Pemikiran Teori Marxis Tentang Pembangunan Ekonomi

Pemikiran Teori Marxis Tentang Pembangunan Ekonomi





Sejarah Pemikiran Ekonomi : Sosialisme Sebelum Marx


A.






Tiga Kelompok Aliran Sosialis


Kelompok Pemikir Sebelum Marx

Sebelum munculnya sistem ekonomi sosialisme, dunia barat telah mapan menggunakan sistem ekonomi kapitalis. Tokoh pemikir ekonomi kapitalis, seperti Robert Malthus, David Ricardo, J.B Say, dan J.S Manufactory. Mereka dimotori oleh Adam Smith yang tergabung dalam mahzab klasik. Pemikiran mereka lebih berorientasi kepada sistem kapitalis. Sistem ini menimbulkan banyak kontroversi, karena pada prakteknya kaum bangsawan yang lebih diuntungkan. Kaum bangsawan menguasai Negara. Negara mereka jadikan sebagai kekuatan dan alat paksa untuk mengatur organisasi ekonomi politik dan kemasyarakatan demi memenuhi berbagai kepentingan mereka. Kepemilikan akan modal yang besar membuat kaum bangsawan bertindak semaunya. Hal ini mendapat tentangan dari kaum buruh, yang hidupnya semakin tertindas.

William Blake (1775-1827) menggambarkan bahwa kapitalisme telah merusak keadaan Inggris yang semula damai, kemudian membawa masyarakat ke arah hidup penuh persaingan dan perkelahian. Berangkat dari kenyataan dimana kapitalisme tidak membawa keadilan bagi masyarakat dan hanya menguntungkan segelintir orang (kaum bangsawan) saja. Maka muncullah pemikiran baru yang lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat berdasar azas keadilan dalam perekonomian. Ajaran ini dikenal dengan aliran Sosialis.

Istilah sosialisme mempresentasikan banyak arti. Menurut J.Due south Manufactory, secara sempit sosialisme ialah menolong orang-orang yang tak beruntung dan tertindas. Secara luas, sosialisme diartikan sebagai bentuk perekonomian yang pemerintahannya paling kurang bertindak sebagai pihak yang dipercayai oleh masyarakat untuk mengelola perekonomian. Jadi sistem ini mengharuskan akan adanya kepemilikan secara kolektif terhadap sumber-sumber produksi. Negara eks-Soviet dan Inggris yang dikuasai oleh oleh partai buruh dapat dimasukkan ke dalam sistem Sosialis.

Aliran sebelum Marx ini sering dimasukkan kedalam Sosialis, karena pemikirannya yang lebih bersifat utopis (dalam angan-angan) walau ada beberapa tokoh aliran ini yang berusaha untuk mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Untuk itu, pemikiran sebelum Marx ini dibagi atas dua konsep. Yaitu sosialisme utopis dan sosialisme komunitas bersama.


Pandangan Marx dan Engels


Manifesto Partai Komunis



adalah hasil pekerjaan bersama antara Karl Marx dan Frederick Engels. Dua guru besar dalam ilmu sosialisme dan pemimpin pergerakan kaum buruh modern. Pada tahun 1948 tepat 100 tahun usia
manifesto Partai Komunis. Selama itu manusia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Ratusan juta umat manusia sudah mulai menginjak alam penghidupan baru yang bersendi pada sosialisme.

Uraian Marx dan Engels bahwa kaum buruh akan mencapai tingkatan yang lebih tinggi sehingga dapat meruntuhkan sistem kapitalisme yang sudah lapuk itu mulai diwujudkan. Pergerakan buruh mod sekarang sudah lebih meluas dan mendalam sehingga seluruh kekuasaan imperalis makin terancam olehnya. Isi Manifesto ini sudah mulai diwujudkan di Negara
Soviet Uni, dimana sistem sosialisme sudah menjadi kenyataan. Di beberapa negeri di Eropa, maupun di Asia, rakyat pekerja sudah mulai berkuasa di bawah pimpinan kaum buruh.


Kelompok Pemikir Sosialis Sesudah Marx

Pengaruh dari ajaran Marx dan Engels tersebut sangat luar biasa. Pada seperempat abad ke-20 pemikiran Marx dan Engels di modifiksi oleh Lenin. Dengan teori di atas Lenin mempunyai cukup alasan untuk melakukan revolusi di Rusia, yang dikenal dengan revolusi Bolshevik tahun 1917. Sementara itu, kaum Revisionis yang dipimpin oleh Bernstein dan Kautsky juga ingin melakukan perubahan sosial. Akan tetapi bukan melalui revolusi kekerasan seperti yang dilaksanakan Lenin, melainkan secara damai.

Hingga pertengahan tahun threescore-an muncul Aliran Kiri Baru (the New Left) secara sederhana, aliran kiri baru dapat diartikan sebagai kombinasi dari Marxisme-Leninisme Ortodoks dengan pemikiran radikal baru.


B.






Pengertian Sosialisme/Komunisme

Dalam kehidupan sehari-hari istilah sosialisme digunakan dalam banyak arti. Istilah sosialisme selain bisa digunakan untuk menunjukkan sistem ekonomi, juga bisa digunakan untuk menunjukkan aliran falsafah, ideologi, cita-cita, ajaran-ajaran atau gerakan. Pada Bab sebelumnya pernah disinggung bahwa John Stuart Mill, walaupun dalam buku-buku teks mengenai perkembangan pemikiran ekonomi selalu dimasukkan ke dalam aliran klasik yang bersifat liberalisme-kapitalisme, tetapi pada akhir hayatnya ia sendiri menyebut dirinya sendiri sebagai seorang “sosialis”. Mengapa ia menyebut dirinya sebagai sosialis? Rupanya yang dimaksudkan sosialisme oleh Manufactory ialah kegiatan menolong orang-orang yang tak beruntung dan tertindas dengan sesedikit mungkin tergantung dari bantuan pemerintah.

Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan pemilikan semua alat-alat produksi, termasuk didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara dan menghilangkan milik swasta (Brinton, 1981).

Dari uraian diatas jelas bahwa pada awalnya “sosialisme” dimaksudkan untuk menunjukkan sistem-sistem pemilikan dan pemanfaatan sumber-sumber produksi (selain labor) secara kolektif (Whittaker,1960). Dengan definisi seperti diatas maka sosialisme bisa mencakup asosiasi-asosiasi kooperatif maupun pemilikan dan pengoperasian oleh pemerintah. Dengan definisi secara luas seperti ini negara-negara seperti (eks) Uni Soviet dan juga Inggris yang dikuasai oleh partai buruh dapat dimasukkan ke dalam sistem sosialis.

Dalam kehidupan sehari-hari kata “sosialisme” sering dipakai bergantian dengan istilah “komunisme”. Antara sosialisme dan komunisme memang tidak banyak perbedaannya. Bahkan Marx sering menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian untuk menjelaskan hal yang sama. Bagaimanapun, oleh pakar-pakar lain antara keduanya sering dibedakan.

Sejak Revolusi Bolshevik tahun 1917, istilah “sosialisme” sering digantikan dengan “komunisme”. Menurut Brinton(1981), kalau sosialisme menggambarkan pergeseran milik kekayaan dari swasta ke pemerintah berlangsung secara perlahan-lahan melalui prosedur peraturan pemerintah dengan memberikan kompensasi pada pemilik-pemilik swasta, maka dalam “komunisme” peralihan pemilikan dari swasta ke tangan pemerintah tersebut digambarkan terjadi secara cepat dan “revolusioner”, dilakukan secara paksa dan tanpa kompensasi. Jadi, walaupun tujuan sosialisme dengan komunisme sama, akan tetapi cara untuk mencapai tujuan ini sangat berbeda.

Baca :   Tujuan Pembangunan Ekonomi Dan Pertumbuhan Ekonomi

Kata “komunisme” secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem-sistem sosial dimana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasita ini merupakan hal pokok dalam mendefinisikan paham komunis, sesuai mott mereka :
from each according to his abilities, to each according to his needs
(dari setiap orang sesuai kemampuan, untuk setiap orang sesuai kebutuhan).

Dalam masyarakat sosialis yang menonjol adalah rasa kebersamaan atau kolektivisme(collectivism), dan salah satu bentuk kolektivisme yang ekstrem adalah komunisme, dimana keputusan-keputusan ekonomi disusun, direncanakan dan dikontrol oleh kekuatan pusat. Komunisme dapat dikatakan sebagai bentuk sistem paling ekstrem diantara golongan kiri sosialis, sebab untuk mencapai masyarakat komunis yang dicita-citakan diperoleh melalui suatu revolusi.

Perekonomian yang didasarkan atas sistem, dimana segala sesuatunya serba dikomando ini sering juga disebut sistem “perekonomian komando”. Karena dalam sistem komunis negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis juga sering disebut “sistem ekonomi totaliter”. Istilah lain yang juga sering digunakan adalah “anarkisme”, merujuk pada suatu kondisi sosial dimana pemerintah tidak main paksa dalam menjalankan kebijaksanaan-kebijaksanaannya, melainkan dipercayakan pada asosiasi-asosiasi individu secara bebas dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada.

Aliran sosialisme sebelum Marx (yang lebih bersifat utopis sering dimasukkan ke dalam “sosialis”, sedangkan sosialisme yang dikembangkan Marx digolongkan ke dalam “komunis”. Cara lain menamakan sosialisme Marx adalah “marxisme”. Disebut “marxisme” karena jasa Marx sangat besar dalam mengembangkan dan mempopulerkan aliran sosialis-komunis ini. Tetapi kemudian paham marxisme ini juga mengalami perkembangan, dan jenis-jenis marxisme juga bervariasi, mulai dari marxisme ortodoks, neo-marxis, human-marxis, aliran Kiri Baru(New Left), sosialis independen dan sebagainya.

Tetapi, walau demikian pengertian tentang sosialisme semakin beragam dan bervariasi, dapat dikatakan bahwa pandangan dari tiap-tiap aliran didasarkan pada ajaran Marx dan Engels. Semua aliran marxisme tersebut pada intinya sama-sama melihat, mempertanyakan dan membahas mengapa dan bagaimana pola produksi kapitalis telah mengubah formasi sosial-ekonomi masyarakat prakapitalis; mengapa yang terjadi justru proses pemiskinan (pauperization), proses penyengsaraan (immiserization), keadaan keterbelakangan (under-development) serta makin banyak dan berkembangnya jumlah “tentara cadangan industri” (industrial reserve army) dan bukannya proses pembangunan (development) atau kemajuan (proggress).


Jenis-Jenis Marxisme

1.


Marxisme ortodoks

Marxisme Ortodoks: Ketaatan Pada Metode Ajaran marxisme ortodoks tidak diterima oleh semua pemikir yang menimba inspirasi dari filsafat marx. Diantara pemikir-pemikir itu EBERNSTEIN(1850-1932) pertama-tama harus disebut.bernstein melihat bahwa perkembangan masyarakat tidak berjalan menurut tesis marx tentang bertambahnya kemiskinan rakyat dan bertambahnya permusuhan antara kaum majikan dan kaum buruh. Sebaliknya situasi kaum buruh makin membaik, bukan melalui revolusi seperti yang diramalkan marx, tetapi melalui jalan demokratis. Terkesan oleh perkembangan ini bernstein mengenengahkan bahwa teori marxisme harus disesuaikan dengan perubahan zaman, dan bahwa datangnya suatu masyarakat baru haru di perjuangkan melalui jalan demokratis.pandangan ini dikemukakan oleh bernstein dalam bukunya tentang prasyarat sosilisme dan tugas-tugas demokrasi sosial.teori bernstein ini disebut revisionisme. Dalam bentuk praktisnya teori yang sama disebut reformisme.dengan teori ini bernstein menjadi pelapor aliran-aliran sosial demokratis yang aktif dalam politik negara-negara sampai zaman sekarang.

2.


Neo-marxis

Neo-Marxisme adalah istilah yang longgar untuk berbagai pendekatan abad kedua puluh yang mengubah atau memperpanjang Marxisme dan teori Marxis, biasanya dengan memasukkan unsur-unsur dari tradisi intelektual lainnya, seperti: teori kritis, psikoanalisis atau Eksistensialisme (dalam kasus Sartre).

Teori erik Olin Wright dari lokasi kelas bertentangan, yang menggabungkan sosiologi Weberian, kriminologi kritis, dan anarkisme, adalah contoh dari sinkretisme dalam teori neo-Marxis. [1] Seperti banyak kegunaan dari neo awalan, banyak teori dan kelompok yang ditunjuk sebagai neo-Marxis telah berusaha untuk melengkapi kekurangan yang dirasakan dari Marxisme ortodoks atau materialisme dialektis. Banyak neo-Marxis terkemuka, seperti Herbert Marcuse dan anggota lain dari Frankfurt Schoolhouse, yang sosiolog dan psikolog.

Neo-Marxisme datang di bawah kerangka yang lebih luas dari Kiri Baru. Dalam arti sosiologis, neo-Marxisme menambahkan pemahaman Max Weber yang lebih luas dari kesenjangan sosial, seperti status dan kekuasaan, filsafat Marxis. Alunan neo-Marxisme meliputi: teori kritis, analitis Marxisme dan Marxisme struktural Perancis.

Konsep ini dihasilkan sebagai cara untuk menjelaskan pertanyaan yang tidak dijelaskan dalam karya-karya Karl Marx. Ada banyak yang berbeda “cabang” dari Neo-Marxisme sering tidak setuju dengan satu sama lain dan teori-teori mereka.

3.


Human Marxis

Asumsi dasar yang mendasari teori Marxisme ini adalah pertama, anggapan bahwa manusia adalah makhluk yang bersifat materialisme ataupun dengan kata lain manusia adalah makhluk yang hidup dengan materi sebagai pencapaian tertinggi. Kedua, Manusia makhluk yang berpikir bahwa manusia itu hidup karena materi dan untuk mengejar materi semata. Ketiga, dalam perkembangan kehidupannya, manusia dipengaruhi oleh pola produksi yang ada di sekelilingnya sehingga masyarakat dengan kepemilikan faktor produksi tertentu akan ‘menguasai’ dan peningkatan atas materi akan membuat kesenjangan sosial cukup jauh.

4.


Aliran Kiri Baru (New Left)

Kiri Baru

adalah gerakan politik di tahun 1960-an dan 1970-an, terutama terjadi di

Inggris

dan

Amerika Serikat
, yang terdiri dari pendidik, agitator dan lain-lain yang berusaha untuk menerapkan berbagai reformasi pada isu-isu seperti

hak gay
,

aborsi
,

peran gender
, dan

obat-obatan
, berbeda dengan gerakan kiri atau Marxis sebelumnya yang telah mengambil pendekatan yang lebih kepada kepeloporan untuk keadilan sosial dan sebagian besar terfokus pada serikat pekerja buruh dan pertanyaan dari kelas sosial.

[three]


[4]


Kiri Baru menolak keterlibatan dengan gerakan buruh dan teori sejarah

Marxisme

dari perjuangan kelas. Di Amerika Serikat, gerakan ini terkait dengan gerakan

Hippie

dan gerakan protes masal anti-perang di kampus perguruan tinggi termasuk Gerakan Kebebasan Berbicara. Sementara dibentuk bertentangan dengan “Kiri Lama”

Partai Demokrat
, kelompok yang menyusun Kiri Baru secara bertahap menjadi pemain sentral dalam koalisi Demokrat.

Baca :   Apa Itu Pola Pembangunan Ekonomi

Aspek kunci dari Kiri Baru merupakan pengembangan fokus ideologi dari

Marxisme

tradisional. Kiri Baru berkembang dari protes terhadap keprihatinan para

Marxis

yang berhubungan dengan penindasan berbasis kelas, untuk mengikutsertakan teori

Neo-Marxis

Abad ke-20. Neo-Marxisme, seperti yang ditemukan pada konsep

teori kritis


Frankfurt Schoolhouse
, memperluas kerangka kritik Marxis pada wilayah kehidupan yang Karl Marx sendiri tidak perhatikan pada Marxisme tradisional, seperti

gender
,

ras
, dan

orientasi seksual
.

five.


Sosialisme Independent

Socialis independen tahun 1920, 1930, dan 1940-an yang membangun lebih solid sedang dibangun di Sjahrir dari awal 1950-an hampir gambar menghibur dari revolusi global sebagai perusahaan demokratis sosial besar-besaran.

Negara kesejahteraan Eropa barat dan utara menjadi tema utama Sjahrir selama periode ini mungkin. negara kesejahteraan ia menulis dengan hormat kerja hampir tidak memenuhi syarat secara sadar dan menurut rencana. mereka wujudkan sebuah “socialic” percobaan, namun, pada saat yang sama, mereka mewakili “paling maju dan paling matang” segmen di dalam dunia kapitalis. mereka “tidak memaksa atau menekan. mereka dipandang sebagai milik orang-orang yang meneruskan consciousnees keterampilan dan kewenangan pekerja mereka


C.






SOSIALISME UTOPIS

Jika diperhatikan, paham sosialisme atau paham komunisme sebetulnya bukan merupakan pandangan baru. Dilihat dari gagasannya tentang suatu negara, Plato sebenarnya dapat dianggap sebagai pendukung atau bahkan pendiri ajaran sosialisme. Sebab, sebagaimana yang dapat dilihat dari bukunya: Respublika”, Plato menganggap bahwa negara hanya akan baik kalau dipimpin dan diperintah oleh orang-orang baik serta negarawan-negarawan ulung, yang disaring secara ketat dari seluruh anggota masyarakat. Untuk memperoleh orang-orang terbaik atau orang-orang pilihan ini, Plato menyarankan agar pendidikan diatur oleh negara. Dari sinilah disaring orang-orang terbaik yang nanti dijadikan sebagai pemimpin.

Untuk menjamin bahwa tiap pemimpin mencurahkan seluruh waktunya hanya untuk masyarakat, negara menjamin segala kebutuhannya. Karena para pejabat negara tidak diperkenankan mempunyai hak milik, anak-anak dan istri mereka dikumpulkan bersama-sama di bawah perlindungan dan pengawasan negara. Sistem pemerintah yang dianjurkan oleh Plato adalah berbentuk totaliterisme, sepenuhnya dikendalikan dan dipimpin oleh sekelompok orang terpandai dan terpilih.

Tokoh sosialis-utopis yang paling terkenal adalah Sir Thomas More (1478-1535). Bahkan istilah “sosialis-utopis” diberikan karena More pernah menulis tentang sebuah “negara impian” dalam sebuah tulisannya yang sangat terkenal: “Utopia”. Buku Utopia ditulis pertama kali dalam bahasa Latin di Belgia tahun 1516, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tahun 1551. Dalam buku tersebut More menjelaskan bahwa di sebuah pulau khayal bernama utopia, yang dapat juga ditafsirkan sebagai sebuah negara, semua milik merupakan milik bersama. Semua orang tinggal dalam suatu tempat bersama, dimana makanan serta segala kebutuhan lainnya disediakan secara bersama-sama pula.

Untuk menghasilkan barang-barang dan jasa, semua orang harus bekerja. Tetapi karena masyarakat dianjurkan untuk hidup sederhana, orang tidak perlu bekerja mati-matian dalam waktu terlalu lama, melainkan cukup sekedar dapat memenuhi kebutuhan dengan bekerja sekitar enam jam tiap hari. Dalam hidup penuh kebersamaan ini uang tidak perlu. Pakaian semua orang seragam, dan dengan demikian tidak perlu mengikuti fashion. Lebih ekstrem lagi, bahkan perhiasan emas dan perak tidak dihargai. Toleransi hidup bermasyarakat ditanamkan. Pemerintahan dijalankan secara “demokratis”, dimana pimpinan untuk seumur hidup adalah merupakan hasil pemilihan rakyat.

Dari gambarannya tentang negara utopia sebagaimana dijelaskan diatas, tidak sulit ditebak bahwa Thomas More juga dapat digolongkan sebagai penganut sosialisme/komunisme. Tetapi jika ditelusuri dari latar belakang penulisan buku, apa yang dimaksudkan More sesungguhnya adalah menyindir kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di Inggris pada abad ke-sixteen, dimana perbandingan antara yang kaya dengan yang miskin sangat menyolok dan kaum buruh bekerja sangat keras dalam waktu terlalu lama sehingga tidak ada kemungkinan atau kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan pendidikan, dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Tulisan-tulisan lain yang senada dengan Utopia More cukup banyak, antara lain dapat dilihat dari karangan Tomasso Campanella(1568-1639), Francis Bacon(1560-1626) dan James Harrington. Tomasso Campanella dari Itali, menulis sebuah buku berjudul
Civitas Solis. Judul tersebut secara sederhana berarti Kota Matahari (Urban center of the Sun). Buku ini oleh sebagian kalangan dianggap sangat mirip dengan Respub;ika yang ditulis oleh Plato kira-kira satu abad sebelumnya. Tokoh Utopis lain, yaitu Francis Bacon, mengarang sebuah buku dengan judul
New Atlantis, atau
Nova Atlantis
pada tahun 1629. James Harrington, seorang penganjur demokrasi politik, menerbitkan sebuah karangan dengan judul “Oceana” pada tahun 1656.

Buku-buku yang sifatnya utopia tersebut banyak mempengaruhi pemikir-pemikir sosialis lain di kemudian hari. Misalnya pandangan-pandangan Comte de Saint Simon(1760-1825), jelas sangat dipengaruhi oleh pandangan Francis Bacon melalui bukunya
New Atlantis. Melalui karya-karyanya, Saint Simon, seorang bangsawan pra-revolusi Perancis, dipandang sebagai salah seorang pemikir ulung sosialis. Ia merasa bahwa sistem produksi dalam suatu organisasi sosial sangat penting artinya, yang waktu itu sangat dikuasai oleh kaum feodal dan berjalan tanpa kontrol. Agar sistem produksi ini bisa memberikan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, perlu ada suatu lembaga yang mampu melakukan pengawasan. Lembaga apa dan oleh siapa? Saint Simon mengusulkan agar fungsi pengawasan tersebut dipegang oleh suatu badan yang disebut
industrial elite,
yang anggota-anggotanya terdiri atas pakar-pakar ilmiah (scientists), para teknisi serta para pimpinan pengusaha.

Baca :   Ppt Materi Pendekatan Teoritis Pembangunan Dan Pertumbuhan Ekonomi


D.






SOSIALISME KOMUNITAS BERSAMA

Jika tulisan-tulisan Plato, More, Tomasso Campanella, Francis Bacon dan James Harrington bersifat utopis, dimana mereka hanya mengkhayalkan bentuk suatu komunitas ideal, ada juga tokoh-tokoh sosialis yang merealisir cita-cita mereka dalam kenyataan. Diantaranya adalah Robert Owen (1771-1858), Charles Fourier (1772-1837) dan Louis Blanc (1811-1882).

Robert Owen waktu kecil sangat menderita. Dalam usia kanak-kanak ia pernah bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik tekstil. Tetapi berkat keuletannya Owen kemudian berhasil menjadi seorang pengusaha tekstil yang kaya raya dan mempunyai sebuah pabrik tekstil di New Lamark, Scotlandia. Ia tidak mau pengalaman pahit yang dideritanya, misalnya waktu masih kecil harus bekerja siang malam, bisa dari jam 8 pagi hingga jam 2 subuh, dialami oleh pekerja-pekerja lain. Untuk itu Owen membangun pabrik sebagai model untuk perbaikan kesejahteraan para pekerja, yang disebut
parallelogram. Owen membayar gaji buruh dengan tingkat upah yang relatif tinggi, dengan jam kerja yang lebih rendah.

Para pekerja diberi fasilitas pemeliharaan kesehatan, ada kedai-kedai tempat minum-minum, tetapi bukan tempat bermabuk-mabukan. Selain itu untuk para pekerja juga disediakan perumahan yang layak.

Ide-ide Owen tentang gerakan sosialis dapat dilihat dari bukunya
The New View of Guild
(1816). Owen juga memperjuangkan peran pemerintah dalam pembangunan desa-desa komunal berdasarkan asas koperasi. Untuk merealisir idenya, ia mendirikan percontohan di New Harmony, Indiana, Amerika Serikat. Sayang percontohan tersebut, juga percontohan lainnya yang didirikannya di Inggris, tidak ada yang mampu bertahan lama.

Charles Fourier adalah pengikut ajaran Saint Simon, yang dalam banyak hal juga banyak kesamaannya dengan Owen. Bedanya, kalau Owen mendirikan komunitas berdasarkan asas koperasi dalam sebuah
parallelogram, Fourier mendirikan apa yang disebut
phalanges
atau
phalanx. Phalanx merupakan suatu unit komunitas terdiri dari sejumlah orang, sekitar 810 orang, 1000 orang atau 1620 orang (Whittaker,1960) atau dalam sumber-sumber lain (Tom Gunadi,1981) berjumlah sekitar 2000 orang, yang hidup dalam suatu
flat hotel
atau
phalanstery
tempat tinggal bersama. Didalam sebuah
phalanstery
juga ada toko-toko untuk melayani kebutuhan tiap orang.

Phalanx dikelilingi oleh daerah pertaniannya sendiri, dimana kebutuhan akan makanan dihasilkan. Dalam setiap Phalanx setiap orang harus bekerja kesukaan, kecakapan dan bakat masing-masing. Pada akhir tahun pembukuan, keuntungan dibagi menurut prestasi kerja, kapital, dan kecakapan masing-masing. Pekerja memperoleh five/12 bagian, manajer four/12 bagian dan pemilik modal memperoleh iii/12 bagian. Dalam angan-angan Fourier, phalanx harus berkembang perlahan-lahan tetapi pasti ke seluruh penjuru dunia dan seluruhnya dipersatukan menurut tata hirarki dibawah satu pemerintahan dunia. Semua ide Fourier ini dapat dilihat dalam karangannya :
Theory of 4 Movements
yang terbit tahun 1808.

Untuk merealisir cita-citanya, Fourier yang menganggap bahwa kebudayaan Eropa sudah bangkrut, kemudian pindah ke daerah impian Amerika Serikat. Pada tahun 1842 ada 34 koloni atau phalanx yang didirikan sesuai dengan ide Fourier, diantaranya yang paling terkenal adalah “Beck Farm” di Due west Roxbury, Massachussets. Diantara antara anggotanya termasuk Charles Dana dan Nathaniel Hawthome. Sayang, kebanyakan phalanx, termasuk yang di Amerika Serikat, hanya dapat bertahan hidup beberapa tahun saja.

Tokoh terakhir yang merealisir cita-citanya dengan membentuk sebuah komunitas bersama adalah Louis Blanc. Seperti halnya Robert Owen, Louis Blanc juga seorang penggagas koperasi, tapi khusus untuk koperasi produksi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Untuk memajukan kesejahteraan para anggota, ia memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk memiliki perusahaan. Sedang untuk mengangkat derajat kaum buruh, ia mengharapkan agar pemerintah ikut aktif membantu usaha-usaha kaum buruh, termasuk dalam bidang permodalan. Revolusi yang terjadi pada tahu 1848 memungkinkan didirikannya sebuah koperasi produksi sesuai dengan gagasan Blanc. Akan tetapi koperasi yang didirikan atas gagasan Louis Blanc tersebut dalam kenyataan tidak berhasil karena beberapa hal, antara lain karena oposisi dari beberapa kapitalis, karena kekurangan modal, tidak kuat mengikuti persaingan dalam sistem liberal kapitalis serta kelemahan-kelemahan dalam pengelolaan.

Sebagai penutup dapat dikatakan bahwa ide-ide para pemikir sosialis seperti kita singgung diatas kebanyakan masih bersifat utopis, bersifat angan-angan, yang oleh Marx dinilai terlalu naif untuk diikuti. Idealisme mereka memang tinggi, tapi secara teori-praktis tidak bisa direalisir. Kalaupun ada yang merealisir angan-angan mereka dengan mendirikan komune-komune, seperti Owen, Fourier dan Louis Blanc, dan sebagainya, tetapi kebanyakan segera layu sebelum berkembang. Baru di tangan Karl Marx, ide sosialisme memperoleh “landasan ilmiah”, paling kurang menurut anggapan Marx sendiri. Bagaimana pula pandangan sosialisme versi Marx ini akan dibahas pada bab selanjutnya.

JEFFERSON MAX KUMAJAS

instagram:
@hmjekonomipembangunan

Unsrat-Manado

#vivaorange

Pemikiran Teori Marxis Tentang Pembangunan Ekonomi

Source: https://ekonomipembangunan16.blogspot.com/2017/02/sejarah-pemikiran-ekonomi-sosialisme.html

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …