Revitalisasi Pembangunan Ekonomi Sumut Di Era Revolusi Industri 4.0 Pdf

Revitalisasi Pembangunan Ekonomi Sumut Di Era Revolusi Industri 4.0 Pdf

Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 dicetuskan untuk pertama kalinya oleh sekelompok ahli dari berbagai bidang asal Jerman di acara Hannover Trade Fair tahun 2011. Industri iv.0 menerapkan konsep otomasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Hal ini dilakukan demi efisiensi waktu, tenaga kerja dan biaya. Industri four.0 adalah nama otomasi dan pertukaran information terkini dalam teknologi pabrik.

Secara lebih lengkap, revolusi industri dapat diartikan sebagai perubahan yang berlangsung cepat pada suatu proses produksinya yang dikerjakan oleh manusia dapat digantikan oleh mesin sehingga barang yang dihasilkan dari proses produksi itu memiliki nilai tambah (Added Value) secara komersial.

Istilah yang kerap kita dengar di Era Revolusi Industri 4.0 ini antara lain:

  • Internet untuk segala (IOT = Cyberspace of Thing),

IOT memiliki kemampuan dalam menyambungkan dan memudahkan proses komunikasi antar mesin

  • Komputasi awan  (COT  = Cloud of Thing)

gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi‘) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’).

  • Komputasi Kognitif (CC = Cognitive Computing)

sebuah sistem berteknologi canggih yang mempunyai fitur learning dan dapat terus beradaptasi layaknya seperti otak manusia.

  • Kecerdasan Buatan (AI = Artificial Intelligence)

kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Menurut Stuart J. Russel dan Peter Norvig, AI atau kecerdasan buatan bisa dipahami sebagai sebuah perangkat komputer yang mampu memahami lingkungan di sekitarnya, sekaligus memberikan respon yang sesuai dengan tujuan tindakannya tersebut.

Implementasi Revolusi Industri 4.0 di pabrik pabrik saat ini dikenal dengan istilah
“Smart Manufactory“.  Mengapa disebut “Smart Factory” karena sebuah pabrik dapat bekerja sendiri dengan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika, analitik,big data

dannet of things

dan
sebagian besar kegiatan di dalam pabrik dapat berjalan secara otonom dengan kemampuan mengoreksi diri. Karakteristik yang menentukan dari pabrik pintar adalah visibilitas, konektivitas, dan otonomi. Sebetulnya pabrik sudah lama mengandalkan otomatisasi, tetapi pabrik-pabrik pintar mengambil konsep ini lebih jauh dan mampu berjalan tanpa banyak campur tangan manusia. Melalui teknologi yang lebih modernistic, sistem pabrik pintar dapat berjalan dan beradaptasi dalam waktu dekat dan nyata sehingga pabrik jauh lebih fleksibel.

Kemajuan internet dan telepon pintar saja telah mengakibatkan banyak perusahaan terdisrupsi, yang pada gilirannya menambah dampak hilangnya pekerjaan banyak orang, sehingga bagaimana dengan nasib banyak orang, bagaimana nasib anak anak kita di  masa depan jika kesempatan kerja dan pekerjaan (jobs) itu sendiri punah. Untuk itu perlu di antisipasi dengan mempersiapkan SDM yang memiliki keunggulan dibarengi dengan ketrampilan yang bukan hanya biasa-biasa saja, untuk menyongsong kehidupan di Era Industri 4.0.

Kualitas sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam setiap gerak pembangunan, sebab hanya dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggilah yang dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah penduduk yang besar, apabila tidak diikuti dengan kualitas yang memadai, hanyalah akan menjadi beban pembangunan.

Kondisi di Indonesia saat ini bahwa berdasarkan information dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2019, dari 129,3 juta orang yang bekerja di Indonesia, sebanyak 75,37 juta jiwa (setara 58,26%) merupakan lulusan SMP atau di bawahnya. Fakta yang lebih menyedihkan lagi yaitu dari full (58,26%) pekerja tersebut,  terdapat forty,51% adalah lulusan SD atau lebih rendah. Sedangkan pekerja yang lulusan SMP hanya 17,75%. Artinya porsi SD ke bawah jauh lebih tinggi ketimbang SMP. Seperti dijabarkan dalam table berikut:

Baca :   Pertayaan Ekonomi Kelas Xi Semester 1 Tentang Pembangunan Ekonomi

Profil Angkatan Tenaga Kerja Republic of indonesia (2015 & 2019)

Tingkat pendidikan Tenaga Kerja Februari 2015
(%)
Februari 2019
(%)
Universitas 8 10
Diploma 3 two
SMA x 11
SMK 16 18
SMP xviii 18
SD kebawah 45 41


Sumber : Data BPS Februari 2019

Pengembangan SDM di Era Industri 4.0

Di era Revolusi Industri ke-empat ini, harus dihadapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, kreatif, berinovasi serta mampu bersaing dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan teknologi. Seperti kita ketahui revolusi Industri 4.0 telah membawa inovasi teknologi yang membawa dampak disrupsi atau perubahan mendasar terhadap kehidupan masyarakat, dimana saat ini banyak aktivitas manusia yang sudah tergantikan oleh teknologi digital bahkan ada beberapa yang sudah digantikan dengan robot. Adanya pergeseran tenaga kerja manusia kearah digitalisasi merupakan bentuk tantangan yang harus kita hadapi dan carikan solusinya. Peran manusia setahap demi setahap diambil alih oleh mesin otomatis.

Pengembangan sumber daya manusia pada dasarnya bertolak dari keinginan utama di beberapa negara Asia dengan jumlah penduduk yang besar sebagai modal dasar (nugget) bagi pembangunan dan tidak semata-mata hanya menjadi beban dalam pembangunan itu sendiri. Tanggal 09 sampai dengan 15 Oktober 2019 di Bangkok, diadakan Ministerial Conference on Social Welfare and Social Development untuk negara-negara di Wilayah Asia dan Pasifik. Topik utama yang dibicarakan menyangkut usaha-usaha yang berkaitan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (Man Resources Development). Topik satu ini menjadi topik perbincangan yang cukup menarik dalam era pembangunan saat ini.

Pengembangan sumber daya manusia menjadi penting, karena keadaan perekonomian yang kurang menguntungkan, seperti yang terjadi dewasa ini. Pendidikan diharapkan berperan lebih banyak dalam program-program Pengembagan Sumber Daya Manusia dengan mengarah pada penumbuhan serta pembinaan etos kerja yang positif.  Etos kerja yang diharapkan dapat mengubah sikap manusia dalam menghadapi pembangunan tersebut. Dalam masa pembangunan dewasa ini tampaknya perlu dikembangkan sikap yang menekankan pada inisiatif dan tidak sekedar menunggu kesempatan.

Upaya untuk menjadikan sumber daya manusia sebagai modal dasar pembangunan selalu dikaitkan dengan usaha untuk mengembangkan kualitas manusia tersebut. Kuantitas menyangkut jumlah sumber daya manusia (penduduk) yang kurang penting kontribusinya dalam pembangunan, dibandingkan dengan aspek kualitas. Bahkan kuantitas sumber daya manusia, tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Sedangkan kualitas menyangkut mutu sumber saya manusia tersebut, yang menyangkut kemampuan non phisik (kecerdasan dan mental).  Oleh sebab itu untuk kepentingan percepatan suatu pembangunan di bidang apapun, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu persyaratan utama.

Kualitas sumber daya manusia ini menyangkut dua aspek juga, yakni aspek phisik dan aspek non phisik yang menyangkut kemampuan bekerja, berfikir, dan memiliki keterampilan-keterampilan lain. Untuk meningkatkan kualitas phisisk dapat diupayakan melalui programme-program kesehatan dan gizi. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas atau kemampuan-kemampuan non phisik tersebut maka  upaya pendidikan dan pelatihan adalah yang paling diperlukan.  Upaya inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan sumber daya manusia. Mengingat faktor pendidikan sangat dibutuhkan dalam upaya pembanguna  kualitas SDM, maka pemerintah harus meningkatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Baca :   Penganaruh Sumber Daya Manusia Dalam Ekonomi Pembangunan Islam

Revolusi Mental juga harus dijalankan mulai dari mengubah mindset  negatif dan ketakutan terhadap ‘Industri 4.0 akan mengurangi lapangan pekerjaan atau paradigma bahwa teknologi itu sulit’. Kita harus berusaha untuk terus menerus meningkatkan kemampuan belajar, ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan era Industri 4.0, sehingga kita akan mempunyai daya saing yang lebih kuat. Kita tentu berharap Revolusi Industri  ini tetap dalam kendali. Harus tercipta kesadaraan bersama baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, bahwa perubahan besar dalam Industri 4.0 adalah keniscayaan
yang tidak  bisa dihindari.

Kaum millennial sebagai generasi penerus, harus dapat menjadi personal yang siap bersaing tidak hanya di negara sendiri namun juga diranah internasional, terutama menghadapi MEA dimana pasar pasar dari berbagai negara ikut bersaing. Kita tidak bisa menjadi pribadi yang biasa-biasa saja. Prof.Dwi Korita Karnawati, pernah menyampaikan bahwa “Revolusi Industri 4.0” dalam 5 (lima) tahun mendatang akan menghapus 35% jenis pekerjaan dan bahkan 10 tahun yang akan datang jenis pekerjaan yang hilang bertambah menjadi 75%.” Hal ini akan menyebabkan tingkat pengangguran di Indonesia akan terus bertambah jika SDM nya tidak berkualitas. Oleh sebab itu maka kita harus benar-benar mempersiapkannya.

Adapun arah pengembangan SDM dimasa Era Industri iv.0 ini adalah pengembangan kepada SDM yang mau dan mampu memiliki ketrampilan-ketrampilan baik mempergunakan pikiran dan perbuatan dalam menyelesaikan atau mengerjakan sesuatu dengan efektif, sehingga dapat bersaing dengan para kompetitor yang datangnya bukan hanya dari dalam negeri tapi juga mungkin datang dari luar negeri.

Adapun skill-skill yang dimiliki untuk menghadapi era Industri iv,0 ini antara lain:


Bagaimana model atau konsep upaya pengembangan SDM yang dibutuhkan dalam Era Industri 4.0 ini antara lain:

  1. Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan (calon) karyawan dilakukan dengan tujuan agar para karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan. Pelatihan dan pengembangan SDM yang tepat, dapat memberikan efek yang baik kepada karyawan, sehingga karyawan mampu memahami sistem dan prosedur, kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas di perusahaan, mampu memahami sasaran yang akan dicapai, mengerti akan perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, dapat memahami  dan mengatasi setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan, mampu melakukan hubungan-hubungan dengan lingkungan, yang pada akhirnya memahami, mendukung dan menerapkan perilaku yang dituntut perusahaan.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi jelas berpengaruh pada suatu perusahaan. Ada jabatan-jabatan baru yang dulu belum diperlukan, sekarang diperlukan. Misalnya seorangmarketing and communication senior belum punya skill untuk memimpinmarketing online, karena hal itu adalah hal baru untuk dirinya. Dengan demikian, diperlukan penambahan atau peningkatan kemampuan yang diperlukan oleh jabatan tersebut.

  • Workshop

Definisiworkshop adalah sebuah kegiatan atau acara yang dilakukan, dimana beberapa orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu berkumpul untuk membahas masalah tertentu dan mengajari para peserta.Workshop bisa juga diartikan sebagai latihan dimana peserta bekerja secara individu maupun secara kelompok untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas, yang sebenarnya untuk mendapatkan pengalaman. Singkatnya,workshop merupakan gabungan antara teori dan praktek. Di dalam sebuahworkshop berkumpul sekelompok orang yang memiliki minat/perhatian dan keahlian yang sama di bidang tertentu, dimana mereka akan berkumpul dibawah arahan beberapa ahli untuk menggali satu atau beberapa aspek khusus suatu pembahasan dan pemecahan suatu masalah.

  • Vokasi (Pendidikan Kejuruan)
Baca :   Masalah Pembangunan Ekonomi Di Negara Berkembang Brainly

Pendidikan vokasi (kejuruan) adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang menekankan pada keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja nyata. Pendidikan vokasi ini meliputi plan pendidikan Diploma ( i sampai 4). Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi/gelar ahli madya. Keistimewaan pendidikan Vokasi ini adalah: lebih praktis, banyak pilihan programme, banyak pilihan institusi. Biasanya satu program membahas topik yang spesifik.

Misalnya: design grafis multimedia, pariwisata dan perhotelan, manajemen retail, pengembangan software, desain interior, teknik otomotif, penata rambut, kuliner hingga pelaku ekonomi kreatif.

  • Sertifikasi

Pemerintah perlu mewajibkan tenaga kerja di Indonesia memiliki sertifikasi profesi untuk meningkatkan jumlah pekerja bersertifikat.  Tujuan tenaga kerja di Indonesia bersertifikat nantinya dapat memunculkan standar kompetensi SDM.  Standar itu menjadi sebuah acuan penilaian apakah pekerja sudah memenuhi standar atau belum sehingga daya saing SDM dan produktivitas pekerja akan meningkat. Dengan demikian kualitas tenaga kerja yang bersertifikasi merupakan jaminan kualitas sumber daya manusia,

Mengacu pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Republic of indonesia nomor M/five/HK.04.00/Six/2019 tanggal 22 Juli 2019, tentang pemberlakuan wajib sertifikat kompetensi terhadap jabatan bidang manajemen sumber daya manusia, maka setiap jabatan bidang manajemen SDM di setiap perusahaan WAJIB memiliki sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kesimpulan & Saran


Dengan diterapkannya 4 konsep pengembangan tersebut  diatas, maka diharapkan SDM Indonesia dapat memiliki keahlian, memiliki kreativitas dan inovasi untuk mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Memiliki kemampuan mengkombinasikan beberapa teknologi sehingga mampu menemukan suatu inovasi yang dapat dipergunakan/diterapkan dalam percepatan penyelesaian pekerjaan. Adapun skill dimaksud adalah:

  1. Complex Problem Solving (CPS)

SDM yang diharapkan memiliki kecakapan dalam keterampilan pemecahan masalah tingkat lanjut. Pemecahan masalah yang kompleks dianggap sebagai sebuah keahlian yang berbeda dibandingkan dengan pemecahan masalah secara umum. Ini jelas dibutuhkan dan akan menguntungkan baik individu maupun perusahaan untuk menghadapi tantangan pekerjaan dimasa mendatang.

  • Social Skill

Kemampuan untuk berinteraksi, koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantauan hingga Emotional Intelligence.

  • Process Skill

Kemampuan untuk active listening, logical thinking and monitoring self & the others.

  • Organisation Skill

Kemampuan untuk dapat melakukan sentence dan keputusan dengan pertimbangan cost & benefit  serta memiliki kemampua untuk mengetahui bagaimana sebuah sytem dibuat dan dijalankan.

  • Cognitive Abilities

Skill yang terdiri dari antara  lain: Cognitive Flexibility, Creativity, Logical Reasoning, Problem Sensitivity, Mathematical Reasoning and Visualization.

Demikian uraian penjelasan dari kelompok kami,mahasisiwa Magister Ilmu Manajemen-Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Sumatera Utara, dengan arahan dari Dosen Pembimbing, Ibu Dr.Elisabet Siahaan, MEc. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang telah membaca tulisan ini.

Para Penulis:                                                  Dosen Pembimbing:                            DoctorElisabet Siahaan, MEc.

  1. Binal SH Samosir
  2. Deby Nanda Sari
  3. Holong Melisa Pasaribu
  4. 1000.Rizky Mahbub
  5. Farid Fachrozi

Revitalisasi Pembangunan Ekonomi Sumut Di Era Revolusi Industri 4.0 Pdf

Source: https://realitasonline.id/artikel/pengembangan-sdm-pada-era-revolusi-industri-4-0/

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …