Kegiatan Kelitbangan Dibidang Ekonomi Dan Pembangunan

Kegiatan Kelitbangan Dibidang Ekonomi Dan Pembangunan

BAPPEDA-LITBANG INDRAMAYU – Bappeda-Litbang menyelenggarakan kegiatan diseminasi kelitbangan dengan tema “Peran Kelitbangan dalam Mendorong Kebijakan Pemerintah Daerah yang Berbasis Penelitian dan Inovasi Daerah”. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Bappeda-Litbang ini diselenggarakan pada Rabu, sixteen Nov 2022 di Hotel Handayani dengan dihadiri oleh para narasumber yang berasal dari BRIN, Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah Provinsi Jawa Barat, Ketua Plan Studi UPN Veteran Jakarta, Peneliti Indramayu, dan Peneliti dari Universitas Wiralodra, serta dihadiri oleh Perangkat Daerah dan Camat di wilayah Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Pemaparan Sesi one dimoderatori oleh Peneliti Bappeda-Litbang, Titan Listiani, S.Si., MMG., MT., Ph.D, dengan tiga narasumber pertama. Suripto, S.Sos., MAB, peneliti madya dari BRIN menyampaikan terkait Peran dan Fungsi Badan Riset dan Inovasi Daerah. Suripto, S.Sos., MAB menyampaikan bahwa Penelitian, Pengembangan dan Inovasi sangat penting dalam pembangunan daerah didukung dengan adanya komitmen. Kebijakan dan Strategi Pemerintah sudah banyak akan tetapi pelaksanaanya selama ini masih banyak kendala. Salah satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan membentuk BRIDA. Peran Litbang menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan dan inovasi, sehingga riset yang dilakukan harus searah dengan RPJMD masing-masing Daerah dan dilakukan evaluasi secara berkala. Setiap kebijakan harus memiliki telaah staff atau naskah akademik. Pembenahan dan tata kelola di Jawa Barat dan Indramayu sudah baik di dukung dengan kebijakan yang inovatif akan tetapi masih rendahnya kolaborasi, penelitian dilakukan secara “mandiri” atau kurangnya kolaborasi antara lembaga riset instansi pemerintah, PT, dan perusahaan swasta.

Pemaparan selanjutnya adalah dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, South.T., M.T. Linda menyampaikan terkait Kebijakan dan Inovasi Daerah Berbasis Kajian dan Penelitian. Menurut Linda, tantangan Litbang itu berbeda disetiap Litbang Pemda, Litbang M/L, maupun Litbang perguruan tinggi. Target litbang Pemda yang pertama adalah permasalahan yang ada di depan mata kemudian dianalisis dan dikeluarkan rekomendasi-rekomendasi dan mengeluarkan kajian-kajian yang lebih umum untuk pemerintah daerah terkait pengembangan kebijakan.

Baca :   Pembangunan Jalan Tol Untuk Ekonomi Berkelanjutan

Pemaparan selanjutnya adalah dari Kepala Program Studi UPN Veteran Dki jakarta, Dr. Nur Intania Sofianita, S.I.Kom., MKM. Menurut Nur Intania, terdapat peningkatan pengetahuan dan praktik dalam kegiatan pelatihan kader posyandu ini sangat penting dilaksanakan secara rutin, agar meminimalisir salah ukur, salah ukur dan salah hitung, data yang didapatkan valid, skrining balita dan anak stunting tepat sehingga langsung merujuk atau melaporkan ke pihak terkait untuk diberikan penanganan selanjutnya. Sehingga, rekomendasi program yang dapat disampaikan Nu Intania adalah pelaksanaan update skill kader posyandu pengukuran antropometri (berat badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar lengan bumil, busui, WUS dan balita) dapat dilaksanakan secara rutin agar menghasilkan pengukuran yang valid dan akurat.

Pemaparan Sesi two dimoderatori oleh Perencana Ahli Madya, yaitu Mukhayat, S.STP., Thousand.Si dengan tiga narasumber kedua. Narasumber pertama dari Peneliti Indramayu, Supali Kasim, M.Pd. yang menjelaskan terkait Kajian Sejarah Indramayu. Supali menjelaskan mengenai Masa Awal (Hingga abad ke-17) yang ditandai dengan Cimanuk telah dikenal pelaut asing, pengaruh beberapa kerajaan di Pulau Jawa, Detemukan beberapa situs, kemudian Periode Kedua (abad ke-17 hingga ke-19), nama Indramayu sudah dikenal (dengan beberapa varian), Wiralodra prajurit Mataram ikut penyerbuan ke Batavia 1628-1629, Wiralodra menjadi Bupati 1678-1682, serta Periode Ketiga (abad ke-xix hingga ke-20), pengaruh Hindia Belanda dalam pengaturan luas wilayah Indramayu, Masa pemerintahan trah Wiralodra berakhir.

Pemaparan selanjutnya adalah dari Siti Pangarsi Dyah Kusuma Wardani, S.Sit down., MKM, yang menjelaskan terkait Hasil Survei Indeks, Ketahanan Keluarga Tahun 2022. Indeks Ketahanan Keluarga di Kabupaten Indramayu sebesar 87,57 termasuk kategori sangat tinggi selaras dengan hasil survey dimana Indramayu tertinggi se-Jawa Barat. IKK Kab. Indramyau tertinggi berdasarkan tipe keluarga berada pada tipe 3 yaitu keluarga lengkap terdiri dari Bapak, Ibu dan minimal 1 (satu) anak yang masih tinggal serumah atau sekolah diluar rumah, tidak mempunyai lansia. Dengan IKK tingkat kecamatan yang tertinggi berada di Kecamatan Widasari dan terendah di Kecamatan Balongan. Menurut Siti, karena masih besarnya angka keluarga dengan IKK sangat rendah dan rendah menunjukan perlunya perhatian dan dukungan program untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

Baca :   Makalah Permasalahan Ekonomi Pembangunan Di Negara Berkembang

Pemaparan terakhir adalah dari Peneliti universitas Wiralodra, Dr. Asep Suherman, Ir., MP. yang membahas terkait Kajian Indramayu Lumbung Pangan Nasional. Menurut Asep, Kabupaten Indramayu layak sebagai Lumbung Pangan Nasional berdasarkan kondisi eksisting, karena memiliki sumber daya lahan sawah yang luas dan didukung prasarana dan sarana sumber daya pengairan yang memadai, serta dukungan regulasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B (Perda Kab. Indramayu No.xvi Tahun 2013). Dijelaskan juga bahwa Komoditas unggulan Pertanian Kabupaten Indramayu yang surplus meliputi padi, jagung, ikan, daging unggas, dan telur. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat pembangunan ILPN di Kabupaten Indramayu, di antaranya: (one) lemahnya SDM pertanian; (two) kelembagaan pertanian yang kurang efektif dan dinamis; (3) keterbatasan sarana dan prasarana budidaya dan pasca panen, (four) lemahnya koordinasi antar instansi dan stakeholeders; (5) budaya masyarakat yang sulit berubah; dan (six) keterbatasan dukungan anggaran sektor pertanian. Sehingga rekomendasi dari Asep adalah adanya pengembangan produksi tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan, pengembangan sarana produksi tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan. pengembangan pasca penen dan industri tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan. pengembangan SDM dan kelembagaan pertanian dan perikanan. pengembangan pemasaran komoditi pertanian dan perikanan. pengembangan infrastruktur pendukung, serta penguatan aspek legal, riset dan Kerjasama.

Diharapkan kegiatan diseminasi kelitbangan ini dapat terus diakukan di tahun-tahun berikutnya, serta seluruh kajian tentang Kabupaten Indramayu dapat terus tersalurkan untuk menjadikan kajian-kajian di Indramayu dapat bermanfaat khusunya bagi masyarakat Indramayu, untuk mewujudkan Indramayu Bermartabat. (Bidang Litbang. eleven/2022)

Kegiatan Kelitbangan Dibidang Ekonomi Dan Pembangunan

Source: https://bappeda.indramayukab.go.id/diseminasi-hasil-kelitbangan-peran-kelitbangan-dalam-mendorong-kebijakan-pemerintah-daerah-yang-berbasis-penelitian-dan-inovasi-daerah/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …