Pembangunan Ekonomi Di Indonesia Belum Merata

Pembangunan Ekonomi Di Indonesia Belum Merata

Djakarta, investor.id
–  Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, pemulihan ekonomi global akan terus berlanjut, namun masih akan dibayangi ketidakpastian yang harus diwaspadai karena berpotensi memberi rambatan terhadap kinerja ekonomi negara berkembang termasuk Republic of indonesia.

Tantangan pertama, lanjut dia, adalah penyesuaian kebijakan moneter di negara-negara maju seperti AS yang dipercepat, dikarenakan terjadinya peningkatan inflasi akibat gangguan rantai pasok dan kenaikan harga komoditas. Hal ini berpotensi menimbulkan volatilitas harga di pasar keuangan global.

“Ini harus kita lihat, sangat, sangat hati-hati volatilitas harga di pasar keuangan global dan (bisa berpotensi) perlambatan ekonomi global tahun 2022. Inflasi juga sangat penting untuk memahami dinamika global,” tuturnya dalam US-Indonesia Invesment Pinnacle, Selasa (14/12).

Inflasi ancam pemulihan ekonomi dunia

Tantangan kedua adalah pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia yang tidak merata, selain tingkat vaksinasi Covid-nineteen tidak seimbang antara Negara maju dan negara berkembang.

Kemudian tantangan yang ketiga, lanjut Suahasil Nazara, terkait mutasi virus Covid-19 yang dapat menimbulkan efek berkepanjangan yang menganggu proses pemulihan ekonomi global. Apalagi, saat ini, kasus positif Covid-nineteen secara global masih dalam tren meningkat selama pertengahan musim dingin di Barat.

“Momentum (Natal) musim dingin akan datang, namun varian virus Covid-19 yang baru, jenis Omicron muncul. Ini menambah lebih banyak tantangan bagi proses pemulihan ekonomi global,” tuturnya.

Imf mencatat, ekonomi negara maju seperti As tumbuh lebih cepat dari
emerging markets
seperti Indonesia. Pada kuarta Three-2021, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencapai 4,ix% dan Tiongkok juga 4,9%, bahkan Singapura mencapai 6%.

Sedangkan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 3,5% dan bahkan Malaysia minus 4,5%. Sementara itu, tahun 2022, IMF sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sekitar 5,2%, Tiongkok v,6%, Jepang three,2%, Malaysia 6%, dan Singapura 3,2%.

Baca :   Buku Pedoman Ekonomi Pembangunan Islam

Sedangkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memperkirakan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 mencapai 5,ii%, dengan didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor yang meningkat didorong reformasi struktural.

Stimulus fiskal Covid-19 berbagai negara
Stimulus fiskal Covid-xix berbagai negara

“Tahun 2022 diperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,ii%. Pertumbuhan ekonomi tersebut menggambarkan proyeksi pemulihan yang didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural,” kata Febrio.

Dia memperkirakan inflasi tahun depan akan berada di sekitar 3%, seiring sisi permintaan yang terus mengalami peningkatan dan adanya perbaikan daya beli masyarakat. Suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun diprediksi sekitar half dozen,8 persen.

Sedangkan kurs rupiah berkisar Rp 14.350 per dolar AS atau stabil, yang hal ini mencerminkan central ekonomi Indonesia dan juga pengaruh dinamika global. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs rupiah pada 14 Desember 2021 sekitar Rp 14.348 per dolar AS.

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia tahun depan diperkirakan sekitar US$ 63 per barel, dengan tingkat
lifting
minyak diperkirakan 703 ribu barel per hari.

“Dengan mempertimbangkan asumsi yang disepakati itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai sebesar Rp ane.846 triliun. Pendapatan Negara ini terdiri atas penerimaan perpajakan sekitar Rp 1.510 triliun dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sekitar Rp 335,vi triliun. Terkait reformasi pajak, juga akan dilakukan dengan cara pemberian insentif pajak yang lebih terukur efisien dan terus memberikan dampak positif bagi peningkatan investasi dan mendorong transformasi struktural,” imbuhnya. (ns/en)

Baca lengkap epaper Investor Daily

https://subscribe.investor.id/

Editor :
Gora Kunjana
([email protected])

Sumber : Investor Daily

Pembangunan Ekonomi Di Indonesia Belum Merata

Source: https://investor.id/business/274599/pertumbuhan-ekonomi-tak-merata

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …