Pembangun Ekonomi Sulawesi Selatan Kabupaten Enrekang

Pembangun Ekonomi Sulawesi Selatan Kabupaten Enrekang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kabupaten Enrekang

Kabupaten

Motto:

Tana Rigalla’ Tana Riabussungi

Locator Enrekang Regency.svg

Peta

Kabupaten Enrekang di Sulawesi

Kabupaten Enrekang

Kabupaten Enrekang

Peta

Tampilkan peta Sulawesi

Kabupaten Enrekang di Indonesia

Kabupaten Enrekang

Kabupaten Enrekang

Kabupaten Enrekang (Indonesia)

Tampilkan peta Indonesia

Koordinat:



3°36′S
119°48′Due east


 / 

three.six°Due south 119.8°East
 /
-3.six; 119.viii


Negara

 Republic of indonesia
Provinsi Sulawesi Selatan
Tanggal berdiri 4 Juli 1959[1]
Dasar hukum UU Nomor 29 tahun 1959[1]
Ibu kota Enrekang
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar

  • Kecamatan: 12 kecamatan
  • Kelurahan: 17 kelurahan
  • Desa: 112 desa
Pemerintahan
 • Bupati Drs. H. Muslimin Bando M.Pd.
 • Wakil Bupati Asman, S.E.
Luas
 • Total one.786,01 kmii
(689,58 sq mi)
Populasi

(2021)[two]

 • Total 225.172
 • Kepadatan 126/km2
(330/sq mi)
Demografi
 • Agama Islam 99,00%
Kristen 0,69%
– Protestan 0,65%
– Katolik 0,03%
Buddha 0,01%
Lainnya 0,30%[3]
 • IPM Kenaikan
72,76 (2020)
Tinggi
[4]
Zona waktu UTC+08:00 (WITA)
Kode surface area telepon 0420
Pelat kendaraan DP xxxx
I*
Kode Kemendagri 73.16

Edit the value on Wikidata
DAU Rp 570.417.289.000,- (2020)[5]
Situs web www.enrekangkab.become.id

Peta Administrasi Kabupaten Enrekang

Kabupaten Enrekang
adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kecamatan Enrekang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah i.786,01 km² dan jumlah penduduk tahun 2021 sebanyak 225.172 jiwa.[2]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Sejak abad Xiv, daerah ini disebut
Massenrempulu
yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedangkan sebutan Enrekang dari
Endeg
yang artinya
Naik Dari
atau
Panjat
dan dari sinilah asal mulanya sebutan
Endekan. Masih ada arti versi lain yang dalam pengertian umum sampai saat ini bahkan dalam Adminsitrasi Pemerintahan telah dikenal dengan nama “ENREKANG” versi Bugis sehingga jika dikatakan bahwa Daerah Kabupaten Enrekang adalah daerah pegunungan sudah mendekati kepastian, sebab jelas bahwa Kabupaten Enrekang terdiri dari gunung-gunung dan bukit-bukit sambung-menyambung mengambil ± 85% dari seluruh luas wilayah sekitar i.786.01 Km².

Pada mulanya Kabupaten Enrekang merupakan suatu kerajaan besar bernama
Malepong Bulan. Kerajaan ini kemudian bersifat
Manurung
(terdiri dari kerajaan-kerajaan yang lebih kecil) dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi
“Pitue Massenrempulu”, yaitu:

  1. Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan
  2. Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa’
  3. Kerajaan Batulappa’ yang dipimpin oleh Arung Batulappa’
  4. Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla’. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla’ oleh Arung Alla’
  5. Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa
  6. Kerajaan Letta’ yang dipimpin oleh Arung Letta’
  7. Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin

Pitu (seven) Massenrempulu’ ini terjadi kira-kira dalam abad ke XIV M. Tetapi sekitar pada abad ke XVII K, Pitu (seven) Massenrempulu’ berubah nama menjadi Lima Massenrempulu’ karena Kerajaan Baringin dan Kerajaan Letta’ tidak bergabung lagi ke dalam federasi Massenrempulu’.

Akibat dari politik
Devide et Impera, Pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verklaring), dimana Kerajaan Kassa dan kerajaan Batu Lappa’ dimasukkan ke Sawitto. Ini terjadi sekitar 1905 sehingga untuk tetap pada keadaan Lima Massenrempulu’ tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya yang dipecah.

Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu’ pada masa itu, yakni: ane. Kerajaan-kerajaan di Massenrempulu’ pada Zaman penjajahan Belanda secara administrasi Belanda berubah menjadi
Landshcap. Tiap
Landschap
dipimpin oleh seorang Arung (Zelftbesteur) dan dibantu oleh Sulewatang dan Pabbicara /Arung Lili, tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai
Kontroleur. Federasi Lima Massenrempulu’ kemudian menjadi: Buntu Batu, Malua, Alla'(Tallu Batu Papan/Duri), Enrekang (Endekan) dan Maiwa. Pada tahun 1912 sampai dengan 1941 berubah lagi menjadi
Onder Afdeling
Enrekang yang dikepalai oleh seorang
Kontroleur
(Tuan Petoro). 2. Pada zaman pendudukan Jepang (1941–1945),
Onder Afdeling
Enrekang berubah nama menjadi
Kanrikan. Pemerintahan dikepalai oleh seorang
Bunkem Kanrikan. three. Dalam zaman NICA (NIT, 1946–27 Desember 1949), kawasan Massenrempulu’ kembali menjadi
Onder Afdeling
Enrekang. iv. Kemudian sejak tanggal 27 Desember 1949 sampai 1960, Kawasan Massenrempulu’ berubah menjadi Kewedanaan Enrekang dengan pucuk pimpinan pemerintahan disebut Kepala Pemerintahan Negeri Enrekang (KPN Enrekang) yang meliputi 5 (lima) SWAPRAJA, yakni:

  1. SWAPRAJA ENREKANG
  2. SWAPRAJA ALLA
  3. SWAPRAJA BUNTU BATU
  4. SWAPRAJA MALUA
  5. SWAPRAJA MAIWA

Yang menjadi catatan atau lembaran sejarah yang tak dapat dilupakan bahwa dalam perjuangan atau pembentukan Kewadanaan Enrekang (5 SWAPRAJA) menjadi DASWATI Ii / DAERAH SWANTARA TINGKAT II ENREKANG atau KABUPATEN MASSENREMPULU’. (Perlu ingat bahwa yang disetujui kelak dengan nama Kabupaten Dati Ii Enrekang mungkin karena latar belakang historisnya).
[butuh rujukan]

Adapun pernyataan resolusi tesebut antara lain:

  1. Pernyataan Partai/Ormas Massenrempulu’ di Enrekang pada tanggal 27 Agustus 1956.
  2. Resolusi Panitia Penuntut Kabupaten Massenrempulu di Makassar pada tanggal 18 Nopember 1956 yang diketuai oleh almarhum Drs. H.M. RISA
  3. Resolusi HIKMA di Parepare pada tanggal 29 Nopember 1956
  4. Resolusi Raja-raja (ARUM PARPOL/ORMAS MASSENREMPULU’) di Kalosi pada tanggal 14 Desember 1956

Geografi

[sunting
|
sunting sumber]

Kabupaten Enrekang dengan Ibukota Enrekang terletak ± 235 Km sebelah utara Makassar. Secara geografi Kabupaten Enrekang terletak pada koordinat antara three°xiv’36” sampai iii°50’00” Lintang Selatan dan 119°twoscore’53” sampai 120°06’33” Bujur Timur, dengan luas wilayah sebesar 1.786,01 Km² atau sebesar 2,83 persen dari luas Provinsi Sulawesi Selatan.[6]

Batas Wilayah

[sunting
|
sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Topografi

[sunting
|
sunting sumber]

Topografi Wilayah Kabupaten Enrekang ini pada umumnya mempunyai wilayah topografi yang bervariasi berupa perbukitan,pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47–3.293 meter dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum keadaan topografi wilayah Enrekang didominasi oleh bukit-bukit/gunung-gunung yaitu sekitar 84,96% dari luas wilayah Kabupaten Enrekang sedangkan yang datar hanya 15,04%. Kabupaten Enrekang memiliki topografi wilayah bergunung dan berbukit serta memiliki beberapa puncak gunung seperti Gunung Bambapuang, Gunung Latimojong, Gunung Sinaji, dan lain-lain.[six]

Iklim

[sunting
|
sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Enrekang beriklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 21°–32 °C. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah ini berkisar antara 77%–83%. Curah hujan di wilayah Kabupaten Enrekang cenderung tinggi sepanjang tahun dan curah hujan tahunan di wilayah ini berkisar antara 2.300–two.900 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 160 hingga 220 hari hujan per tahun.

Data iklim Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt November Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.9
(85.8)
thirty
(86)
30.4
(86.seven)
31.7
(89.1)
30.viii
(87.4)
thirty.2
(86.four)
29
(84)
30.nine
(87.6)
31.3
(88.3)
32.ix
(91.2)
31.ii
(88.2)
30.3
(86.5)
30.72
(87.27)
Rata-rata harian °C (°F) 26.four
(79.5)
27.5
(81.5)
27.seven
(81.ix)
26.8
(80.ii)
27
(81)
26.three
(79.iii)
25.seven
(78.iii)
26.2
(79.2)
27.5
(81.v)
28.two
(82.8)
27.1
(eighty.8)
26.6
(79.9)
26.92
(80.49)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.9
(73.2)
23
(73)
23
(73)
23.1
(73.six)
23.1
(73.six)
22.4
(72.3)
21.four
(70.five)
21.5
(70.7)
22.7
(72.9)
23.5
(74.3)
23
(73)
23
(73)
22.72
(72.76)
Presipitasi mm (inci) 316
(12.44)
171
(half-dozen.73)
184
(7.24)
295
(11.61)
235
(nine.25)
175
(6.89)
140
(v.51)
138
(v.43)
157
(half dozen.eighteen)
168
(6.61)
195
(7.68)
236
(9.29)
2.410
(94,86)
Rata-rata hari hujan
23 17 17 22 xx 16 12 12 xiv 15 18 20 206
% kelembapan 83 82 82 83 83 82 79 77 78 81 82 83 81.3
Rata-rata sinar matahari bulanan 142 187 193 154 164 185 223 225 216 217 199 148 two.253
Sumber #i: Climate-Data.org[7]
Sumber #2: Weatherbase[8]

Demografi

[sunting
|
sunting sumber]

Bahasa

[sunting
|
sunting sumber]

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Enrekang adalah bahasa Republic of indonesia. Menurut
Statistik Kebahasaan 2019
oleh Badan Bahasa, terdapat dua bahasa daerah di Kabupaten Enrekang,[ix]
yaitu bahasa Bugis (khususnya dialek Maiwa dan dialek Maroangin) dan bahasa Duri (Massenrengpulu).[10]

Pemerintahan

[sunting
|
sunting sumber]

Daftar Bupati

[sunting
|
sunting sumber]


No

Bupati[11]

Mulai menjabat

Akhir menjabat

Prd.

Ket.

Wakil Bupati

1
Bupati Enrekang Andi Babba Mangopo.jpg Andi Babba Mangopo
1960
1963
1



2
Bupati Enrekang M Nur.jpg Muhammad Nur
1963
1964
two


3
Bupati Enrekang Chatif Lasiny.jpg Muhammad Cahtif Lasiny
1964
1965
3


4
Bupati Enrekang Bambang Soetresna.jpg Bambang Soetresna
1965
1969
iv


5
Bupati Enrekang Abdullah Rachman.jpg Abdullah Rachman

B.A.
1969
1971
v


6
Bupati Enrekang Mappatoeroen Parawansa.jpg Drs.


Mappatoeroen Parawansa
1971
1973
half-dozen


7
Bupati Enrekang M. Daud.jpg Mochammad Daud
1973
1978
7


8
Bupati Enrekang Abdoellah Dollar.jpg
H.


Abdoellah Dollar

B.A.
1978
1983
8


9
Bupati Enrekang Muhammad Saleh Nurdin Agung.jpg M. Saleh Nurdin Agung
1983
1988
ix


ten
Bupati Enrekang Amin Syam.jpg Mayjend. TNI (Purn). H.


M. Amin Syam
1988
1993
10


eleven
Bupati Enrekang Andi Rachman.jpg Andi Rachman
1993
1998
11


12
Bupati Enrekang Iqbal Mustafa.jpg
Drs. H.


Andi Iqbal Mustafa
1998
2003
12

Drs.

Zaini Badawing

13
Ir. H.


La Tinro La Tunrung
6 Oktober 2003
12 Mei 2008
13


H.

G. Lody Sindangan

S.H., K.Si


Bupati Enrekang Muhammad Lody Sindangan.jpg
H.


Yard. Lody Sindangan

S.H., M.Si.
(Pelaksana tugas)
12 Mei 2008
9 Oktober 2008



(xiii)
Bupati Enrenkang La Tinro La Tunrung 2.jpg Ir. H.


La Tinro La Tunrung
ix Oktober 2008
9 Oktober 2013
xiv


Drs. H.


Nur Hasan
14
Muslimin Bando, Bupati Enrekang 2013-18.jpg Drs. H.


Muslimin Bando

K.Pd.
9 Oktober 2013
nine Oktober 2018
15
(2013)


[12]

H. M.


Amiruddin

S.H.


Tiada gambar tersedia.svg Chairul Latanro
(Pelaksana harian)
9 Oktober 2018
31 Oktober 2018



(14)
Muslimin Bando, Bupati Enrekang (Periode II).jpg Drs. H.


Muslimin Bando

M.Pd.
31 Oktober 2018

Petahana
16
(2018)


[13]
Asman
Southward.E

Dewan Perwakilan

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Enrekang dalam dua periode terakhir.[fourteen]
[15]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
 Gerindra 3
Steady

3
 PDI-P 1
Steady

1
 Golkar 7 Penurunan
half-dozen
 NasDem 3 Kenaikan
v
 PKS 3
Steady

3
 Perindo

(baru)


1
 PPP 0 Kenaikan
ane
 PAN 7 Penurunan
three
 Hanura 2
Steady

2
 Demokrat iii
Steady

3
 PBB 1 Kenaikan
2
Jumlah Anggota thirty
Steady

thirty
Jumlah Partai 9 Kenaikan
xi

Kecamatan

[sunting
|
sunting sumber]

Kabupaten Enrekang terdiri dari 12 kecamatan, 17 kelurahan dan 112 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.784,93 km² dan jumlah penduduk sebesar 239.707 jiwa dengan sebaran penduduk 134 jiwa/km².[16]
[17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Enrekang, adalah sebagai berikut:

Kode

Kemendagri
Kecamatan Jumlah

Kelurahan
Jumlah Desa Status Daftar

Desa/Kelurahan
73.16.05 Alla three 5 Desa
  • Bolang
  • Mata Allo
  • Pana
  • Sumillan
  • Taulo
Kelurahan
  • Buntu Sugi
  • Kalosi
  • Kambiolangi
73.xvi.04 Anggeraja three 12 Desa
  • Bamba Puang
  • Batunoni
  • Bubun Lamba
  • Mampu
  • Mendatte
  • Pekalobean
  • Salu Dewata
  • Saruran
  • Siambo
  • Singki
  • Tampo
  • Tindalun
Kelurahan
  • Lakawan
  • Mataran
  • Tanete
73.16.03 Baraka iii 12 Desa
  • Banti
  • Bonebone
  • Bontongan
  • Janggurara
  • Kadingeh
  • Kendenan
  • Pandung Batu
  • Parinding
  • Pepandungan
  • Perangian
  • Salukanan
  • Tirowali
Kelurahan
  • Balla
  • Baraka
  • Tomenawa
73.xvi.12 Baroko 5 Desa
  • Baroko
  • Benteng Alla
  • Benteng Alla Utara
  • Patongloan
  • Tongko
73.xvi.06 Bungin 6 Desa
  • Banua
  • Baruka
  • Bulo
  • Bungin
  • Sawitto
  • Tallang Rilau
73.16.10 Buntu Batu 8 Desa
  • Buntu Mondong
  • Eran Batu
  • Langda
  • Latimojong
  • Ledan
  • Lunjen
  • Pasui
  • Potok Ullin
73.16.07 Cendana 7 Desa
  • Cendana
  • Karrang
  • Lebang
  • Malalin
  • Pinang
  • Pundi Lemo
  • Taulan
73.xvi.08 Curio 11 Desa
  • Buntu Barana
  • Buntu Pema
  • Curio
  • Mandalan
  • Mekkala
  • Parombean
  • Pebaloran
  • Salassa
  • Sangiepongan
  • Sumbang
  • Tallung Ura
73.16.02 Enrekang six 12 Desa
  • Buttu Batu
  • Cemba
  • Kaluppini
  • Karueng
  • Lembang
  • Ranga
  • Rosoan
  • Tallu Bamba
  • Temban
  • Tobalu
  • Tokkonan
  • Tungka
Kelurahan
  • Galonta
  • Juppandang
  • Leoran
  • Lewaja
  • Puserren
  • Tuara
73.sixteen.01 Maiwa 1 21 Desa
  • Baringin
  • Batu Mila
  • Boiya
  • Botto Mallangga
  • Kaluppang
  • Labuku
  • Lebani
  • Limbuang
  • Mangkawani
  • Matajang
  • Ongko
  • Paladang
  • Palakka
  • Pariwang
  • Pasang
  • Patondon Salu
  • Puncak Harapan
  • Salo Dua
  • Tanete
  • Tapong
  • Tuncung
Kelurahan
  • Bangkala
73.16.09 Malua 1 seven Desa
  • Bonto
  • Buntu Batuan
  • Dulang
  • Kolai
  • Rante Mario
  • Tallung Tondok
  • Tangru
Kelurahan
  • Malua
73.xvi.xi Masalle half dozen Desa
  • Batu Ke’de
  • Buntu Sarong
  • Masalle
  • Mundan
  • Rampunan
  • Tongkonan Basse
Full 17 112

Berdasarkan PP No. 34 Tahun 1962 dan Undang-Undang NIT Nomor 44 Tahun 1960 Sulawesi terpecah dan sebagai pecahannya meliputi Administrasi Parepare yang lebih dikenal dengan nama Kabupaten Parepare lama, di mana kewedanaan Kabupaten Enrekang adalah merupakan salah satu daerah di antara 5 (lima) Kewedanaan lainnya. Selanjutnya dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi) atau daerah Swatantra Tingkat II (DASWATI II), maka Kabupaten Parepare lama terpecah menjadi 5 (lima) DASWATI Ii, yaitu:

  1. DASWATI II ENREKANG
  2. DASWATI II SIDENRENG RAPPANG
  3. DASWATI Ii BARRU
  4. DASWATI II PINRANG
  5. DASWATI Ii PARE Peel

Kelima gabungan dearah tersebut dari dulu dikenal dengan nama
Afdeling
Parepare. Dengan terbentuknya DASWATI II Enrekang berdasarkan Undang-Undang Nomor: 29 Tahun 1959 tentang Pemerintahan Daerah, maka sebagai tindak lanjutnya pada tanggal 19 Februari 1960, H. ANDI BABBA MANGOPO dilantik sebagai Bupati yang pertama dan ditetapkan sebagai hari terbentuknya DASWATI II Enrekang atau Kabupaten Enrekang. Sehubungan dengan ditetapkannya Perda Nomor: 4, 5, 6 dan vii tahun 2002 pada tanggal 20 Agustus 2002 tentang pembentukan 4 (empat) Kecamatan Definitif dan Perda Nomor 5 dan half-dozen Tahun 2006 tentang pembentukan 2 kecamatan sehingga memiliki 12 (dua belas) kecamatan yang definitif. Selanjutnya dari 12 kecamatan defenitif terdapat 112 desa/kelurahan, yang terdiri dari 17 kelurahan dan 95 desa. Adapun jumlah penduduk Kabupaten Enrekang pada tahun 2008 berjumlah sekitar 186.810 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 93.939 jiwa dan perempuan sebanyak 92.871 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 43.062.
[butuh rujukan]

Daftar Kepala Pemerintahan Negeri

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini adalah mantan Kepala Pemerintahan Negeri Enrekang (KPN), yaitu:

  • Abdul Hakim
  • Abdul Rahman, BA
  • Abdul Madjid Pattaropura
  • Nuhung
  • Atjo

Daftar Tokoh Masyarakat

[sunting
|
sunting sumber]

Sesepuh yang mempelopori terbentuknya Kabupaten Enrekang. Antara lain:

  • H. Abd. Manan Mappasanda
  • Drs. H.One thousand. Risa
  • Drs. H.M. Thala
  • H. Andi Santo
  • Andi Palisuri
  • H.1000. Yasin
  • Andi Maraintang
  • Andi Baso Nur Rasyid
  • Andi Tambone
  • Bompeng Rilangi
  • Anri Enreng
  • Abdul Rahman, BA
  • Prof. Dr. H.M. Syukur Abdullah

Penduduk

[sunting
|
sunting sumber]

Ditinjau dari segi sosial budaya, masyarakat Kabupaten Enrekang memiliki kekhasan tersendiri. Hal tersebut disebabkan karena kebudayaan Enrekang (Massenrempulu’) berada diantara kebudayaan Bugis, Mandar dan Toraja. Bahasa daerah yang digunakan di Kabupaten Enrekang secara garis besar terbagi atas 3 bahasa dari three rumpun etnik yang berbeda di Massenrempulu’, yaitu bahasa Duri, Enrekang dan Maiwa. Bahasa Duri dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Alla’, Baraka, Malua, Buntu Batu, Masalle, Baroko, Curio dan sebagian penduduk di Kecamatan Anggeraja. Bahasa Enrekang dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Enrekang, Cendana dan sebagian penduduk di Kecamatan Anggeraja.

Bahasa Maiwa dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Maiwa dan Kecamatan Bungin. Melihat dari kondisi sosial budaya tersebut, maka beberapa masyarakat menganggap perlu adanya penggantian nama Kabupaten Enrekang menjadi Kabupaten Massenrempulu’, sehingga terjadi keterwakilan dari sisi sosial budaya. Seluruh masyarakat Massenrempulu’ dimana saja berada diharapkan tetap menjaga budaya Massenrempulu’ sebagai modal dasar pembangunan dalam melaksanakan otonomi daerah untuk mewujudkan predikat atau gelar yang pernah diberikan oleh raja-raja dari Bugis yang diungkapkan dalam Bahasa Bugis, bahwa
NAIYYA ENREKANG TANA RIGALLA, LIPU RIONGKO TANA RIABBUSUNGI. NAIYYA TANAH MAKKA TANAH MAPACCING MASSENREMPULU. NAIYYA TANAH ENREKANG TANAH SALAMA

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    “Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Republic of indonesia s/d Tahun 2014”
    (PDF).
    www.otda.kemendagri.get.id. hlm. 25. Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal
    31 Oktober
    2021
    .




  2. ^


    a




    b




    “Kabupaten Enrekang Dalam Angka 2021”
    (pdf).
    www.enrekangkab.bps.go.id. hlm. 8, 99. Diakses tanggal
    31 Oktober
    2021
    .





  3. ^


    “Jumlah Penduduk Menurut Wilayah dan Agama di Kabupaten Enrekang 2020”.
    world wide web.sp2010.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    31 Oktober
    2021
    .





  4. ^


    “Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020”
    (pdf).
    www.bps.become.id
    . Diakses tanggal
    31 Oktober
    2021
    .





  5. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020”
    (pdf).
    www.djpk.kemenkeu.get.id. (2020). Diakses tanggal
    31 Oktober
    2021
    .




  6. ^


    a




    b




    “Profil Enrekang”
    (PDF).





  7. ^


    “Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia”. Climate-Data.org. Diakses tanggal
    21 Oktober
    2020
    .





  8. ^


    “Sulawesi Selatan”. Weatherbase. Diakses tanggal
    21 Oktober
    2020
    .





  9. ^



    Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Information dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. xi. ISBN 9786028449182.





  10. ^


    “Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan”.
    Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia
    . Diakses tanggal
    23 Mei
    2020
    .





  11. ^


    “Selayang Pandang Kabupaten Enrekang”.
    Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang. Pemerintah Kabupaten Enrekang. Diakses tanggal
    15 Januari
    2018
    .





  12. ^


    “Kader Muhammadiyah Dilantik Jadi Bupati Enrekang Periode 2013 – 2018”. sulsel.muhammadiyah.or.id. 23 Oktober 2013. Diakses tanggal
    2 Februari
    2017
    .





  13. ^


    “Penetapan Hasil Pilkada 2018: Enrekang Sulawesi Selatan”.
    KPU: Portal Publikasi Pemilihan Kepala Daerah 2018. Komisi Pemilihan Umum Indonesia. 26 Juli 2018. Diakses tanggal
    28 Agustus
    2018
    .





  14. ^

    Perolehan Kursi DPRD Enrekang 2014-2019

  15. ^

    Perolehan Kursi DPRD Enrekang 2019-2024

  16. ^


    “Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal
    3 Oktober
    2019
    .





  17. ^


    “Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    xv Januari
    2020
    .




Lihat juga

[sunting
|
sunting sumber]

  • Pulu Mandoti

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]



Pembangun Ekonomi Sulawesi Selatan Kabupaten Enrekang

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Enrekang

Baca :   Teori Teori Klasik Ekonomi Pembangunan

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …