputaran dana pendapatan, mengakibatkan pendapatan nasional turun. Jika pendapatan nasional turun maka dapat mengidintifikasikan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Baca :   Tolak Ukur Pembangunan Ekonomi Di Indonesia

Dampak langsung dari hutang di negara lain yaitu cicilan bunga yang makin mencekik dan yang paling hakiki dari hutang tersebut yaitu hilangnya kemandirian akibat keterbelengguan atas keleluaaan arah pembangunan negeri, oleh si pemberi pinjaman. Dapat dilihat pula dengan adanya indikator-indikator baku yang ditetapkan oleh negara-negara donor, seperti arah pembangunan yang ditentukan. Baik motifnya politis
maupun motif ekonomi itu sendiri. Berikut dibawah ini adalah kondisi utang indonesia di luar negeri  pada tahun 2018-2019 :

Kondisi pinjaman diluar negri oleh indonesia baik yang diterima pemerintah maupun swasta menunjukkan peningkatan cukup signifikan sejak tahun 1970 sebesar U.s.a.$ 2,52 Miliar terus meningkat menjadi US$ 20,9 Miliar (1980) dan US$ 136,09 Miliar (1997). Jumlah pada tahun 2018-2019 mencapai U.s.$ 380 Miliar. Peningkatan pinjaman luar negri sangat meningkat dan republic of indonesia sendiri tercekik dengan hal itu dan semakin terpuruk.

Pada akhirnya arah pembangunan kita memang penuh kompromi dan disetir, membuat indonesia makin terjepit dan terbelenggu dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat negara yang meminjamkan dananya. Hal ini sangat beralasan karena mereka sendiri harus mengawasi dan memastikan bahwa pengembalian dari pinjaman tersebut plus keuntungan atas pinjaman, mampu dikembalikan. Jangankan untuk memfokuskan pada kesejahteraan rakyat, pada akhirnya adalah konsep tersebut asal jalan pada periode kepemimpiannya, juga makin membuat rakyat terjepit karena mengembalikan pinjaman tersebut diambil dari pendapatan negara yang harusnya untuk dikembalikan kepada rakyat yaitu kekayaan negara hasil bumi dan pajak.

Awalnya memang peminjaman uang itu adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempercepat pembangunan Negara. Namun hal tersebut seolah-olah membuat negara semakin bergantung pada peminjaman tersebut. Padahal negara tersebut masih belum optimal.

Baca :   Tugas Dan Fungsi Asisten Ekonomi Dan Pembangunan

Dampak positif hanya dirasakan pada awal peminjamannya saja namun
lama-kelamaan dampak negatifnya yang semakin dominan terjadi. Dalam jangka pendek memang peminjaman uang tersebut akan membantu perekonomian, namun apabila negara tidak bisa secara cepat untuk mengembalikan uang yang dipinjam tersebut maka pinjaman tersebut tentunya akan membengkak karena adanya bunga dari setiap pinjaman yang dilakukan. Hutang luar negeri juga menghambat tumbuhnya kemandirian ekonomi negara. Serta pemicu terjadinya kontraksi belanja sosial, merosotnya kesejahteraan rakyat, dan melenarnya kesenjangan.

Semakin bertambahnya utang luar negeri, berarti juga semakin memberatkan keuangan negara dalam APBN, karena utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta
dengan bunganya. Seharusnya utang luar negeri tersebut telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi pembiayaan pembangunan ekonomi nasional. Sehingga dengan terlaksananya pembangunan ekonomi tersebut, tingkat pendapatan perkapita masyarakat dapat tumbuh baik sebelum terjadinya krisis ekonomi. Namun keadaan yang terjadi sampai sekarang pembangunan ekonomi negara masih perlu banyak perbaikan dan peningkatan, dan pendapatan masyarakatnya pun masih banyak yang rendah.

Apakah Utang Luar Negeri Efektif Dalam Pembangunan Ekonomi Negara

Source: https://persoalanekonomi.blogspot.com/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …