Skripsi Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Sektor Basis

Skripsi Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Sektor Basis

“Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Pengembangan Sektor Potensial di Kabupaten Semarang” (Pendekatan Model Basis Ekonomi dan SWOT),

Mujib Saerofi, 3353401035
(2005)
“Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Pengembangan
Sektor Potensial di Kabupaten Semarang” (Pendekatan Model Basis Ekonomi dan SWOT),.

Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

[thumbnail of “Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Pengembangan Sektor Potensial di Kabupaten Semarang” (Pendekatan Model Basis Ekonomi dan SWOT),]


Preview



PDF (“Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Pengembangan Sektor Potensial di Kabupaten Semarang” (Pendekatan Model Basis Ekonomi dan SWOT),) – Published Version


Download (744kB) | Preview

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolak ukur adanya
pembangunan ekonomi di suatu daerah. Pembangunan sektor ekonomi itu sendiri
adalah proses untuk mengubah suatu keadaan supaya lebih baik dengan tujuan
untuk meningkatkan pendapatan, kesempatan kerja, dan kemakmuran masyarakat.
Kabupaten Semarang memiliki laju pertumbuhan rata-rata nomor dua di kawasan
Kedungsapur setelah Kota Semarang. Sehingga agar pertumbuhan ekonomi yang
terjadi di kabupaten Semarang tidak kalah jika dibandingkan dengan Kota
Semarang perlu adanya penggalian potensi sektoral, dan perlu adanya rumusan
strategi pengembangan yang tepat. Serta bagaimana keterkaitan wilayah sebagai
pelengkap. Penelitian ini berkaitan dengan kondisi Kabupaten Semarang selama
periode 1999-2003 (data terbaru).
Populasi penelitian ini adalah PDRB Sektoral Kabupaten Semarang dan
Jawa Tengah atas dasar harga konstan tahun 1993 sedangkan sampel dari
penelitian ini adalah PDRB Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah atas dasar
harga konstan tahun 1993 tahun 1999-2003. Variabel yang dikaji dalam penelitian
yaitu pertumbuhan ekonomi, PDRB, penduduk, jarak, sektor-sektor ekonomi,
komponen Shift Share, dan SWOT. Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah metode dokumentasi, kuesioner dan wawancara. Dalam skripsi ini
digunakan model footing ekonomi yang tercermin pada analisis Location Quotient
(LQ) yang dilengkapi dengan analisis Shift Share, selain untuk mengetahui sektor
potensial untuk dijadikan sektor basis, penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui keterkaitan antara Kabupaten Semarang dengan daerah lain di
sekitarnya di dalam kawasan Kedungsepur, untuk itu di gunakan analisis gravitasi.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada dua sektor ekonomi yang sangat
potensial di Kabupaten Semarang untuk dikembangkan guna meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Semarang. Kedua sektor ekonomi ini memiliki
indeks LQ lebih besar dari satu (sektor basis) dan komponen diferensial (Dj)
positif (pertumbuhan cepat). Sektor ekonomi tersebut adalah sektor industri
pengolahan dan sektor jasa-jasa. Pengembangan dua sektor ini diharapkan akan
dapat meningkatkan perolehan PDRB Kabupaten Semarang sehingga dapat
meningkatkan laju pertumbuhan ekonominya, kemudian penulis menganalisis
lembih lanjut dengan metode SWOT tetapi mengingat penelitian ini bukan
penelitian final, maka analisis pengembangannya hanya diarahkan pada sektor
industri pengolahan dengan memfokuskan pembahasan pada industri tekstil dan
garmen pada industri makro, dan industri kerajinan enceng gondok pada industri
mikro karena industri tersebut adalah industri unggulan di kabupaten semarang.
Dalam pengembangan ekonomi suatu daerah butuh melakukan interaksi dengan
daerah lain disekitarnya. Dari hasil analisis gravitasi menunjukkan interaksi
terkuat yang terjadi antara Kabupaten Semarang dengan daerah sekitarnya dalam
satu kawasan (kawasan kedungsapur) adalah dengan Kota Semarang. Atas dasar
analisis SWOT, maka strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan
industri tekstil dan garmen, serta industri kerajinan enceng gondok antara lain:
untuk industri tekstil dan garmen (industri makro), yaitu meningktakan kualitas
dan produktivitas komoditas industri, memanfaatkan rendahnya upah tenaga kerja,
membangun keterkaitan industri dengan sub sektor lainnya, memasyarakatkan
merek dagang sendiri, mempermudah pemberian lisensi bagi para eksportir,
pengembangan teknologi guna menemukan bahan baku pengganti. Sedangkan
untuk industri enceng gondok (industri mikro), yaitu pengoptimalan pengelolaan
enceng gondok melalui proses kreatif, inovatif dengan terus meningkatkan
kualitas, memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan jalan Joglosemar,
mempertahankan kecirikhasan produk dengan tetap memanfaatkan kandungan
lokal, membangun kemitraan dengan pengumpul enceng gondok juga perguruan
tinggi dalam mendesain produk mereka, peningkatan dukungan dan pembinaan
kewirausahawan.
Dengan melihat keadaan yang terjadi sebaiknya Kabupaten Semarang
mengembangkan sektor strategis yaitu sektor industri pengolahan dan sektor jasajasa
dengan tetap memperhatikan sektor lainnya. Selain itu Kabupaten Semarang
hendaknya meningkatkan interaksi di daerah lain di sekitarnya yang akan semakin
memperlancar aktifitas sosial ekonominya dalam rangka meningkatkan
pertumbuhan ekonomi daerah. Bagi para peneliti lain diharapkan dapat
menghubungkan hasil penelitian dengan kodisi lapangan dan menganalisis SWOT
secara lebih mendalam lagi.

Particular Type: Thesis (Under Graduates)
Uncontrolled Keywords: Pertumbuhan Ekonomi, Sektor-sektor Ekonomi, Pengembangan
Sektor Potensial, Basis Ekonomi dan SWOT.
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Fakultas: Fakultas Ekonomi > Pendidikan Ekonomi, S1
Depositing User:
Hapsoro Adi Perpus
Date Deposited: 28 Mar 2011 06:38
Final Modified: 25 Apr 2015 04:00
URI: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/410

Actions (login required)

View Item View Detail

Skripsi Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Sektor Basis

Source: http://lib.unnes.ac.id/410/

Baca :   Jhingan 2008 Ekonomi Pembangunan Dan Perencanaan

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …