Mata Kuliah Io Ekonomi Pembangunan

Mata Kuliah Io Ekonomi Pembangunan

Input output merupakan teknik baru yang diperkenalkan oleh Profesor Wassily West. Leontief pada 1951. Teknik ini dipergunakan untuk menelaah hubungan antar industri dalam rangka memahami saling ketergantungan dan kompleksitas perekenomian serta kondisi untuk mempertahankan keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Teknik ini juga dikenal sebagai “analisa industri”.

Menurut Profesor J.R. Hicks input adalah “sesuatu yang dibeli untuk perusahaan”, sedang output adalah “sesuatu yang dijual oleh perusahaan”. Input diperoleh tetapi output diproduksi. Jadi input merupakan pengeluaran perusahaan, dan ouput merupakan penerimaannya. Jumlah nilai uang dari input merupakan biaya total suatu perusahaan dan jumlah nilai uang dari output merupakan total penerimaan.

Sebagian besar kegiatan ekonomi memproduksi barang-barang antara (input) untuk digunakan lebih lanjut dalam pembuatan barang-barang akhir (output). Pada hakikatnya, analisa input-output mengandung arti bahwa dalam ekilibrium jumlah nilai uang antar industri dan jumlah nilai uang ouput antar industri.


ane.


Due south
truktur
pdue eastrekonomi
an

t
ersusun
dari

b
eastwardrbagai
southwardeastwardktor/industri

y
a
n1000

s
atu
sama lain beastwardrintdue eastraksi
k
elalui
transaksi
jual beastli.




2.


Output
suatu
due southektor

akanorthward
didistribusikan
de
n
g
anorthward
jalanorth
dijual

k
epa
da
seast
ktor– sektor
lainn
ya

d
anorth
untuk
memenuhi
permintaan

akhir,
baik

y
a
northwardg
b
era
s
al

d
ari rumah tangm
a(C),
pemerint
ah (Thousand),


investasi
(
I),
maupun permintaanorth

e
chiliadspor (X).




3.


I
nput
suatu
sektor
didap
atkan
deast
ngan

ca
ra
me1000bdue eastli
bahan
baku

d
ari

due south
eastktor– due southektor



lainnorthward
y
a,


d

ari


r
umah



tanorth1000ga



(dalam



bentuk



jasa
ten
a
chiliada




k
erja), pemerint
ah
(misalkanorth

south
aja dalam
bentuk
pemba
y
ar
an

p
ajak tidak
lan
msunorthwardg), pe
northward
yusut
an, surplus usaha
serta impor
(
Chiliad).




4.


Hubungan
antara
input
dengan output

adalah linier.




5.


Analisister


model


dififty
akug
an


pada


kurun


waktu


tertentu



(biadue southa
n
ya


se
t
ahun) dim
ana

amanorth
southwardelalu
didapat
identit
as
bahwa
tot
a50
input
sama
deastnorthone thousand
an
tot
al output.




vi.


S
uatu


southwardektor


dianggap


terdiri


dari


satu



a
t
au



b
ebera
pa


perusaha
an



d
eastward
north
k
an keastwardtentuan
utama
ba
hwa
output

y
a
northk dihasilkan
oleh
peastwardrusa
h
aa
n

p
erusa
h
aan terseastwardbut diproduksi oleh
satu
ting1000at
t
eknolo
one thousandi

y
ang
sama.

Analisa input-output merupakan varian terbaik ekilibrium umum. Sebagai varian terbaik memiliki tiga unsur utama”:


1.


Analisa input-output memusatkan perhatiannya pada perekonomian dalam keadaan ekilibrium. Unsur ini tidak dijumpai didalam analisa ekuilibrium parsial.


2.


Ia tidak memutuskan dirinya pad analisa permintaan tetapi pada masalah teknik produksi.


3.


Analisa ini didasarkan pada penelitian empiris.


one.


Keseluruhan perekonomian dibagi kedalam dua sektor yaitu “sektor antar industri” dan “sektor permintaan akhir”, yang masing-masing dapat dibagi-dibagi ke dalam subsektor.


ii.


Output full tiap sektor antar industri pada umumnya dapat dipergunakan sebagai input oleh sektor antar industri lain, oleh sektor intu sendiri dan oleh permintaan akhir.


3.


Masing-masing industri hanya memproduksi datu produksi homogen.


4.


Harga permintaan konsumen dan persediaan faktor adalah tertentu (given).


5.


Perbandingan antar hasil dan skala bersifat konstan.


six.


Didalam produksi tidak terdapat ekonomi dan disekonomi eksternal.


7.


Kombinasi input diterapkan dalam proporsi yang ditetapkan secara ketat. Proporsi input terhadap output senantiasa konstan.

Dengan kata lain tidak ada substitusi diantara berbagai bahan dan tidak ada kemajuan teknologi. Koefisien input produksi juga tetap.
Analisa input-output terdiri dari dua bagian yaitu penyusunan input-output dan penggunaan model input-output.


Southward



tr
uktur
A
northalisis

I
np
u
t
Output






Tujuanorth


utama
dari



ana
lisis



Input
Output



adalah


men1000
h
asilkan


1000ambaran
aliran

antar industri
industri
untuk menone thousandhasififtykanorthward
grandeluaran
(produk)
ba
gi
suatu
southeastwardktor tertentu
atau


menj
eastlask
an be
south
aranorthward

a50iran

antar
industri dalam hubunga
nn
ya
de
ngadue north tidue northgrandkat
produksi
dalam
sdue eastti
ap
southektor.
An
alisister
dil
akukadue north da
l
am
suatu
pe
riode due westaktu tertentu, biasa
n
ya
dalam

t
ahunan. An
a50isis

y
a
northg diperoleh

adalah
gagb
aran statis selama
peastwardriode
waktu anorth
alisisouthward.



Adapun 3 mac
ag kl
asifikasi hubungan

Input
Output

y
aitu :




1.


Hubungan

L
a
n
thousunorthward
g,

a
d
alah
pe
nchiliadaruh

y
a
nchiliad southdue east
ca
ra
lan
thousandsudue northk dir
asakanorth
oleh
southwardektor
y
a
northwardg menggunorthward
akan
input
dari
output


seastwardktor

y
a
ng
bersa
north
mkutan.



Misafiftyn
y
a,
malau industri
konveksi
menaikkan produksin
ya
m
enjadi
dua thouali
lipat
maka pe
rkintaanorthward
akan
beastna
north
m,
tekstil,
danorthward
kancing juga

athousandadue north
northwardaik
lebih
kurang dua
mali
lipat. Geastwardnorthwardaikan


industri
tekstil
pasti

a
k
an
bdue eastrpeastward
nkaruh
t
eastrha
d
ap
industri
laindue north
y
a,
seastwardperti penga
northward
yardkutan.




ii.


Hubungan
tidak
lanyardsunorth
g,

ada
l
ah
peastward
n
1000
aruh
terhadap
industri

y
a
northyard output
northward
ya
tidak diguna
k
an
se
b
a
yard
ai
input ba
yardi

k
eluar
an
industri

y
a
ngrand

b
ersa
n
kkutan.


Misaln
y
a, peastngaruh industri konvechiliadsi
t
eastwardrhadap industri jasa

p
eastnorthg
a
n
gkutan.



Misaln
y
a,
p
eningthousandatan
reproduksi
sektor
industri
tertentu

akanorth
menin
gkatkan
pe
northwarddapatanburuh
industri,

atau
pe
northingkatan
jumlah
buruh

y
a
ng
berarti
pula

p
due eastdue northingka
t
anorthward due southejumlah
buruh
tersemerely.
Dengan
pening
chiliad
atan
pendapatan
ini
maka
peast
rgintaan
atau kebutuhan
b
eras
d
a
p
at naik.



Untuk mendapatkan mod
el aliranorthward input
output


dibutuhkadue north:




1.


Transaksi
bara
ng

d
an
jadue southa

y
a
nk
terjadi

antar

produsen

d
an
supplier pada
periode
waktu

y
a
none thousand diamati.




ii.


One thousandebutuhan
lan
gsunorthg
input

y
a
ng
diperlukan

s
atu

produsen untuk
thou
enorthwardkhasilthousandan
south
atu unit produk dari
supplier
lanchiliadsun
g
northward
y
a.




3.


Grandebutuhan

1000
due eastsdue eastluruhan
menunjukkan
input

y
a
due norththousand
diperlukanorth baik
l
adue northgsunone thousand
maupun tidak lan
gsudue northg
untuk
yard
enorthward1000hasilthousandanorthward
produk.





Tabel I-0 adalah suatu sistem informasi statistik yang disusun dalam bentuk matriks yang menggambarkan transaksi barang dan jasa antar sektor-sektor ekonomi. Aspek yang ingin ditonjolkan oleh tabel I-0 adalah bahwa setiap sektor mempunyai keterkaitan

atau

ketergantungan dengan sektor lain. Seberapa besar ketergantungan suatu sektor ditentukan oleh besarnya input yang digunakan dalam proses produksinya. (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Kutai Kartanegara, 2007).

Untuk memberikan gambaran Tabel Input-Output, berikut diberikan suatu ilustrasi tabel dengan menyederhanakan suatu sistem ekonomi menjadi tiga sektor produksi. Pada garis horizontal atau baris, isian-isian angka memperlihatkan bagaimana output suatu sektor dialokasikan, sebagian untuk memenuhi permintaan antara (intermediate demand) dan sebagian lagi dipakai untuk memenuhi permintaan akhir (last demand). (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Kutai Kartanegara, 2007).


Tabel 1. Ilustrasi Tabel Input-Output





Keterangan :


five


Permintaan antara : Permintaan antara adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang digunakan untuk proses lebih lanjut pada sektor produksi.


5


Permintan akhir : Permintaan untuk konsumsi akhir yang terdiri dari konsumsi rumah tangga, pemerintah, pembentukan modal dan ekspor. Isian angka menurut garis vertikal atau kolom, menunjukkan pemakaian input antara


v


Input primer dalam istilah yang lebih populer disebut nilai tambah.

Setiap angka dalam sistem matriks tersebut mempunyai pengertian ganda. Misalnya di
kuadran pertama
yaitu transaksi antara (permintaan antara dan input antara), tiap angka dilihat secara horizontal merupakan alokasi output suatu sektor kepada sektor lainnya, dan pada waktu yang bersamaan dilihat secara vertikal merupakan input dari suatu sektor yang diperoleh dari sektor lainnya.







Manfaat Tabel Input Output

Berdasarkan Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara (2007), tabel I-O sangat bermanfaat bagi para perencana pembangunan maupun kalangan dunia usaha, diantaranya adalah sebagai berikut.


a.


Menyediakan informasi yang lengkap dan menyeluruh tentang struktur penggunaan barang dan jasa di masing-masing sektor serta pola distribusi produksi yang dihasilkan.


b.


Sebagai dasar perencanaan dan analisis makro terutama yang berkaitan dengan produksi, konsumsi, pembentukan modal, ekspor dan impor.


c.


Sebagai kerangka

atau

model untuk studi-studi kuantitatif, seperti analisis dampak permintaan akhir (konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, pembentukan modal dan ekspor) terhadap penciptaan output dan nilai tambah sektoral, tenaga kerja serta ketubuhan impor; proyeksi ekonomi; serta studi-studi yang bersifat khusus lainnya.


d.


Proses penyusunan Tabel I-0 sekaligus juga dipakai untuk tujuan pengecekan dan evaluasi terhadap konsistensi data sektoral antar berbagai sumber, sehingga berguna untuk perbaikan dan penyempurnaan data dasar dalam penyusunan pendapatan regional.


Langkah-Langkah Analisis Input Output

Analisis
Input output
mencakup
beberapa
perhitungan
dalam
menganalisis
suatu
sektor yaitu:

Dampak
Pengganda
adalah
suatu
dampak
yang
terjadi
baik
secara langsung
maupun tidak langsung terhadap berbagai
kegiatan ekonomi dalam negeri sebagai
akibat adanya perubahan pada variabel-variabel eksogen perekonomian nasional. Untuk
menghitung
matriks
pengganda
dilakukan
melalui
beberapa
tahap
sebagai berikut.


b.


Menghitung matriks koefisien input (matriks A)




Unsur matriks A dapat dihitung dengan rumus:




Keterangan :

aij = koefisien Input sektor ke i oleh sektor ke j

Xij = penggunaan input sektor ke i oleh sektor ke j

Xj = output sektor ke j.


c.


Menghitung Matriks (I-A)

Mengurangkan
suatu
matriks
identitas
(yaitu
matriks
dengan
diagonal
utama bernilai 1 dan unsur-unsur lainnya bernilai 0) terhadap matriks koefisien input.


d.


Menghitung matriks pengganda (B) dan total.

Matriks
pengganda
(B)
dihitung
dengan
cara
menginverskan
matriks
yang diperoleh pada tahap 2 diatas (B = (I-A)-1).

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS INPUT-OUTPUT



Analisis

I
nput
output
menc
akup beastbeastwardrapa

p
erhitunited nationsg
an

d
alam
menkanorthwardalisis
suatu southektor

y
aitu:




i.


Chiliadatriks
P
engganda.



Dampak

P
eastward
due northgg
anda

a
d
alah
suatu
dampak

y
a
due northg ter
j
adi
baik
due southec
ara

l
an1000sung maupun tidayard
lanorthward
gsudue northone thousand

t
due eastrhadap
beastrbag
ai
ke
giatanorth

ekonomi
da
l
am
northwardeastgeri
sdue eastba
thou
ai
akibat
ada
n
ya
perub
ahan
pada
vari
abe
fifty

v
ariabeastwardfifty

e
ksochiliad
edue north
p
erekonomi
an
n
asional.



Untuk
menghitunorthwardchiliad matriks
pengganda
di50
akukadue north
melalui
beastbera
pa
tahap

s
eba
g
ai berikut:



Digana:

a
ij
=
koeastwardfisien

Input segrandtor
ke
i ofifty
eh semtor ke
j

Xij = pe
none thousandyardunaan input
seastwardktor ke
i ol
eh seyardtor
ke
j

Xj =
output
sektor
ke
j


B.


Menchiliadhitunone thousand
Matriks(
I

A)



Men
g
ura
n
gkan
su
atu
matriks
identit
as

(
y
aitu
matriks
dengadue north
dia
gonal
utama bdue eastrnilai 1 dan unsurunsur 50ainn
ya
bernilai 0)
t
eastrhadap matriks koefisien input.


C.


Menghellotung
matriks pengone thousand
anda

(
B) dan tot
al.



Matriks
pengganda

(
B)
dihitung
dengadue north

ca
ra
men1000inverskan
matriks

y
a
northyard diperoleh pada

t
ahap 2 di
atas
(B =

(
I
A)

1


).


2.


Ind
e
yardsouthward Daya
P
east
northye
bar
an
d
an

I
nd
eastward
gs Derajat
Kepekaan







Hubungadue north
antara
output
dan permintaan

akhir
d
a
p
at dijabarkan
sebagai X
=

(I– A)

1


F,
dim
ana X
adalah
5ektor
kolom
dari
output,
F
adalah vdue eastktor kolom
dari permintaan
akhir.







Dari peastwardrs
amaan
t
erse
but
dapat
dilihat bahwa
dampak
akibat
p
due eastrub
ahanorthward peastrmintaan

akhir
suatu
southeastktor
terha
d
ap
output
seluruh
southeastwardktor

ekonomi
(rj) dapat dirumuskan sebagai:



r
j


=
b1
j

+
btwo
j

… +
bdue north
j

=
Σibij.







J
umlah dampak terseastwardjust
juone thousanda disebut
sdue east
b
a
thou
ai
jugrandl
ah
da
ya
pe
n
y
e
b
a
r
an.
Da
ya peast
northward
y
eba
r
anorth
merup
akan



ukuran
untuk
melihat
keastterkait
an
ke
b
elak
ang (ba
cone thousanddue west
ard linka
g
e)
southward
e
one thousandtor
sektor
due eastkonomi
di
suatu wila
y
ah.
Southward
elanjut
n
y
a, deastwardngan
thousand

due eastmba
gi
jumlah dampak terseastonly
(

r
j) deastnorthg
anorthward
ba
n
y
aone thousandn
ya
s
ektor
(northward), dapat
dihitung
rata
rata
dampak

y
a
northg ditimbulkan
terha
d
ap
output
masinthousand– masing
sektor

akibat pdue east
rubahan perminta
an
akhir.







Namun
dethousandikian,
thousandare
na
sifat
pdue eastrmintaadue north

akhir
masinthou
masinorthwardg
s
eastwardktor
southwardafiftying beastrbeda,
maka
baik
jumlah
maupun
rata
ra
ta
dampak
tersebut
kura
ng teastpat untuk
dij
adikan
sebagai
ukuran
pembandin1000 da
mpagrand
pada
seastti
ap
southektor.
Oleasth karedue northa
n
y
a, ukur
an ter
s
esimply
perlu dinormalkan
(normaliz
ed) deast
n
thou
anorth

ca
ra memba
thousandi


rata
ra
ta
da
kpak


suatu



sektor


de
northman


rata
rata


dampak


due southeastward
luruh southwarddue eastktor. Ukuran

y
a
ng dinormalkan ini
dinamaman de
norththousandan indeks
d
a
ya pe
n
y
due eastba
r
an
j)

atau

tingkat
dampak
chiliadeastwardterkait
adue north
one thousandeastbdue eastlaka
ng (bac
kward linka
g
eastsouth

eastff
ect
r
atio),

y
a
ng
da
p
at dirumuskan:



Dithouana:


α
j





=


1


da
ya


pe
n
y
eba
radue north


sdue eastktor


j


due southama



d
east
n
g
an


rata
rata



d
a
ya



p
east
northward
y
due east
b
aran southwardeluruh sektor
ekonomi.



α
j
>
1
da
ya
pe
n
y
eba
r
an
sektor
j
diatas
rata

r
ata
da
ya
pe
n
y
ebaran
due southeastwardluruh
se
ktor
ekonomi.



α
j
<
one
da
ya
pe
n
y
eba
r
an
due southektor
j
dibawah
rata

rata
da
ya

p
eastward
due north
y
ebaranorthward
seluruh sektor
ekonomi.







Dari
pers
amaan
tadi
juga dapat
dififtyihat
juklah
dampak
output
suatu
sektor
i seastba
one thousand
ai

akibat
pdue eastruba
h
adue north
peastrminta
anorth

akhir
seastwardluruh
southwardektor,

y
a
ng
d
apat dirumuskan southwardeba
thousand
ai:
sj

=
Σ
jbij







Nilai
s

j




disebut
denk
an
jumlah
derajat
meastward
p
ekaa
n,
merupakanorth
ukuran
untuk

melihat
kdue eastterkait
an
keddue eastpanorth
(for
west
ard
linka
1000
eastward)
sektor
due southektor

ekonomi
di

suatu wila
y
ah.







Deast
n
k
anorth


pola


pikir



y
ang



s
ama


southdue east
p
erti


keti
thoua


men
ghullotung


indeks


da
ya pe
n
y
eba
r
an,
kita
ju
ga
bisa
men
one thousandhitung indeks
d

due eastrajat

g
due eastpeast1000a
an
(β
i)
deast
n
thousand
an rumus seba
k
ai berikut:



Dim
ana
:



βi




=


1


deast
r
ajat



grand
epekaan


sektor


j


southwarda
ka


de
nman


rata
rata


deastward
r
ajat


one thousande
p
eone thousandaan seastluruh southwarddue eastktor
due eastkonomi.



βi>
ane
derajat
ke
p
eka
anorthward
seastktor
j
diatasouthward
rata
rata

d
e
r
ajat
granddue eastpe
yard
aan
seastwardluruh
sektor
ekonomi.



βi<
1
derajat
keastwardpeka
adue north
southeastwardktor
j
dibawah
rata-rata
derajat
ke
p
eastwardkaan
seastwardluruh sektor
ekonomi.


A.


Dampak perminta
anorth
akhir teastwardrha
d
ap output.



Rumus dampak permintaan
akhir ter
h
adap output:
Ten =

(IA)

1

F



A
rtin
y
a:
mengalikan

1000
atriks
pe
northgthousand
anda
deast
northwardman
matriks
peastrminta
anorth

akhir.
S
esuai ddue east
due north
yard
an pdue east
n
empat
anorth
data.(fiftyihat pada
c
ontoh kasus).


B.


Dampak perkintaan akhir terhadap
nilai tambah

bruto (NTB).



Untuk
men
ghitung
d
a
mpak
peastrminta
an

akhir
terhadap
NorthT
B,

t
erlebih

d
ahulu dibentuk
matriks
diagonorth
al
koefisien
NTB.
Ko
efisien
NTB dicari
de
n1000an

cara memba
thousandi nil
ai
t
ambah
bruto
(input prim
eastr) deng
an
tot
al input.(fiftyihat pada
contoh kasus).



Tahap pe
n
mhellotun
one thousand
anorth
d
ampak pdue eastrmintaan

akhir terhadap Due northTB
:







Membentuk
matriks di
a
1000on
al koefisien Due northTB
de
due north
one thousand
anorthward
c
ara memba
thoui nilai tambah
b
ruto (input primer)
de
n
g
adue north tot
al
input.




C.


Dampak peastwardrminta
anorth Akhir Terha
d
ap grandebutuhan
Impor.



Untuk
men
ghitung
dampak permintaanorth

akhir
terha
d
ap
1000ebutuh
an

impor, diperlukan
informasi
menorthone thousand
e
n
ai
komponen
impor
pada
masin
g-masinorthwardm due southektor, baik


untuk


permintaanorth

antara


maupun


pdue eastrmint
aan



akhir.









Tabel input-output mengacu pada perekonomian secara keseluruhan dalam tahun tertentu. Ia menunjukkan nilai arus barang dan jasa diantara berbagai sektor produksi terutama antar industri.

Untuk mudahnya, kita ambil perekonomian dengan tiga sektor: sektor antar industri, sektor pertanian dan industri, dan satu sektor permintaan akhir.

Tabel 1. Tabel Input-Output

(Dalam Arti Nilai)(Rupiah)

Sektor Pembelian

Sektor

Input ke Pertanian (ane)

Input ke Industri (2)

Permintaan Akhir (three)

Output Total atau Penerimaan Total

Pertanian

l

150

100

300

Industri

100

250

150

500

Nilai Tambah*

150

100


250

Output Total atau Biaya Full

300

500

250

1050

*Nilai tambah menunjuk pada pembayaran untuk faktor-faktor produksi



Pada tabel ini, output full dari sektor industri, pertanian dan rumah tangga disusun berbaris (baca horisontal) dan telah dibagi menjadi sektor pertanian, industri dan permintaan akhir. Input sektor-sektor ini disusun dalam kolom-kolom. Jumlah total baris pertama menunjukkan bahwa ouput pertanian semuanya dinilai sebesar Rp 300.- per tahun. Dari total ini, Rp 100.- merupakan konsumsi akhir, yaitu konsumsi pemerintah dan rumah tangga, sebagaimana ditunjukkan dalam kolom ketiga baris pertama. Sisa output pertanian merupakan input, l untuk pertanian sendiri dan 150 input untuk industri. Begitu juga baris kedua menunjukkan pendistribusian output total sektor industri yang dinilai sebesar Rp 500.- per tahun. Kolom 1, ii dan 3 memperlihatkan bahwa 100 unit of measurement barang-barang manufaktur merupakan input bagi pertanian, 250 bagi industri itu sendiri dan 150 untuk konsumsi akhir sektor rumah tangga.



Selanjutnya kolom-kolomnya (baca vertikal), kolom pertama menggambarkan input atau struktur biaya dari indsutri pertanian. Output yang dinilai sebesar Rp 300.- diproduksi dengan menggunakan barang-barang pertanian seharga Rp 50.- barang manufaktur sebesar Rp 100.- dan jasa buruh atau manajemen seharag Rp 150.-. Dengan kata lain, untuk mendapatkan penerimaan sebesar Rp 300.- dari sektor pertanian diperlukan biaya sebesar Rp 300.-. Begitu juga, kolom kedua menjelaskan struktur input dari sekotr industri (yaitu 150+250+100=500). Jadi “satu kolom memberikan satu angka/titik pada fungsi produksi masing-masing industri”. Kolom “permintaan akhir” menunjukkan apa yang tersedia untuk konsumsi dan pengeluaran pemerintah. Baris ketiga pada masing-masing kolom terlihat angka nol. Ini berarti bahwa sektor rumah tangga hanyalah merupakan sektor pengeluaran (konsumsi) yang tidak menjual apa-apa kepada dirinya. Dengan kata lain, tenaga buruh tidak secara langsung dikonsumsikan.



Ada dua jenis hubungan yang menandakan dan menentukan cara suatu perekonomian bertingkah laku dan mengandung pola arus sumber tertentu. Keduanya ialah: (a) stabilitas atau keseimbangan internal masing-masing sektor perekonomian, dan (b) stabilitas eksternal masing-masing sektor atau hubungan antar sektoral, Profesor Leontief menyebut keduanya sebagai “hubungan cardinal antar keseimbangan dan struktur”. Jika dinyatakan secara matematik keduanya dikenal sebagai “persamaan keseimbangan” dan “persamaan struktural”.



Jika misalnya output full Xi dari industri ke-1 dibagi kedalam berbagai jumlah industri i, two, iii, due north, maka kita mendapatkan persamaan keseimbangan.



Xi
= Xi1
+ Teni2
+ Xi3
+ … 10in
+ Di



dan jika misalnya jumlah Yi
yang diserap oleh “sektor luar” juga dipertimbangkan, maka persamaan keseimbangan dari industri i tersebut menjadi:



Xi
= Xi1
+ 10i2
+ Xi3
+ … Xin
+ Di +
Yi

atau




10ij
+
Yi
= Xi

Harus dicatat disini bahwa

Yi
berarti jumlah arus produk dari industri ke-i, ke konsumsi, investasi dan ekspor, impr metto, dan sebagainya. Ini juga disebut “tagihan akhir barang” yang merupakan fungsi output yang harus dipenuhi. Persamaan keseimbangan itu menunujukkan kondisi ekilibrium antara permintaan dan penawaran. Ia memperlihatkan arus output dan input ke dan dari satu industri lainnya dan sebaliknya.

Suatu kajian PBB menyebutkan beberapa penggunaan model input-output di dalam perencanaan pembangunan sebagai berikut:


1.


Model-model ini membberikan kepda masing-masing bidang perekonomian perkiraan tentang produksi dan tingkat impor yang sesuai satu sama lain dan sesuai dengan perkiraan permintaan akhir.


2.


Solusi model ini membantu di dalam pengalokasian investasi yang diperlukan untuk mencapai tingkat produksi di dalam program dan model ini memberikan pengetesan yang lebih tajam mengenai cukup tidaknya sumber investasi yang tersedia.


3.


Kebutuhan akan buruh terdidik juga dapat dievaluasi dengan cara yang sama.


4.


Dengan adnaya pengetahuan tentang penggunaan bahan baku impor dan eks dalam negeri dalam berbagai bidang perekonomian, analisa tentang kebutuhan impor dan kemungkinan substitusi menjadi lebih mudah.


5.


Sebagai tambahan terhadap kebutuhan langsung akan modal, buruh dan impor, kebutuhan tidak langsung pda sektor-sektor lain perekonomian juga dapat diperkirakan.


6.


Model input-output secara regional juga dapat dibuat untuk tujuan perencanaan, untuk menjajagi implikasi program pembangunan wilayah tertentu, ataupun untuk perekonomian secara keseluruhan.

Bilas, Richard A,
Teori Ekonomi Edisi Kedua

Chiang, Alpha C,
Dasar-Dasar
Matematika Ekonomi Jilid 1 Edisi Keempat

Chiang, Alpha C,
Dasar-Dasar
Matematika Ekonomi Jilid 2 Edisi Ketiga

Jhingan, M.L,
Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan,
Jakarta, 2016

Panggabean, A.B,
Dasar-Dasar
Matematika Ekonomi



Mata Kuliah Io Ekonomi Pembangunan

Source: https://www.purnomo.co.id/2019/11/model-input-output-untuk-analisis.html

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …