Ketidakmampuan Dan Ketidaktangguhan Indonesia Dalam Pembangunan Ekonomi

Ketidakmampuan Dan Ketidaktangguhan Indonesia Dalam Pembangunan Ekonomi

Rektor IPB Academy Arif Satria mengatakan, IPB University telah menghasilkan banyak teknologi pertanian diantaranya 57 varietas unggulan, platform baru untuk mendeteksi konversi lahan secara
real time, teknologi
smart seed
untuk mendeteksi kelayakan lahan bagi pengembangan komoditas tertentu dengan menggunakan satelit, dan lainnya. Jadi persoalan pertanian tidak hanya pada masalah teknologi karena teknologi pertanian yang dihasilkan oleh para ilmuwan sudah banyak. Namun yang menjadi persoalan saat ini adalah faktor diluar pertanian, diantaranya persoalan pasar, logistik, dan kebijakan. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah membangun akselerasi, kolaborasi dan sinergi serta melakukan transformasi pertanian agar pelaku-pelaku pertanian bisa mengaplikasikannya sehingga dapat meningkatkan daya saing produk-produk pertanian, ungkap Arif Satria saat membuka 17thStrategic Talk
berjudul “Membangkitkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Perdesaan” yang diselenggarakan secara daring oleh Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB Academy pada Senin (01/02/2021).

Persoalan pertanian di pedesaan juga dikemukakan oleh Kepala Pusat LPPM IPB Ernan Rustiadi, yaitu kita masih menghadapi stigma bahwa perdesaan identik dengan kemiskinan, ketidakmampuan, rendahnya produktivitas dan nilai tukar.

Ia juga mengatakan agregat dalam menilai perkembangan desa yang digunakan selama ini yaitu indikator Desa Membangun dan Indeks Desa pada batas tertentu hal ini dianggap dapat menyesatkan karena setiap desa spesifik. IPB memandang penting
Paradigma baru dalam Pembangunan Perdesaan Indonesia.
Strategi dalam membangun desa yakni penting pendekatan tipologi desa. Sebab sebanyak 86 persen pedesaan di Wilayah NKRI tipologinya yaitu pertanian sisanya desa industri, desa tambang, desa wisata, desa kerajinan dan tipologi lainnya.

Pemanfaatan tipologi Desa berdasarkan aktivitas utamanya akan membuat konteks spesifik dan multisektoral dalam penentuan kebijakan pembangunan Perdesaan dapat tercapai dengan lebih baik. Selain itu melalui proses pentipologian, keterkaitan antara Desa-kota sebagai suatu
network regional
dan prioritas pembangunan dalam konteks regional maupun nasional juga dapat lebih diperhatikan.

Baca :   Menurutmu Apa Peran Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Ekonomi

Rekomendasi Kebijakan yang diusulkan dalam forum
strategic Talk
dalam upaya
Membangkitkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Perdesaan,
yaitu: pada
Jangka Pendek
Stimulus Ekonomi dari sisi permintaan dan pasokan komoditas/sektor berbasis perdesaan. Peran Bumdes/Bumdesma sebagai penggerak ekonomi perdesaan ditingkatkan dengan dukungan stimulus produktif untuk memperbaiki sistem produksi pada industri & jasa berbasis sumberdaya lokal serta memperkuat sistem logistik perdesaan.

Pada
Jangka Menengah,
yaitu mengembangkan information desa presisi sebagai platform sistem informasi pembangunan perdesaan secara partisipatif danberbasis digital.Memperkuat dan mengembangkan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang didukung data desa presisi berbasis integrasi adaptasiperubahan iklim dan sistem informasi yang kuat. Memperbaharui kebijakan desentralisasi fiskal yang inklusif dan berkelanjutan di perdesaan dan membangun APBDesyang berkualitas sebagai bentuk strategi investasi di perdesaan yang bersinergi dengan APBD.
Membangun ekosistem bisnis berbasis digital yang handal yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas,
sertamengembangkan jaringan informasi logistik perdesaan serta infrastruktur yang mendukung untuk meningkatkanmobilitas atau pertukaran antar sektor dan antar wilayah.

Pada
Jangka Panjang
pentingnya Pergeseran
Mindset
yaitu reorientasi definisi, peran dan paradigma perdesaan dalam sistem pembangunan yang menempatkan desa dan perdesaan setara perkotaan yang berdaya saing, layak investasi serta sebagai sumber dan pusat pertumbuhan wilayah dan nasional dan Membangun
Community Investment Area. ujar Kepala Pusat LPPM IPB Eranan Rustiadi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM dalam percepatan pemulihan dan peningkatkan daya saing melakukan intervensi kebijakan di sisi hulu (supply) dan hilir (demand). Di hulu telah dilakukan pembiayaan bagi UMKM yang
bankable
dan
unbankable
dan melakukan pelatihan bagi UMKM di 71 Lokasi wilayah NKRI guna meningkatkan kualitas SDM dan produk UMKM guna mempersiapkan UMKM masuk ke ekosistem digital sedangkan di hilir membuka akses pasar bagi produk UMKM baik pasar lokal maupun global.

Baca :   Apa Itu Ekonomi Pembangunan Dan Mengapa Diperlukan

Muhammad Qodari
pengamat kebijakan politikmengatakan Pertanian sebagai sebuah kebijakan adalah produk dari beberapa variabel, sehingga ada lima aspek yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan yaitu konstelasi kekuatan politik yang didalamnya ada eksekutif (Presiden, Menteri) dan legislatif (kursi partai di DPR), teori dan kajian akademik (universitas, pakar dan buku), Opini/aspirasi publik, birokrasi sebagai pelaksana, dan Swasta/bisnis/perusahaan yang sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi desa.




Ketidakmampuan Dan Ketidaktangguhan Indonesia Dalam Pembangunan Ekonomi

Source: https://dpis.ipb.ac.id/membangkitkan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-dari-perdesaan/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …