Kasus Peranan Pemasaran Agribisnis Dalam Pembangunan Ekonomi

Kasus Peranan Pemasaran Agribisnis Dalam Pembangunan Ekonomi


http://agrindoforlife.blogspot.com/2014/10/kebijakan-pemerintah-di-sektor-pertanian.html

Pemasaran berperan dalam pembangunan pertanian. Perbaikan sisitem pemasaran disektor pertanian mendorong pada peningkatan produksi melalui efek langsung dan efek tidak langsung.  Efek langsung terjadi karena pemasaran menambah harga di tingkat produsen melalui turunnya biaya pemasaran; sedangkan efek tidak langsung terjadi karena adanya perluasan pasar yang disebabkan konsumen dapat menerima harga lebih rendah yang pada akhirnya menaikkan jumlah permintaan konsumen dan harga di tingkat produsen (Mellor, 1996).  Disisi lain, kondisi struktur pasar yang dihadapi produsen yang cenderung oligopoly atau monopoli telah memperparah posisi produsen dan seringkali menjadi penyebab tidak berkembangnya usaha produsen kecil untuk meningkatkan harga jualnya.

Untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat ini, pemasaran mempunyai peran penting dalam meningkatkan daya saing produk, mengingat pada saat ini produk domestic kalah saing dengan produk impor, karena lemahnya sisitem pemasaran yang terjadi.  Lemahnya system pemasaran tersebut akan memperlemah daya saing yang kemudian akan mengurangi pertumbuhan ekonomi suatu daerah.  Teori perdagangan internasional yang dikemukakan oleh Porter (1990) menunjukkan bahwa sumerdaya yang melimpah tidak secara otomatis membuat suatu negara akan mempunyai keunggulan kompetitif.  Globalisasi perdagangan bebas menyebabkan timbulnya arus barang produk pertanian, baik produk primer mapun produk olahan dari impor dan ekspor yang tinggi.  Oleh karenanya, koordinasi distribusi barang ke konsumen yang semakin efektif dan efisien sangatlah dibutuhkan.

Revolusi system pemasaran dari pasar yang tidak terorganisasi (unorganized market) ke pasar yang terorganisasi ( organized market), terutama arrangement pasar tradisional ke arrangement pasar modern, mengakibatkan perubahan  berbagai kegiatan dalam upaya standarisasi produk yang dijual.  Misalnya, tersedianya produk pertanian baik principal, intermediate, maupun finishing production yang disediakan dengan standar yang diinginkan konsumen.  Sementara itu, revolusi arrangement pemasaran yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendirian pasar terminal agribisnis.  Pasar ini memerlukan berbagai perubahan, sehingga organisation pemasaran yang diselenggarakan menjadi lebih efisien jika dibandingkan pasar lain.

Baca :   Perbedaaan Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi

Pemasaran agribisnis/usaha pertanian mencakup segala kegiatan dan usaha yang berhubungan dengan perpindahan hak milik dan fisik dari barang-barang hasil pertanian dan kebutuhan usaha pertanian dari tangan produsen ke konsumen, termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan, serangkaian jasa-jasa tertentu yang menghasilkan perubahan (bentuk, waktu, tempat, atau hak milik) dari barang, yang dtujukan untuk lebih mempermudah penyaluranya dan memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada konsumennya. Dalam roses penyaluran barang-barang sebelum diterima oleh konsumen, telah mengalami proses pengumpulan (concentration), proses penyeimbangan (equalization), proses penyebaran (dispertion) dengan pedagang besar (wholesaler) sebagai titik akhir pengumpulan (wholesaler receiver) dan titik awal penyebaran (wholesaler benefactor).  Adanya interaksi antara permintaan dan penawaran terjadi pembentukan harga keseimbangan.  Mergin pemasaran adalah perbedaan antara harga eceran ( permintaan primer) dan harga pada tingkat petani (permintaan turunan).  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan petani ( internet farm income) adalah; volume produk yang dijual, harga produk, biaya prouksi dan pemasaran produk.  Dalam kontek pemasaran terdapat tiga strategi utama, yaitu; a) strategi biaya murah tanpa mengabaikan kualitas produk, dengan cara melakukan efisiensi biaya produksi, b) strategi diferensiasi produk, produk inti, produk formal, dan produk keseluruhan (augmented product) dan c) strategi fokus.

Efisiensi pemasaran adalah peningkatan rasio output/input yang umumnya didapat dicapai dengan salah satu dari empat:

  1. output tetap konstan, sedangkan input turun,
  2. output naik, sedangkan input tetap konstan,
  3. output naik dalam tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan input, dan
  4. output turun dalam tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat penurunan input.

Ada dua macam efisiensi pemasaran:

  1. efisiensi operasional yang mengukur produktifitas pelaksanaan fungsi pemasaran,
  2. efisiensi harga yang mengukur bagaimana harga pasar mencerminkan biaya produksi dan biaya pemasaran secara memedai pada seluruh system pemasaran.
Baca :   Apa Saja Manfaat Peningkatan Peran Swasta Dalam Pembangunan Ekonomi

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penyuluh pertanian perlu mempunyai pengetahuan pemasaran dan kemampuan menganalisis serta memecahkan permasalahan khususnya di sektor pertanian.

(KHAIRUL AMRI)

Kasus Peranan Pemasaran Agribisnis Dalam Pembangunan Ekonomi

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90001/Efisiensi-Pemasaran-Agribisnis/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …