Teori Ekonomi Pembangunan Menurut Islam

Teori Ekonomi Pembangunan Menurut Islam



1.






Pendahuluan



a)






Latar


belakang

ketika banyak di antara negara-negara Dunia Ketiga (negara yang sedang berkembang) berhasil mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi sesuai target mereka, namun gagal memperbaiki taraf hidup sebagian besar penduduknya. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dalam definisi pembangunan yang dianut selama ini.

pembangunan harus dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur social, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan. Jadi, pada hakekatnya, pembangunan itu harus mencerminkan perubahan total suatu masyarakat atau penyesuaian arrangement social secara keseluruhan, tanpa mengabaikan keragaman kebutuhan dasar dan keinginan individual maupun kelompok-kelompok social yang ada di dalamnya, untuk bergerak maju menuju suatu kondisi kehidupan yang serba lebih baik, secara material maupun spiritual.



b)






Rumusan


masalah

Dengan adanya latar belakang diatas dapat dirumuskan bahwa :


Ø




perlunya sebuah sistem ekonumi pembangunan yang lebih baik…..?


Ø




bagaimana konnsep ekonomi pembangunan dalam islam…..?


Ø




bagaimana islam memberikan solusi terhadap masalah ekonomi pembangunan…?



2.






Landasan


teori

ekonomi pembangunan dalam Islam adalah Proses untuk mengurangi kemiskinan serta menciptakan ketentraman, kenyamanan dan tata susila dalam kehidupan. Dalam pengertian ini, maka pembangunan ekonomi menurut Islam bersifat multi dimensi yang mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Tujuannya bukan semata-mata kesejahteraan material di dunia, tetapi juga kesejahteraan akhirat. Keduanya menurut Islam menyatu secara integral.


Ekonomi Pembangunan dalam Islam tidak hanya berpusat pada dunia namun juga pada akhirat, sehingga pembangunan tidak hanya dilihat dari materi, yang nota bene merupakan ukuran dunia.


West = f (WD, dan WA).



3.






Pembahasan

Ekonomi pembangunan di era yang semakin instan hanya dipandang tinggi rendahnya kemajuan pembangunan di suatu Negara hanya diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan
GNP (Gross National Product) atau yang dikenal dengan Proses “prinsip trickle down consequence”. masalah-masalah lain seperti kemiskinan, diskriminasi, pengangguran, dan ketimpangan distribusi pendapatan, kurang mendapat perhatian.

Akan tetapapi tidak dengan konsep ekonomi pembangunan dalam islam yang mana Dalam ekonomi Islam, titik berat dari pembangunan tidak terletak pada materi yang dimiliki oleh suatu negara ataupun individu. Ekonomi Pembangunan dalam Islam tidak hanya berpusat pada dunia namun juga pada akhirat, sehingga pembangunan tidak hanya dilihat dari materi, yang nota bene merupakan ukuran dunia.

Pusat dari ekonomi pembangunan dalam Islam adalah Human. Human sebagai kapital dengan akal yang dimilikinya,dan juga sebagai khalifah diharapkan mampu untuk mengelola alam ini untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Akal budi membuat manusia memiliki pengetahuan baik dari pengalaman hidupnya, dari pengalaman orang lain dari wahyu (al quran dan juga al hadits) dan belajar dari fenomena alam.

Ilmu dan Pengetahuan menjadi inti pokok dari pengembangan ekonomi di dalam Islam, dengan
manusia sebagai fokus dan wahyu sebagai petunjuknya. Beberapa contoh yang menunjukkan bagaimana manusia menjadi fokus utama dari pembangunan dalam Islam dapat kita lihat dari beberapa hal.
Diantaranya Pada jaman kenabian, keimananlah yang
pertama kali diajarkan. Pada jaman berkembangnya peradaban Islam, pemicu dari perkembangan peradaban islam ini adalah berkembangnya ilmu pengetahuan.

Baca :   Pembangunan Ekonomi Lokal Berbasis Produksi Adalah


Dalam hal ini terlihat dari kemampuan masyarakat tidak hanya pada ilmu agama namun sejumlah ilmu yang menyangkut berbagai bidang ilmu kehidupan seperti kedokteran, astronomi, pertukangan, arsitektur dan lainnya.

Iman









Amal



Ilmu

Manusia sebagai fokus dari pembangunan tidak akan kuat jika tidak terorganisasi dengan baik, maka faktor selanjutnya yang mendukung perkembangan ini adalah solidaritas social. Solidaritas sosial ini membutuhkan suatu kepemimpinan, maka kepemimpinan menjadi suatu faktor penting dalam pembangunan Islam. Perkembangan saat ini bahwa yang menjadi aset tidak lagi kapital namun pengetahuan atau informasi. Bahkan kecenderungannya ekonomi pengetahuan menjadi ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif menjadi suatu pemicu munculnya enterpreuner, yang menjadi semangat dalam ekonomi islam. Dengan ini penduduk yang banyak sebenarnya bukan menjadi suatu masalah.




I.





FILSAFAT


EKONOMI
PEMBANGUNAN
DALAM
ISLAM

Filsafat pembangunan ekonomi dalam Islam terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa ia menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah SAW:



“Sesungguhnya orang kafir, bila mengerjakan suatu kebaikan, diberikan sebuah kelezatan di dunia.
Sedangkan orang yang beriman, maka Allah manyimpan untuknya kebaikan-kebaikannya di akhirat dan memberi rizki kepadanya di dunia sesuai dengan ketaatannya kepada Allah.”

Dari kajian para ulama dapat dirumuskan dasar-dasar filosofis pembangunan ekonomi ini, yaitu :


Ø





Tauhid

yaitu menyatakan dasar-dasar hukum Allah untuk selanjutnya mengatur model pembangunan yang berdasarkan Islam. Tauhid mengandung implikasi bahwa alam semesta secara sadar dibentuk dan diciptakan oleh Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa, karena itu tidak mungkin jagad raya ini muncul secara kebetulan. Hal ini terdapat dalam Q.Southward .Ali Imran:191 dan Q.S. Shaad:27.




“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. three:191)

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. “ (QS. 38:27)


Ø





Khilafah

, (fungsi manusia sebagai khalifah Allah dimuka bumi).

Ajaran ini menetapkan kedudukan dan peranan manusia, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat, sebagai pengemban jabatan khilafah itu. Disini kelebihan konsep pembangunan Islam dari konsep-konsep lainnya, dengan mendudukkan peranan manusia pada tempat yang tinggi dan terhormat, tetapi sangat bertanggung jawab. Hal ini terdapat dalam Q.S . Al-Baqarah:30, Al-An’am:165, Faathir:39, Shad:28, dan al-Hadid:7.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.”(QS. 2:xxx)

Baca :   Urgensi Nilai Ekonomi Pendidikan Untuk Membangun Kreativitas

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-An’am:165)

“Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.” (Faathir:39)


“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”( Al-Hadid:7)

Sebagai khalifah Allah, manusia bertanggung jawab kepada-Nya, Khalifah pada dasarnya mengandung makna persatuan fundamental dan persaudaraan umat manusia.


Ø





Keadilan


yaitu pembangunan ekonomi yang merata . Konsep persaudaraan umat manusia hanya akan berjalan jika dibarengi dengan konsep keadilan.
Oleh karena itu pula, menegakkan keadilan dinyatakan oleh Allah sebagai salah satu tujuan utama yang akan dicapai oleh para rasul Allah(al-Hadid:25) dan al-Qur’an meletakkan keadilan paling dekat kepada takwa (al-Maidah:viii).

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hadid:25)

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Maidah:8).


Ø





Tazkiyah


(penyucian dan pengembangan).

Tugas yang dibebankan kepundak para rasul Allah adalah melakukan tazkiyah (penyucian) manusia dalam segala hubungan dan pergaulannya dengan Allah, dengan manusia sesamanya, dengan lingkungan alamnya, dan dengan masyarakat serta bangsa dan negaranya.

Berdasarkan dasar-dasar filosofis di atas dapat diperjelas bahwa prinsip pembangunan ekonomi menurut Islam adalah :


1)




Pembangunan ekonomi dalam Islam bersifat komprehensif dan mengandung unsur spiritual, moral dan material, ekonomi, sosial spiritual dan fiskal tidak dapat dipisahkan. Kebahagian yang ingin dicapai tidak hanya kebahagian dan kesejahteraan material di dunia, tetapi juga di akhirat.

Baca :   Ty Anda Terjadinya Pembangunan Ekonomi


ii)




Fokus utama pembangunan adalah manusia dengan lingkungan kulturalnya. Ini berbeda dengan konsep pembangunan ekonomi mod yang menegaskan bahwa wilayah operasi pembangunan adalah lingkungan fisik saja. Dengan demikian Islam memperluas wilayah jangkauan obyek pembangunan dari lingkungan fisik kepada manausia.


3)




Pembangunan ekonomi adalah aktivitas multidimensional sehingga semua usaha harus diserahkan pada keseimbangan berbagai faktor dan tidak menimbulkan ketimpangan.

Penekanan utama dalam pembangunan menurut Islam, terletak
pada:


Ø




Pemanfaatan sumberdaya yang telah diberikan Allah kepada ummat manusia
dan lingkungannya semaksimal mungkin.


Ø




Pemanfaatan sumberdaya tersebut melalui pembagian, peningkatannya secara merata berdasarkan prinsip keadilan dan kebenaran. Islam menganjurkan sikap syukur dan adil dan mengutuk sikap kufur dan zalim.




II.




Tujuan ekonomi pembangunan islam

Tujuan pembangunan ekonomi dalam Islam berkaitan dengan konsep falah yang berarti kesejahteraan ekonomi di dunia dan keberhasilan hidup di akhirat, yaitu kesejahteraan yang meliputi kepuasan fisik sebab kedamaian mental yang hanya dapat dicapai melalui realisasi yang seimbang antara kebutuhan materi dan ruhani dari personalitas manusia. Kursyid Ahmad merumuskan tujuan kebijakan pembangunan dan target yang lebih spesifik untuk tujuan pembangunan yaitu, :


Ø




Pembangunan sumberdaya insani merupakan tujuan pertama dari kebijakan pembangunan.


Ø




Perluasan produksi yang bermanfaat. Tujuan utama adalah meningkatkan jumlah produksi nasional di satu sisi dan tercapainya pola produksi yang tepat.


Ø





Perbaikan kualitas hidup dengan memberikan prioritas pada tiga hal, Pertama,
terciptanya lapangan kerja,
sistem keamanan nasional yang luas dan efektif yang menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Dalam hal ini zakat
harus dijadikan sebagi instrumen utama. Ketiga,
Pembagian kekayaan dan pendapatan dan merata.


Ø




Pembangunan yang berimbang, yakni harmonisasi antar
daerah yang berbeda dalam satu negara
dan antar sektor ekonomi.


Ø




Teknologi baru, yaitu berkembangnya teknologi tepat guna yang sesuai
dengan kondisi, kebutuhan, aspirasi negara-negara, khususnya negara-negara muslim.


Ø





Berkurangnya ketergantungan pada dunia luar dan dengan semakin menyatunya kerjasama yang solid sesama negara-negara Muslim.



four.






Kesimpulan

Pembangunan sebagai proses multidimensi yang menyangkut perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional, percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan penghapusan kemiskinan. Setidaknya terdapat tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan basis konseptual dan pedoman praktis untuk memahami arti pembangunan yang paling hakiki, yakni kecukupan, harga diri, dan kebebasan.

Pusat dari ekonomi pembangunan dalam Islam adalah Homo. Human being sebagai kapital dengan akal yang dimilikinya,dan juga sebagai khalifah diharapkan mampu untuk mengelola alam ini untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Dasar-dasar filosofis pembangunan ekonomi dalam Islam yaitu tauhid, khilafah, keadilan, dan tazkiyah.


DAFTAR


PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemahan

Todaro, Michael P., Economic Development, ninth edition,
2006

Zuhaili, Wahbah. Buku pintar Al-Quran-Seven in one.2009.Jakarta:Almahira.

Teori Ekonomi Pembangunan Menurut Islam

Source: https://assyaify.blogspot.com/2013/12/konsep-ekonomi-pembangunan-dalam.html

Check Also

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat

Contoh Makalah Tentang Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi Sumatera Barat Papua Irian Jaya[a] Mamta[1]—Saireri Provinsi otonom …