Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi


Keywords:


Herizontal disharmonize, social land, religious customs

Abstruse

Fokus kajian dalam Artikel ini perihal Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan antar umat beragama. Tulisan ini beranjak dari fenomena sosial kenegaraan pascareformasi yang masih menimbulkan konflik herizontal di kalangan masyarakat. Eksalasi konflik ini banyak menggunakan agama sebagai sebagai dasarnya. Dari telaah pada tulisan ini, dapat diketahui bahwa Nilai dasar dan filosofi yang terkandung dalam Pancasila sebenarnya sudah memuat tentang paradigma berpikir yang humanis. Muatan yang terkandung dalam butir-burtir dan nilai-nilai ajar Pancasila menghendaki agar warga negara senantiasa hidup dalam kerukunan dan saling menghargai antar penganut agama, sehingga akan dapat terwujud masyarakat Republic of indonesia meskipun berbeda agama dan kepercayaan namun bersatu dalam persatuan dan  kesatuan sebagaimana tertuang dalam sila persatuan Indonesia, guna menuju kejayaan bangsa dan negara. Dari kajian ini pula dapat diketahui bahwa perlu kajian yang lebih mendalam lagi untuk mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma kerukunan.

The focus of the study in this article is about Pancasila as a epitome in inter-religious life. This paper moves from the social phenomena of post-reform statehood which still crusade horizontal conflict in the community. Exalting this conflict uses organized religion as its footing. From the report in this paper, it can be seen that the basic values ​​and philosophies independent in Pancasila actually already comprise the paradigm of humane thinking. The content contained in the principles and teaching values ​​of Pancasila requires that citizens always live in harmony and respect each other amongst religious adherents, then that Indonesian people will be able to realize even though different religions and beliefs, but united in unity and unity as enshrined in the principle of unity Indonesia, in order to reach the glory of the nation and country. From this study information technology can besides exist seen that a deeper study is needed to embody the values ​​of Pancasila as a image of harmony.

Baca :   Jurnal Ekonomi Perencanaan Dan Pembangunan Menurut Adam Smith

References

Budiyono, Kabul, Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi, Alfabeta, Bandung, 2012.
Farchan, Hamdan, “Pluralitas dan Potensi Konflik” (Makalah Workshop Mediasi Konflik Tingkat Wilayah Jateng, Pati, 2005)
Gatara Sahid Asep dkk, Pendidikan Kewarganegaraan, Fokusmedia, Bandung,2012
Poerwadarminta, WJS, Kamus Umum Bahasa Indonesia, PT Balai Pustaka, Jakarta Timur, 2014
Sudrajat,Ajat, Din Al Islam, Yogyakarta, UNY Press, 2008

Syamsudin, M.dkk, Pendidikan Pancasila, Totalmedia, Yogyakarta, 2011
————-(www.ealerning.gunadarma.air-conditioning.id.2007:17)
————-(elanurlaela,blogspot.co.id/2011/03/pengertian-paradigma.html)

  • PDF

How to Cite

Mahfuz, A. (2019). Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan antarumat beragama di Indonesia. TERAJU: Jurnal Syariah Dan Hukum, ane(01), 37-43. https://doi.org/ten.35961/teraju.v1i01.52



Hak Cipta :

Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:

Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.

  1. Penulis mengakui bahwa TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi
    Creative Commons Attribution 4.0 International License.
  2. Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif  dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum.



Lisensi :


TERAJU: Jurnal Syariah dan Hukum diterbitkan berdasarkan ketentuan Artistic Eatables Attribution 4.0 International License.


Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun,
menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial
, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.


Apa yang dimaksud pancasila sebagai paradigma pembangunan

KOMPAS.com
– Makna Pancasila sebagai paradigma pembangunan adalah Pancasila dijadikan landasan dalam berbagai aspek pembangunan nasional.

Dengan demikian, peran Pancasila bagi bangsa Indonesia tak hanya sebagai pedoman atau pandangan hidup, melainkan juga sebagai kerangka acuan dalam pembangunan nasional.

Baca :   Masalah Kemiskinan Makul Ekonomi Pembangunan

Dilansir dari buku Pancasila Dasar Negara Paripurna (2020) karangan Tukiran Taniredja dan Suyahmo, arah dan gerak pembangunan di Indonesia hendaknya dijiwa nilai Pancasila.

Maksudnya, pembangunan tak hanya ditujukan untuk kemakmuran saja. Tetapi juga harus menjamin keadilan sosial dan keseimbangan bidang lahiriah dan rohaniah.

Menurut Suharta dalam buku Pancasila (2020), kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan adalah sebagai:

  1. Cita-cita bangsa Indonesia
  2. Jiwa bangsa
  3. Moral pembangunan
  4. Dasar negara Republik Indonesia.

Baca juga: Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum: Makna dan Fungsinya

Sebagai paradigma pembangunan, Pancasila digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, yakni bidang politik, ekonomi, hukum, serta sosial budaya.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang politik

Dikutip dari situs Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, pembangunan di bidang politik ditujukan untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, menjunjung kebebasan berpendapat, serta melayani tuntutan rakyat secara adil, jujur, akuntabel, dan terbuka.

Dalam hal ini, Pancasila sebagai paradigma pembangunan memberi dasar moralitas politik negara yang didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang ekonomi

Pemerintah harus menjadikan Pancasila, terutama sila kelima, sebagai landasan dalam pembangunan ekonomi.

Kebijakan ekonomi harus ditujukan untuk kemakmuran rakyat, dan berdasarkan moralitas kemanusiaan serta Ketuhanan.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang hukum

Substansi atau pokok dari pengembangan hukum harus menjadi perwujudan kelima sila yang terkandung dalam Pancasila.

Baca juga: Fungsi Pancasila dalam Kehidupan Bangsa Indonesia

Sebab seperti yang kita ketahui, salah satu tujuan negara Indonesia ialah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah air Indonesia.

Untuk mewujudkannya, diperlukan perlindungan hukum yang adil dan merata kepada seluruh warga negara tanpa tindakan diskriminasi.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan sosial budaya

Berlandaskan sila ketiga Pancasila, yakni persatuan Indonesia, pembangunan diadakan dan dikembangkan atas dasar penghargaan keberagaman budaya di Nusantara.

Baca :   Pnpm Bangga Membangun Ekonomi Keluarga

Hendaknya pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat serta martabat manusia, yakni menjadi manusia yang berbudaya serta beradab.

Dengan demikian, Pancasila sebagai paradigma pembangunan tidak hanya menjadi landasan, acuan, atau metode, melainkan turut menjadi nilai serta tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembangunan di Indonesia.

Baca juga: Pancasila sebagai Dasar Negara: Makna dan Kedudukannya

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian bring together. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan paradigma pembangunan?

Paradigma pembangunan
adalah cara berpikir, pola berpikir, atau kerangka berpikir dalam melakukan suatu proses
pembangunan
yang meliputi kerangka dari aspek sosial, aspek politik, aspek ekonomi, aspek pertahanan, aspek infrastruktur, aspek pendidikan, aspek teknologi, aspek budaya dan lain sebagainya.

Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan dan keamanan *?

Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan dan keamanan
dimaksudkan bahwa
Pancasila sebagai
sistem-nilai acuan, kerangka-acuan berpikir, pola-acuan berpikir; atau jelasnya
sebagai
sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi
pertahanan dan keamanan
bangsa …

Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai paradigma pembangunan sosial budaya?

Pancasila sebagai paradigma
dalam
pembangunan sosial budaya
adalah mendasarkan
pembangunan sosial budaya
berdasarkan nilai- nilai yang telah ada dalam
masyarakat. Nilai-nilai yang ada pada
masyarakat
pada hakikatnya merupakan dasar dari nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila.

Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai moral pembangunan nasional?

Pancasila sebagai moral pembangunan
artinya, nilai-nilai
Pancasila
(norma-norma yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945) adalah tolok ukur melaksanakan
pembangunan nasional, baik dalam segi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengorganisasian, atau juga evaluasinya.

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi

Source: https://apacode.com/apa-yang-dimaksud-pancasila-sebagai-paradigma-pembangunan

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …