Ruang Lingkup Ekonomi Politik Pembangunan

Ruang Lingkup Ekonomi Politik Pembangunan

Sistem Ekonomi Politik
Ekonomi politik dalam bahasa Yunani terdiri dari kata: Oikonomike dan Polis yang secara umum berarti keterkaitan erat antara faktor produksi, keuangan dan perdagangan dengan kebijakan pemerintah di bidang moneter, fiskal dan komersial. Martin Staniland mengatakan ekonomi politik menjelaskan interaksi sistematis antara aspek ekonomi dan aspek politik.
Hubungan interaksi itu bisa dinyatakan dalam banyak cara baik dalam hubungan kausalitas antara satu proses dengan prose yang lain yang bersifat deterministik, atau hubungan yang bersifat imbal balik (resiprositas atau suatu proses perilaku yang berlangsung terus menerus. Robert Dahl dan Charles Lindblom dalam bukunya Politics, Economics dan Walfare tahun 1953 memuat perkaitan antara fenomena ekonomi dan politik yaitu :
1. Ada perbedaaan sudut pandang antara ekonomi konvensional dengan ekonomi politik terutama berkaitan dengan interakasi ekonomi politik di zaman modern
2. Ada perbedaan antara ekonomi politik klasik dan ekonomi politik modern yang berkaitan dengan dinamika hubungan antara pasar dengan kebijakan pemerintah serta masyarakat yang terkena dampak dari hubungan itu
3. Ada kerancuan antara ekonomi politik dengan studi ekonomi pembangunan
4. Ekonomi politik dalam menganalisis berbagai masalah selain memakai pendekatan kuantitatif juga memakai teori-teori atau alat analisis dari ilmu sosial lain
5. Ekonomi politik digunakan pula untuk membahas masalah-masalah sosial lain sepanjang ada kaitannya dengan kegiatan perekonomian, dan
half-dozen. Ekonomi politik modern banyak membahas ketidakadilan berkaitan dengan pemerataan pendapatan, kemiskinan, pertumbuhan dan struktur lainnya, baik dalam ekonomi nasional maupun ekonomi internasional.



Adam Smith, ekonomi politik adalah cabang ilmu negarawan atau legislator dengan tujuan 1) menciptakan suatu sumber pendapatan masyarakat dan 2) menyediakan daya bagi negara agar mampu menjalankan berbagai tugas dan fungsinya. Sementara itu, Gregory dan Stuart mencoba menjelaskan keterlibatan negara dalam kehidupan ekonomi suatu negara dengan mengemukakan empat aspek. Mereka membuat suatu kerangka analisis yang membedakan sistem ekonomi politik atas empat aspek dan masing-masing aspek mengandung dua sisi.
Keempat aspek itu adalah sebagai berikut :
1. organisasi pembuatan keputusan yang mengandung dua sisi yaitu sentralisasi dan desentralisasi
2. penyediaan informasi dan koordinasi yang mengandung sisi mekanisme pasar dan melalui perencanaan pemerintah
3. hak kepemilikan yang mengadnung sisi hak milik pribadi dan umum atau kooperatif yang memuat unsur pemilikan pribadi dan umum
4. sistem insentif apakah bersifat moral atau material
Berdasarkan kategori ini maka didapatkan kategori sistem ekonomi politik yaitu kapitalisme, sosialisme pasar dan sosialisme terencana. Gastil mengkategorikan sistem ekonomi poltik sebagai berikut:
1. Sistem kapitalisme dengan cicri kebebasan ekonomi seluas-luasnnya, membatasi intervensi pemerintah dalam mekanisme pasar
ii. Etatisme kapitalis, dengan ciri negara cukup banyak melakukan intervensi terhadap mekanisme pasar dan secara langsung menangani sejumlah kegiatan ekonomi, namun dalam batas tertentu pemerintah tetap mengakui fungsi pasar dan hak milik perorangan.
3. Kapitalisme campuran, dengan ciri dalam sistem ini pemerintah sangat aktif menangani redistribusi pendapatan, mengintervensi dan mengatur mekanisme pasar secara langsung, namun jumlah sumberdaya ekonomi tidak merampas porsi mayoritas perekonomian nasional
4. Sosialisme campuran, dengan ciri kebebasan ekonomi dalam batas tertentu masih ada, hak milik pribadi dan inisiatif individu masih diakui, namun pemerintah memiliki peran yang dominan dalam perekonomian sehinggi sistem ini sudah termasuk dalam sistem sosialis.
5. Sistem sosialis, dengan ciri pemerintah praktis menguasai dan mengendalikan segenap kegiatan ekonomi, individu sangat dibatasi bahkan tertekan.

Baca :   Indikator Pembangunan Ekonomi Menurut Para Ahli

Paradigma dan Sistem Ekonomi Politik
Secara garis besar terdapat empat bentuk sistem ekonomi politik yang cukup dominan yaitu Kapitalisme. Sosialisme, Komunisme dan sestem ekonomi campuran. Yang secara sederhana dapat dipetakan dalam persamaan sebagai berikut :
SEP = ∫ (Sdi),
dimana :
SEP = sistem ekonomi politik, SDi = sifat dasar pokok, SD1 = sifat dasar kepemilikan, SD2 = sifat dasar dalam inisiatif pembentukan badan usaha, SD3 = insentif ekonomi, SD4 = mekanisme pembentukan harga, SD5 = kompetisi atau persaingan, SD6 = struktur organisasi dan SD7 = jenis insentif/dorongan

Ekonomi Politik Dalam Proses Pembangunan
Pemikiran ekonomi politik dalam rangka pelaksanaan pembangunan disuatu negara paling tidak mengikuti pendekatan : 1) Liberal : Penekanan bekerjanya mekanisme pasar karena logika ekonomi rasional dan 2) Marxis: Penekanan pada telaah terhadap kekuatan kekuasaan yang banyak mempengaruhi hasil proses politik. Sementara itu, Martin Staniland berpendapat proses pembangunan dapat mengikuti salah satu dari kelompok berikut :
ane. Ortodox liberalism yang sangat mengagungkan individualisme, baik perilaku dan kepentingannya. Pandangan terhadap individu seperti ini bersifat sangat central sehingga masyarakat hanya dipandang sebagai agregasi dari sintesa seluruh kepentingan individu masyarakatnya.
2. Sosial Critique of Liberalism, yang menyerang pandangan sanagat liberal, karena dalam pandangan liberalisme, individu seolah-olah hidup dalam isolasi dan ruang kosong. Dalam pandangan ini sebesanrnya masyarakat juga sngat membentuk individu di dalammnya baik dari sifat, kepentingan dan perilakunya.
3. Economism dan Politicism. Economism yang pandangannya lebih mirip pada liberalisme, yang melihat bahwa proses politik merupakan hasil dari proses non politik. Jika kelompok liberal memandang proses poliitik sebagai hasil dari sintesa proses interaksi individu maka economism melihat proses politik merupakan muara dari kekuatan yang ada (sosial forces). Politicism melihat bahwa struktur politik lebih menjadi penentu yang membangun kepentingan-kepentingan tertentu dan dapat memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomi tertentu.

Baca :   Proses Pembangunan Ekonomi Dengan Kelebihan Tenaga Kerja

BACAAN YANG DIANJURKAN
Lane, J. E., dan Ersson, S., 1994, Ekonomi Politik Komparatif, alih bahasa Haris Munandar, RajaGrafindo Persada, Jakarta
Rachbini, D.J., 1996, Ekonomi Poltik: Paradigma, Teori, Dan Perspektif Baru, CIDES-INDEF, Jakarta
Philipus, Ng., dan Aini, Northward., 2004, Sosiologi dan Politik, RajaGrafindo Persada, Djakarta

Tentang PARMADI

Aktif sejak 1994 sebagai staf pengajar di jurusan IESP di Feb Universitas Jambi, saat ini ikutan nimbrung di Lab&POnline February Unja. Juga aktif di community Banking concern Sampah Bangkitku Kota Jambi sebagai TMKT.

Ruang Lingkup Ekonomi Politik Pembangunan

Source: https://parmadi68.staff.unja.ac.id/?p=13

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …