Sektor Industri Yang Paling Berpengaruh Pada Pembangunan Ekonomi Indonesia

Sektor Industri Yang Paling Berpengaruh Pada Pembangunan Ekonomi Indonesia

Tahun 2021, Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi

Rabu, 29 Desember 2021

Kementerian Perindustrian fokus untuk terus membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif. Namun demikian, pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap upaya dalam rangka mencapai sasaran prioritas nasional tersebut.

“Meski adanya gejolak dan tantangan akibat pandemi, s
ektor industri manufaktur

konsisten

memainkan peranan penting

nya

sebagai penggerak dan penopang utama bagi perekonomian nasional.

Bahkan, kami dapat menyatakan bahwa sektor industri manufaktur merupakan sektor pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2021 Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu (29/12).

Menperin menyampaikan, pada tahun ini geliat sektor industri manufaktur mulai bangkit kembali. Hal terlihat dari sejumlah kinerja gemilangnya, antara lain realisasi investasi, capaian ekspor, kontribusi pajak, kontribusi terhadap PDB, dan peringkat Purchasing Managers Alphabetize (PMI).

Sepanjang Januari-September

202
1, r
ealisasi investasi di sektor manufaktur

tercatat sebesar

Rp2
36,79

triliun.

Angka ini naik 17,3 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp201,87 triliun.

Dari sisi

capaian nilai

ekspor,

kontribusi sekor industri manufaktur terus meningkat meski di tengah himpitan pandemi. Nilai

ekspor industri

manufaktur

pada Januari-November 2021 mencapai USD160

m
iliar atau

berkontribusi sebesar

76,51 persen dari total ekspor nasional
. Angka ini telah melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar, dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019.


Jika dibandingkan dengan Januari-November 2020 (c





to





c

), maka kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-Nov 2021 meningkat sebesar 35,36 persen
. Kinerja ekspor sektor manufaktur ini sekaligus mempertahankan surplus neraca perdagangan yang dicetak sejak bulan Mei 2020,” ujar Agus.

Menperin menjelaskan, c
apaian sektor industri manufaktur d
ar
i

sisi

investasi dan ekspor mengiringi kontribusi

nya
pada
penerimaan negara dan terhadap pembentukan

PDB

n
asional yang terus meningkat
.
“Untuk p
ajak

sektor industri pengolahan sepanjang tahun

secara rerata

berkontribusi sebesar 29 persen, sementara penerimaan cukai sektor industri

menyumbang 95 persen dari

total p
enerimaan cukai nasional
,” sebutnya.

Adapun dari aspek kontribusi dalam PDB, sumbangsih industri manufaktur pada triwulan III tahun 2021 sebesar 17,33 persen, di mana angka ini merupakan yang tertinggi di antara sektor ekonomi lainnya. Sempat tertekan hingga minus 2.52 persen di tahun 2020, p
ertumbuhan sektor industri manufaktur kembali bergairah pada tahun 2021
,

di mana angka pertumbuhannya meningkat signifikan di

t
riwulan II
-2021

sebesar six,91 persen (y


-o-


y

), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga bangkit sebesar 7,07 persen (y


-o-


y

).

Baca :   Judul Skripsi Ekonomi Pembangunan Tentang Ekspor Impor

Dinamika juga terjadi pada

capaian P
urchasing

K
anagers

I
ndex (PMI)

grand
anufaktur Republic of indonesia.

Setelah sempat limbung akibat pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk di sektor industri manufaktur pada tahun 2020, PMI manufaktur Indonesia perlahan bangkit dan kembali ke level ekspansif.

Angka PMI manufaktur Republic of indonesia di sepanjang tahun 2021 secara umum berada pada level ekspansif, kecuali pada bulan Juli dan Agustus akibat pembatasan aktivitas di masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4. Di luar itu, PMI Manufaktur Indonesia bahkan beberapa kali memecahkan rekor angka tertinggi sepanjang sejarah,

yakni

berada pada peringkat

53,2

di

bulan Maret,

kemudian

54,half dozen

di

bulan April, 55,3

di

bulan Mei

, dan puncaknya 57.2 di bulan Oktober. Posisi ekspansif ini diyakini akan bertahan di akhir tahun ini.

Pada aspek ketenagakerjaan, seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah full tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka xviii,64 juta orang.

“Dengan melihat berbagai indikator kinerja tersebut, di tengah hantaman pandemi Covid-xix,

industri manufaktur Republic of indonesia

secara keseluruhan masih

menunjukkan

kinerja yang sangat baik,” ucap Menperin. Kinerja makro sektor industri yang baik ini tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah dalam menerapkan kebijakan gas dan rem, sehingga aktivitas industri manufatur tidak pernah benar-benar berhenti.

“Kebijakan gas dan rem di sektor industri manufaktur diturunkan dalam wujud kebijakan

Ijin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri

(IOMKI) yang dikeluarkan oleh Kemenperin,” imbuhnya. Seiring waktu, k

ebijakan IOMKI berhasil mendorong terciptanya keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan kepentingan ekonomi di sektor industri manufaktur dan memacu para pelaku industri untuk

percaya diri dan

segera beradaptasi dengan kondisi pandemi
.

“Keseimbangan, kepercayaan diri, dan daya adaptasi ini yang membentuk resiliensi yang baik di sektor industri manufaktur dalam menghadapi situasi pandemi,” jelasnya. Selain itu, guna meningkatkan kinerja sektor industri, Kemenperin telah menjalankan program dan kebijakan strategisnya seperti

p

rogram

Peningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (
P3DN
), pengembangan industri halal, dan program substitusi impor 35% tahun 2022.


Proyeksi 2022

Menperin pun mengemukakan,
pandemi Covid-19 belum menunjukkan ujungnya dan kemungkinan besar masih akan menyertai perjalanan bangsa ini dalam mengakselerasi pembangunan industri manufaktur di tahun depan. Namun, dengan bekal pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama menghadapi pandemi Covid-19, optimisme menghadapi tahun 2022 dan masa depan tak akan pernah surut.

Baca :   Jurnal Pembangunan Ekonomi Di Kalbar

“Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional, kami menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar four-4,five persen pada tahun 2021 ini, dan sebesar 4,5-5 persen pada tahun 2022,” ungkapnya. Sejalan hal tersebut, nilai ekspor industri manufaktur ditargetkan pada kisaran USD170-175 miliar pada tahun 2021, dan akan mencapai USD175-180 miliar pada tahun 2022.

Sementara pada nilai investasi, Kemenperin menargetkan sebesar Rp280-290 triliun pada tahun 2021, dan sebesar Rp300-310 triliun pada 2022. “Kami juga menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20,84 juta orang di tahun 2022,” tandasnya.

Dalam upaya mencapai target-target tersebut, lanjut Menperin, telah diidentifikasi berbagai tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2022. Tantangan tersebut antara lain terkait disrupsi dari
supply chain,
kelangkaan kontainer yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan perdagangan lewat laut, serta berbagai
event
internasional khususnya eksibisi atau pameran internasional yang diselenggarakan dalam bentuk virtual atau digital dinilai kurang mampu menarik bagi pengunjung.

Berikutnya, ketergantungan impor bahan baku serta bahan baku penolong, dan perlu adanya upaya mitigasi terhadap gelombang varian virus omicron pada sektor industri. “Kami juga mengkaji untuk adanya usulan pemberian insentif baru bagi sektor industri tertentu agar daya saing industri meningkat,” ujarnya.

Untuk mencapai target-target tersebut, Kemenperin akan menggulirkan beberapa program utama. Misalnya, sebagai kelanjutan
partner land
Republic of indonesia pada
Hannover Messe 2020: Digital Edition
dan dalam rangka mempersiapkan Indonesia menjadi
partner country Hannover Messe 2023, Kemenperin kembali berpartisipasi sebagai
special guest
pada
Hannover Messe 2022.

Event
tersebut penting karena Indonesia akan menerima penyerahan status
partner land
dari Portugal yang menjadi
partner country Hannover Messe 2022, sekaligus memantapkan langkah Indonesia menapaki era Industri 4.0 bersama negara-negara industri di dunia,” terangnya. Melalui partisipasi
Hannover Messe 2022
ini, diharapkan adanya kesepakatan-kesepakatan baik
Grand-to-Grand
maupun
B-to-B
yang mendukung terciptanya investasi perusahaan multinasional maupun peluang ekspor.

Selanjutnya, Indonesia resmi memegang Presidensi G20 Tahun 2022 mulai 1 Desember 2021, di mana Pemerintah Indonesia menetapkan tema besar untuk presidensi ini, yaitu
“Recover Together, Recover Stronger”. Sebagai Presiden pada forum G20 tahun 2022, Pemerintah Republic of indonesia mengusulkan penambahan isu industri dalam
Trade and Investment Working Grouping
menjadi
Trade, Investment and Industri Working Group
(TIIWG).

Baca :   Faktor Yg Menghambat Pembangunan Ekonomi

Pada Working Group ini akan dilakukan pembahasan isu-isu prioritas terkait industri, perdagangan dan investasi dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dunia dari dampak pandemi Covid-xix. Isu industri yang rencananya akan diusung dalam TIIWG adalah
“Inclusive and Sustainable Industrialization
via Industri 4.0” dalam tema besar penguatan SDGs untuk pemulihan ekonomi.

“Diharapkan hal ini dapat memantik diskusi negara Anggota G20 untuk mempercepat implementasi industri 4.0, meningkatkan pemerataan akses teknologi, memitigasi dampak negatif dari perubahan teknologi dan memperkuat kolaborasi untuk mendukung industri yang inklusif, berkelanjutan dan pemulihan ekonomi global,” paparnya.

Kemudian, melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) akan dibangun fasilitas produksi fitofarmaka sebanyak 1 unit di Balai Besar Kimia Kemasan yang mendukung program substitusi impor. Ruang yang akan dibangun adalah
Miniplant for Phytopharmaca Product, Smart Laboratory, Eye of Essential Oil, Soft Computing Room
dan
Satelite 4.0 for Phytopharmaca.

Pada

t
ahun 2022

juga

akan

dilakukan

pengembangan

k
erja
sama dan ekosistem PIDI 4.0 serta pengisian atas fasilitas
showcase, peralatan pelatihan dan laboratorium riset dan
exam bed
di PIDI 4.0. PIDI four.0 juga akan fokus pada penyiapan SDM untuk kelembagaan PIDI serta pengembangan
talent pool
dan
proficient puddle
industri iv.0.

Serta

akan dikembangkan juga satelit-satelit PIDI yang berada di satuan Pendidikan Politeknik Kemenperin dan perusahaan industri.

Program berikutnya dalam rangka mengurangi atau menghilangkan ketergantungan terhadap impor, Kemenperin mengambil inisiatif untuk membangun
Indonesia Manufacturing Center
(IMC).

IMC akan menjembatani kesenjangan antara sisi
demand
dari industri terhadap permesinan dan sisi suplai permesinan dari hasil riset, pengembangan, dan inovasi baik oleh perguruan tinggi, lembaga riset, atau industri.

Pada Tahun 2022 juga akan dilakukan Pengembangan
Centre Of Excellence
Alat Kesehatan Fasilitasi Pendampingan Komersialisasi Hasil Riset Inovasi dan Fasilitasi Infrastruktur
Eye Of Excellence
Alat Kesehatan .

Selain itu, sebagai upaya dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, pada tahun 2022, Kemenperin akan kembali memberikan fasilitasi sertifikasi secara free kepada perusahaan industri dalam negeri meliputi tidak terbatas terhadap produk industri alat kesehatan, alsintan, farmasi, permesinan, elektronika dan telematika, logam, kelistrikan, kimia, pupuk, otomotif dan komponennya, keramik, semen, tekstil, dan produk IKM. Fasilitasi sertifikasi TKDN pada tahun 2022 diberikan sekurang-kurangnya untuk ane.250 sertifikat produk.

Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.


Share:


Sektor Industri Yang Paling Berpengaruh Pada Pembangunan Ekonomi Indonesia

Source: https://kemenperin.go.id/artikel/23048/tahun-2021,-menperin:-sektor-industri-masih-jadi-penopang-utama-ekonomi

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …