Kondisi Pembangunan Ekonomi Di Jawa

Kondisi Pembangunan Ekonomi Di Jawa


Oleh: Nurul Kurniasih, S.ST
Statistisi Muda di BPS Kota Pekalongan

BANYAK
cara untuk melihat kinerja pembangunan di suatu wilayah. Salah satu metode umum yang diakui dunia yaitu menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Evolution Index (HDI). Di Republic of indonesia, IPM juga sudah secara rutin digunakan pemerintah untuk mengevaluasi kinerja pembangunan di berbagai sektor, dan oleh karenanya faktor-faktor penentu IPM menjadi target sasaran pembangunan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Ada tiga aspek utama yang menjadi komponen IPM yaitu dimensi umur panjang dan hidup sehat masyarakat yang tercermin dari Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH), dimensi pengetahuan yang tergambarkan dari angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) serta dimensi standar hidup layak yang dihitung dari pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan.

Ketiga aspek tersebut merupakan penentu ukuran keberhasilan upaya pembangunan kualitas hidup manusia pada suatu wilayah. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan IPM untuk tahun 2020 berada di posisi 71,87. Meskipun terimbas wabah Covid-19, IPM Jawa Tengah tahun 2020 masih mampu tumbuh positif 0,xiv poin, dari 71,73 poin pada tahun 2019. Dari angka IPM di atas dapat diartikan bahwa status pembangunan manusia Jawa Tengah pada tahun 2020 masih bertaraf tinggi.

Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Tengah

Jika diamati dari ketiga komponen pembentuk IPM, kenaikan angka IPM Jawa Tengah disebabkan oleh positifnya komponen dimensi umur panjang & hidup sehat dan komponen dimensi pengetahuan. Sedangkan untuk komponen dimensi hidup layak di Jawa Tengah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya. Hal ini sangat wajar mengingat kondisi perekonomian di Jawa Tengah maupun nasional pada umumnya sedang mengalami kesulitan setelah diterjang oleh pandemi Covid-xix.

Baca :   Pembangunan Jawa Barat Harus Mengikutsertakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Dilihat lebih jauh, Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) masyarakat Jawa Tengah tahun ini mengalami kenaikan sebesar 0,14 tahun menjadi 74,37 tahun. Tren angka UHH terus mengalami peningkatan pada satu dekade terakhir. Pada dimensi pengetahuan, terjadi peningkatan baik dari sisi Harapan Lama Sekolah (HLS) maupun Rata-rata Lama Sekolah (RLS). HLS Jawa Tengah tahun 2020 tumbuh 0,16 persen. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang bersekolah selama 12,seventy tahun, atau meningkat 0,02 tahun dibandingkan pada tahun 2019 yaitu selama 12,68 tahun. Sedangkan RLS Jawa Tengah tahun 2020 tumbuh ii,12 persen. Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,69 tahun (SMP kelas 1), atau meningkat 0,16 tahun dibanding tahun 2019.

Sayangnya pertumbuhan positif pada dimensi umur panjang & hidup sehat dan dimensi pengetahuan tidak diikuti oleh dimensi standar hidup layak. Kondisi perekonomian nasional yang berada di ambang resesi akibat serangan pandemi Covid-xix membuat pengeluaran per kapita masyarakat menurun. BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Jawa Tengah turun sebesar 172 ribu rupiah dibanding tahun lalu. Pada tahun 2020 pengeluaran per kapita masyarakat Jawa Tengah menjadi 10,930 juta rupiah.

Terjangan wabah Covid-19 yang masih terus berlanjut tanpa kejelasan kapan berakhirnya membuat sektor perekonomian semakin lesu. Banyak usaha yang mengalami penurunan pendapatan luar biasa bahkan ada yang sampai mengurangi tenaga kerjanya secara besar-besaran karena tak mampu lagi menanggung beban operasional.

Akibatnya angka pengangguran meningkat dan imbasnya daya beli masyarakat kian menurun. Ketidakpastian kondisi perekonomian pada kondisi pandemi ini membuat sebagian besar masyarakat memilih untuk menabung dibanding membelanjakan uangnya untuk konsumsi.

Baca :   Apa Yang Dipelajari Di Ilmu Ekonomi Pembangunan

Meski begitu, kondisi pembangunan manusia di Jawa Tengah menjadi angin segar di tengah pandemi Covid-19. Selain status pembangunan manusia yang tinggi dan meningkatnya angka IPM, ternyata angka disparitas IPM di Jawa Tengah juga membawa kabar bahagia. Gap antara IPM tertinggi dan terendah pada tahun 2020 sebesar 17,03 poin lebih rendah dibandingkan dengan gap tahun 2019 yang besarnya 17,07 poin.

Hal ini mengindikasikan kondisi pandemi Covid-nineteen tidak menyurutkan langkah pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah. Semoga pada tahun 2021, wabah Covid-xix bisa segera diatasi sehingga kondisi perekonomian masyarakat bisa pulih kembali dan bisa membawa pembangunan manusia di Jawa Tengah lebih melesat lagi.
Jatengdaily.com–st

Kondisi Pembangunan Ekonomi Di Jawa

Source: https://jatengdaily.com/2020/indeks-pembangunan-manusia-jateng-melesat-saat-pandemi-covid-19/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …