Contoh Rencana Ekonomi Pembangunan Di Bali

Contoh Rencana Ekonomi Pembangunan Di Bali

Strategi Mewujudkan Sektor Pertanian Sebagai Pondasi Struktur Pembangunan Ekonomi Bali


Oleh : |
Jumat, 28 Mei 2021 | Dibaca :
577
Pengunjung

Strategi Mewujudkan Sektor Pertanian Sebagai Pondasi Struktur Pembangunan Ekonomi Bali

Pembangunan ekonomi Bali, harus dikuatkan dengan three pilar ekonomi yaitu sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Namun saat ini ekonomi Bali mengalami kontraksi yang sangat besar ditengah merebaknya pandemic Covid-nineteen yang menyebabkan perekonomian Bali sangat terpuruk, karena terlalu memfokuskan ekonomi dari sector pariwisata. Oleh karena itu Plan Pascasarjana Universitas Warmadewa dalam rangkaian HUT ke-9 melalui Prodi Magister Sains Pertanian (PS-MSP) bekerjasama dengan DPD-HKTI Bali dan Universitas Dwijendra Denpasar menyelenggarakan Webinar pada Jumat 28 Mei 2021 dengan tema “ Strategi Mewujudkan Sektor Pertanian Sebagai Pondasi Struktur Pembangunan Ekonomi Bali”.  Kegiatan Webinar ini juga sekaligus memperingati HUT HKTI ke-48, sebagai wujud peran HKTI dalam membangkitkan sektor pertanian di Bali.

Kegiatan Webinar dibuka oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Warmadewa yang diwakili Sekretaris PPs Unwar Dr. Putu Suyatnayasa, SE., MSi. Dalam sambutannya menyatakan sangat mendukung webinar ini yang khusus membangkitkan sektor pertanian sebagai pondasi pembangunan ekonomi kedepan, karena salah satu pilar ekonomi dari sector pertanian harus sejajar dengan pilar ekonomi dari sektor pariwisata. Menurutnya pada kondisi yang dialami saat ini sektor pariwisata sangat terpuruk, maka membutuhkan kuatnya sektor pertanian dan terbukti masih mampu menopang perekonomian Bali.

Disatu sisi Ketua DPD-HKTI Bali Prof. Dr. Nyoman Suparta, MS., MM. dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian webinar Ii yang dilaksanakan di Pascasarjana Universitas Warmadewa, sebagai kelanjutan webinar I yang dilaksanakan oleh Universitas Dwijendra, lebih menekankan pada pembahasan penguatan kelembagaan subak, inovasi industri, dan penguatan agribisnis sektor pertanian sehingga betul-betul sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Bali disamping sektor pariwisata.

Baca :   Todaro Bab 12 Ekonomi Pembangunan

Pakar subak dan pemerhati pertanian Bali Prof. Dr. Wayan Windia, dan Dr. Ir. Ketut Suamba, MSi. juga sebagai akademisi di FP Unud sebagai narasumber mengatakan bahwa kalau ingin kedepan sektor pertanian sebagai pondasi pembangunan ekonomi Bali, maka organisasi subak di Bali harus lebih dikuatkan dengan tetap mempertahankan elemen yang ada dalam subak dipertahankan. Harus ada sinkronisasi dan koordinasi antara subak, desa adat dan desa dinas yang selama ini terkesan bahwa subak berjalan sendiri, sehingga adanya gempuran dari luar memiliki kekuatan untuk mempertahan eksistensi subak. Disatu sisi Perda No. 9 tahun 2012 masih terkesan melemahkan peran subak di Bali, dimana hilangnya peran dari Sedahan Agung dalam struktur organisasi subak di Bali, maka perlu ada revisi.

Sebagai praktisi dibidang pertanian Dr. Ir. Wayan Alit Artawiguna, MS., yang juga peneliti di BPTP Bali sebagai pembicara II mengatakan bahwa perekonomian Bali selama ini terlalu menggantungkan sektor pariwisata tidaklah salah karena telah menyumbang PDRB Bali yang paling besar, akan tetapi sektor pertanian juga harus dikuatkan sebagai pondasinya perekonomian di Bali terutama pada kondisi yang ada saat ini. Penguatan sektor pertanian Bali harus dibarengi dengan penerapan berbagai inovasi dan teknologi dari hulu dan terutama di hilir. Petani tidak lagi hanya terbatas  menguasi kemampuan on-farm saja, tapi juga menguasai teknologi di hilir dalam pengolahan sebagai nilai tambah produk yang dihasilkan. Sebagai contoh di sector perkebunan tanaman coklat, dengan teknologi pengolahan akan mampu menjadi komoditi eksport dengan peluang pasar yang masih besar yang telah beliau lakukan saat ini paparnya.

Sementara dari Rektor Universitas Dwijendra Dr. I Gede Sedana, MSc. Sebagai pembicara yang menyoroti penguatan pertanian sebagai pondasi perekonomian Bali, harus dibangkitkan kemampuan agribisnis dalam kelembagaan subak, yang diistilahkan dengan sistim agribisnis inclusive dalam subak, kalau kita ingin penguatan sektor pertanian sebagai pondasi perekonomian Bali kedepan. Harus dirubah peran subak hanya sebagai socio cultural religious agriculture menjadi socio cultural religious economic agriculture.

Baca :   Teori Ekonomi Dan Kebijaksanaan Pembangunan

Webinar yang dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Nyoman Rai, MS., dalam diskusi yang cukup kondusif dari para peserta seminar, hampir semua berpandangan bahwa : 1) untuk menjadikan sector pertanian menjadi pondasi struktur pembangunan ekonomi Bali, maka subak harus diperkuat baik dari sisi lembaganya, regulasinya, dalam pengaturan tata air, dan peran dalam sistim agribisnis, two) penguatan sektor pertanian harus diikuti oleh penguasaan inovasi dan teknologi dari hulu sampai hilir, sehingga petani menikmati hasil yang layak, tidak hanya dinikmati oleh para pemodal, 3) oleh karena itu maka para petani dan subak harus menerapkan prinsip-prinsip agribisnis.

Sebagai akhir dari kegiatan webinar, ditutup oleh Ketua Program Studi Magister Sains Pertanian-Program Pascasarjana Unwar Dr. Ir. I Dewa Nyoman Sudita, Yard.P., berharap rumusan hasil webinar 2 ini bisa digabungkan dengan webinar I yang dilaksanakan di Universitas Dwijendra dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah Bali.

Humas Unwar Melaporkan



BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA


Contoh Rencana Ekonomi Pembangunan Di Bali

Source: http://warmadewa.ac.id/berita/detail/1496/Strategi-Mewujudkan-Sektor-Pertanian-Sebagai-Pondasi-Struktur-Pembangunan-Ekonomi-Bali.html

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …