Pembentukan Modal Dalam Pembangunan Ekonomi

Pembentukan Modal Dalam Pembangunan Ekonomi

  • Slides: x

Download presentation

Sumber Daya Modal Dalam Pembangunan Pengantar Ekonomi Pembangunan

Pendahuluan �Modal ialah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan, langsung maupun tidak langsung, dalam

Pendahuluan �Modal ialah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan, langsung maupun tidak langsung, dalam produksi untuk menambah output. �Modal sebagai alat pendorong perkembangan ekonomi meliputi investasi dalam pengetahuan teknik, perbaikan-perbaikan dalam pendidikan, kesehatan dan keahlian �Para ahli ekonomi baik menganggap bahwa kapital adalah faktor yang sangat penting dalampertumbuhan ekonomi

Akumulasi Kapital-Harrod Domar �Setiap perekonomian senantiasa mencadangkan atau menabung sebagian tertentu dari pendapatan nasionalnya

Akumulasi Kapital-Harrod Domar �Setiap perekonomian senantiasa mencadangkan atau menabung sebagian tertentu dari pendapatan nasionalnya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal yang telah susut atau rusak �Untuk memacu pertumbuhan ekonomi dibuuhkan investasi baru yang merupakan tambahan netto terhadap cadangan atau stock modal (capital stock) �Capital-Output Ratio (COR) adalah sejumlah modal yang dibutuhkan untuk menambah output

Sumber-sumber Modal 1. Sumber Fisik 2. Sumber Dana Financial

Sumber-sumber Modal 1. Sumber Fisik 2. Sumber Dana Financial

Sumber Fisik �Secara fisik pembentukan kapital dapat ditempuh dengan realokasi faktor-faktor produksi dari penggunaan

Sumber Fisik �Secara fisik pembentukan kapital dapat ditempuh dengan realokasi faktor-faktor produksi dari penggunaan yang kurang efisien. Dengan katakan lain faktor-faktor produksi yang menganggur secara tersembunyi (disguised unemployed) akan dapat dimanfaatkan bagi pembangunan dan tidak akan menurunkan produksi pada sektor atau kegiatan semula

Sumber Dana Financial Secara finansial sumber dana untuk pembangunan dapat dikelompokkan sebagai berikut: �Tabungan

Sumber Dana Fiscal Secara finansial sumber dana untuk pembangunan dapat dikelompokkan sebagai berikut: �Tabungan masyarakat (voluntary saving) �Pajak atau disebut tabungan paksa (forced saving) �Tabungan Pemerintah �Pinjaman Pemerintah �Inflasi (invisible tax) �Investasi asing (foreign directly investment&Portofolio investment)

Akumulasi Kapital di Negara Berkembang �Tingkat akumulasi kapital yang rendah di negara sedang berkembang

Akumulasi Kapital di Negara Berkembang �Tingkat akumulasi kapital yang rendah di negara sedang berkembang biasanya dapat diketahui karena adanya suatu lingkaran setan yang tak berujung pangkal (Cruel Circle) �Kurangnya tabungan dapat juga diterangkan karena adanya international demonstration upshot; yaitu keinginan untuk meniru konsumsi di negara-negara yang telah maju, sehingga pendapatan yang rendah semuanya digunakan untuk konsumsi.

Baca :   Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia Ojs Ekonomi Politik Pembangunan

Meningkatkan Tabungan �Dengan pembentukan koperasi dan lembaga-lembaga lain, �Dengan pajak, �Dengan inflasi yang moderat

Meningkatkan Tabungan �Dengan pembentukan koperasi dan lembaga-lembaga lain, �Dengan pajak, �Dengan inflasi yang moderat turunnya pendapatan riil para pekerja dan naiknya keutntungan pengusaha akibat inflasi yang moderat kan mendorong untuk mengadakan investasi lebih lanjut, �Dengan pinjaman luar negeri.

Kriteria Penggunaan Kapital 1. Kriteria Neraca Pembayaran (Balance of Payments Criteria) Penggunaan kapital atau

Kriteria Penggunaan Kapital 1. Kriteria Neraca Pembayaran (Balance of Payments Criteria) Penggunaan kapital atau investasi itu sebaiknya pada sektor-sektor yang dapat mengurangi kesulitan Neraca Pembayaran Internasional di waktu yang akan datang. ii. Kriteria Produktivitas Sosial Marjinal (Social Marginal Productivity Criteria) Investasi digunakan pada proyek-proyek yang dapat diharapkan memberi hasil tertinggi atau dengan perkataan lain investasi pada proyek-proyek yang paling menguntungkan, atau pada proyek-proyek yang mempunyai ICOR terendah. 3. Krtiteria Intensitas Faktor-faktor Produksi (Cistron Intensity Criteria) Investasi berdasarkan pada capital output ratio suatu proyek, di mana kapital merupakan faktor yang langka di suatu negara. Oleh karena itu harus dipilih teknologi yang bersifat menghemat penggunaan kapital. 4. Kriteria Bagaian Investasi Kembali (Reinvesment Caliber Criteria) Investasi harus sedemikian rupa sehingga investasi per kapita untuk masa yang akan datang makin bertambah. 5. Kriteria Operasional (Operational Criteria) Untuk mengadakan investasi dalam suatu proyek ada 3 (tiga) faktor yang harus diperhatikan, yaitu: (one) Tingkat perputaran kapital (capital turnover) dari investasi itu; (2) Keuntungan sosial yang ada (social profitability); dan (3) Pengaruh terhadap Neraca Pembayaran Internasional six. Kriteria Perbandingan Biaya Manfaat (Do good-Cost Ratio) nvestasi diadakan pada proyek=proyek yang memiliki nilai perbandingan manfaat dan baiaya yang lebih besar dari satu (B/C > 1).

Tingkat Investasi �Teori Gradualist Teori ini berpendapat bahwa negara yang terbelakang sebaiknya jangan mengadakan

Tingkat Investasi �Teori Gradualist Teori ini berpendapat bahwa negara yang terbelakang sebaiknya jangan mengadakan industrialisasi cepat-cepat, sebab resiko dan kekeliruan-kekeliruan akan terlalu besar untuk dipikul negara miskin. Injeksi kapital yang banyak adalah kurang baik sampai perekonomian di situ mampu menyerapnya. �Teori Big Push Usaha pembangunan harus dilaksanakan secara besar-besaran untuk mengatasi perubahan-perubahan penduduk. Implikasinya ialah harus diadakan investasi besar-besaran untuk menghilangkan kemiskianan, memaksimumkan output dengan menggunakan teknik yang paling produktif yang kadang-kadnag membutuhkan kapital yang besar.

Baca :   Arah Pembangunan Ekonomi Kecamatan Sumber

Pembentukan Modal Dalam Pembangunan Ekonomi

Source: https://slidetodoc.com/sumber-daya-modal-dalam-pembangunan-pengantar-ekonomi-pembangunan-2/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …