Plus Minus Tabungan Masyarakat Terhadap Pembangunan Ekonomi

Plus Minus Tabungan Masyarakat Terhadap Pembangunan Ekonomi

SOLOPOS.COM – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto, saat menjadi pembicara kunci Rapat Pleno Gabungan TPAKD se Soloraya dengan tema Akselerasi Pemanfaatan Produk atau Layanan Keuangan Digital, yang digelar melalui Zoom, Selasa (ane/iii/2022). (istimewa)


Solopos.com, SOLO  —
Guna meningkatkan tingkat inklusi dan literasi keuangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan menggelar event Semarak Bulan Inklusi Keuangan (BIK), yang tahun ini digelar selama dua hari.

Banyak informasi menarik yang akan dihadirkan dalam outcome Semarak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2022, yang akan digelar di Solo Grand Mall (SGM) selama dua hari ke depan, yakni Sabtu (29/ten/2022) hingga Minggu (30/x/2022). Bukan hanya itu, pengunjung yang beruntung, yang melakukan inklusi keuangan di lokasi akan mendapatkan hadiah menarik.



PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Card Wedang Jokowi

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto, menyampaikan terdapat peningkatan indeks literasi keuangan dari tahun 2016 ke tahun 2019 yaitu 29,66% atau meningkat menjadi 38,03%. Sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82%, naik menjadi 76,19%. Namun dari peningkatan tersebut masih terdapat gap antara tingkat literasi dan inklusi.

Menurutnya, alah satu hal yang menjadi kendala peningkatan inklusi keuangan adalah akses keuangan yang belum merata serta literasi dan pemahaman akan produk jasa keuangan yang belum merata di masyarakat.

Dengan adanya rangkaian kegiatan di bulan inklusi keuangan tersebut juga diharapkan dapat memperkecil gap yang ada. Menurut Eko, literasi dan inklusi merupakan dua hal yang selalu berdampingan, sebagaimana tema kegiatan, yaitu Inklusi Keuangan Meningkat Perekonomian Semakin Kuat.

Baca :   Salah Satu Kebijakan Pembangunan Ekonomi Indonesia Pada Awal Kemerdekaan Adalah


Baca Juga: Ada Ketentuan Pidana, Berikut Isi Perintah Tertulis yang Diterbitkan OJK

Ada berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar selama event tersebut. Di antaranya ada talkshow, lomba mewarnai, lomba cerdas cermat, pameran keuangan, amusement, pembukaan rekening dan sebagainya. Banyak juga doorprize yang siap menanti pengunjung beruntung yang telah melakukan transaksi keuangan di acara itu.

Terkait tujuan digelarnya acara tersebut, Eko Yunianto, mengatakan bulan Oktober merupakan bulan inklusi keuangan bagi seluruh Industri Jasa Keuangan. Hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden untuk peningkatan tingkat inklusi masyarakat menjadi 90% di tahun 2024.

Dengan adanya event BIK ini diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan paham tentang produk jasa keuangan khususnya yang berada di bawah pengawasan OJK. “Untuk menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan, Kantor OJK Solo mengadakan rangkaian bulan inklusi keuangan 2022 dengan berbagai kegiatan antara lain edukasi bersama industri jasa keuangan, talkshow radio dan televisi, pameran industri jasa keuangan, pengundian tabungan, dan sebagainya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/10/2022).


Baca Juga: Dorong Mitra UMKM Terus Tumbuh, GoTo Gelar Konferensi Maju Digital 2022

Transaksi Keuangan

Selain bisa mengikuti talkshow terkait industri jasa keuangan pengunjung juga dapat mengunjungi stan–stan industri. Ada sebanyak 18 stan yang terdiri dari industri perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank (IKNB) yang akan memberikan informasi terkait produk–produk jasa keuangan. Masyarakat juga dapat melakukan inklusi keuangan dengan melakukan transaksi seperti pembukaan rekening tabungan, rekening efek, tabungan emas, pembukaan polis, pengajuan pembiayaan, dan transaksi lainnya.

Dalam consequence tersebut, OJK berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Solo serta industri jasa keuangan di wilayah Solo untuk menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan agar masyarakat lebih paham dalam menggunakan produk-produk jasa keuangan khususnya yang diawasi oleh OJK.

Baca :   Soal Dan Jawaban Pembangunan Ekonomi Inklusif

Dia juga mengatakan, ada banyak keseruan yang bisa diikuti masyarakat dalam acara itu. Bagi pengunjung yang melakukan transaksi/inklusi keuangan selama pameran akan diberikan kupon doorprize yang akan diundi di akhir hari pameran.
Dengan diselenggarakannya kegiatan Semarak BIK 2022 di SGM, diharapkan acara tersebut dapat berjalan meriah dan bisa menyasar masyarakat luas.

“Kami menilai mal merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh warga Solo dan sekitarnya. Pengunjung mal sangat beragam usianya baik dari yang muda sampai dengan yang tua. Harapan kami nantinya pengunjung mal selain berbelanja juga bisa mendapatkan informasi terkait industri jasa keuangan,” lanjut dia.


Baca Juga: Waspada Penipuan, OJK Ajak Kades & Lurah se-Jateng Jadi Agen Literasi Keuangan

Lebih lanjut dia menyampaikan, saat ini tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, terdapat peningkatan indeks literasi keuangan dari tahun 2016 ke tahun 2019 yaitu 29,66% meningkat menjadi 38,03%. Sementara indeks inklusi keuangan sebesar 67,82% naik menjadi 76,nineteen%. Namun dari peningkatan tersebut masih terdapat Gap antara tingkat literasi dan inklusi, sehingga dengan adanya rangkaian kegiatan di bulan inklusi keuangan ini diharapkan dapat memperkecil gap yang ada. Menurut Eko, literasi dan inklusi merupakan dua hal yang selalu berdampingan, sebagaimana tema kegiatan, yaitu Inklusi Keuangan Meningkat Perekonomian Semakin Kuat.

Lebih lanjut, dikatakan upaya lain yang dilakukan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan adalah terus mendukung pelaksanaan plan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diinisiasi oleh pemerintah untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-nineteen. OJK juga terus berupaya meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan.

Membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, serta mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit/pembiayaan serta penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan. Upaya lain adalah dengan mempublikasikan dan mengoptimalkan programme- program literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen.

Baca :   Arti Moneter Dalam Ekonomi Pembangunan

Kemudian dalam menjalankan fungsi edukasi, di Kantor OJK Solo melakukan edukasi keseluruh lapisan masyarakat di wilayah Soloraya. Baik dengan berkolaborasi dengan industri jasa keuangan maupun dengan pemerintah daerah setempat melalui TPAKD.

Plus Minus Tabungan Masyarakat Terhadap Pembangunan Ekonomi

Source: https://www.solopos.com/jangan-lewatkan-semarak-bik-2022-di-solo-grand-mall-bertabur-hadiah-1457754

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …